Kumparan Logo
Konten Media Partner

Ini Alternatif Makanan yang Kaya Protein Pengganti Tahu dan Tempe

HiPontianakverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi tahu dan tempe. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi tahu dan tempe. Foto: Shutterstock

Hi!Pontianak - Belakangan ini keberadaan tempe dan tahu di sejumlah daerah mengalami kelangkaan. Hal tersebut dikarenakan produsen tempe dan tahu memilih menyetop produksi atau memperkecil ukuran produk lantaran harga kedelai yang melonjak tinggi.

Seperti yang diketahui, tempe dan tahu merupakan makanan nabati tinggi protein dan seringkali dimasukkan ke dalam menu diet. Selain harganya murah, rasanya yang lezat juga membuat keduanya menjadi pilihan masyarakat Tanah Air dalam santapan sehari-hari.

Untuk menyiasati kelangkaan bahan pangan tersebut, Dokter Gizi di Pontianak, dr. Fitri Vidyastuti, Sp.GK, menyebut ada bahan pangan yang kandungan proteinnya setara dengan tahu dan tempe. Makanan tersebut adalah telur dan ikan.

"Telur dan ikan. Tempat kita kaya banget ikan. Untuk kandungan proteinnya jauh lebih bagus ikan dibandingkan tahu dan tempe," kata Fitri saat dihubungi Hi!Pontianak, Kamis, 24 Februari 2022.

Menurut Fitri, ikan lebih berprotein dibanding tempe dan tahu karena ikan memiliki bioavailabilitas atau kemampuan penyerapan protein oleh saluran cerna yang lebih baik. Selain itu ikan juga menyediakan banyak sumber energi dan kalsium.

Jenis-jenis ikan yang direkomendasikannya adalah ikan laut, seperti kembung, mayung, tongkol yang memiliki kandungan omega 3 dan mikronutrien seperti zinc yangg cukup tinggi.

"Ikan sangat-sangat terjangkau. Selain kualitas proteinnya lebih baik, bioavailabilitas atau kemampuan penyerapan protein oleh saluran cerna juga lebih baik ikan dibandingan tahu dan tempe," ungkap Fitri.

Sedangkan telur dikatakan Fitri, sebagian besar protein terkandung di dalam bagian putih telur. Sementara bagian kuningnya tinggi akan mikronutrien choline, yang berfungsi untuk perbaikan dan perkembangan sel-sel saraf dan sel otak.

"Jadi sebenarnya enggak masalah harga tahu tempe mahal beralih ke ikan sebagai sumber protein saja yang lebih baik," pungkasnya.