Dinilai Terlalu Vulgar, Nama Durian dari Punggur Diubah

Hi!Pontianak - Umumnya durian memiliki bentuk bulat, besar, dan berduri. Di festival durian Bumi Khatulistiwa 2019 kali ini, sebuah durian berukuran kecil menjadi pusat perhatian masyarakat. Bukan hanya bentuknya yang mini, namun nama durian tersebut yang kerap mengundang gelak tawa orang yang mendengarnya.
Terdengar sedikit vulgar, namun durian mini tersebut cukup lezat. Karena bentuknya yang bulat dan kecil, nama durian tersebut merujuk pada alat reproduksi pria. Durian tersebut milik Yakob, pemilik sebuah kebun durian di daerah Punggur, Kecamatan Sungai Kakap, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat.
Ukurannya yang mini, membuat daging durian tumbuh dengan 2 hingga 3 biji saja. Saat dicicipi oleh Gubernur Kalbar, Sutarmidji mengungkapkan citarasa dari durian tersebut tak kalah lezatnya dari durian lainnya. "Jadi ini (isinya) hanya ada berapa biji saja. Bijinya juga sangat kecil, namun rasanya manis," kata Midji.
Yakob mengatakan, julukan durian tersebut diberikan langsung oleh warga sekitar, karena pada mulanya, durian tersebut tak memiliki nama pasti. "Saya suka aja, warga sekitar yang beri namanya. Ya gak papa, karena duriannya enak kok," kata Yakob kepada Hi!Pontianak, Senin (27/8).
Karena namanya yang terlalu vulgar dan terdengar aneh, akhirnya Gubernur Sutarmidji mengubah nama durian tersebut menjadi 'Si Manis dari Punggur'.
Midji juga berharap, agar masyarakat tak ada lagi yang memberi nama durian dengan julukan yang aneh. "Saya harap tak ada lagi ya masyarakat kasih nama durian aneh, yang gak enak untuk disebutkan itu. Jadi ini saya ganti namanya jadi Si Manis dari Punggur, biar enak disebut," ucap Midji, dengan tertawa. (hp8)
