Kumparan Logo
Konten Media Partner

Ini Penyebab Perempuan Sering Mengalami Mood Swing saat PMS

HiPontianakverified-green

·waktu baca 1 menit

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi menstruasi. Foto: Shutter Stock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi menstruasi. Foto: Shutter Stock

Hi!Pontianak - Premenstrual syndrome atau PMS merupakan tanda-tanda yang muncul sebelum menstruasi. Biasanya PMS ditandai dengan sakit kepala, perut kram, dan perubahan suasana hati atau mood swing. Mood swing sendiri merupakan perubahan mood atau suasana hati secara tiba-tiba yang tidak bisa dijelaskan.

Mungkin ketika bangun tidur, mood kamu sedang baik-baik saja, namun bisa jadi 1 atau 2 jam kemudian kamu menjadi mudah marah dan mudah tersinggung.

dr. Nadia Alaydrus, dalam unggahan di media sosialnya menjelaskan penyebab perempuan mengalami mood swing saat PMS. Terjadinya mood swing saat PMS dihubungkan dengan fluktuasi hormon yang terjadi selama siklus menstruasi.

Pada saat menjelang menstruasi, kadar hormon estrogen dan hormon progesteron di dalam tubuh menurun. Pergeseran hormon inilah yang menyebabkan adanya gejala fisik dan juga emosional.

com-Ilustrasi wanita sedang menstruasi. Foto: Shutterstock

Selain itu, perubahan kadar hormon estrogen dan progesteron ini dapat mempengaruhi hormon serotonin, di mana hormon ini meeupakan neurotransmitter yang membantu meregulasi suasana hati, siklus tidur, dan nafsu makan.

Kadar hormon serotonin yang rendah dihubungkan dengan perasaan sedih, mudah marah, sulit tidur, dan food craving. Hal inilah yang membuat perempuan cenderung lebih moody atau mengalami mood swing saat menjelang menstruasi.

Mood swing saat PMS juga dapat dipengaruhi oleh faktor lain seperti, situasi stres, pekerjaan yang menumpuk, bertengkar dengan pasangan atau teman, hingga kegiatan yang sudah direncanakan tidak berjalan sesuai rencana. Faktor ini membuat tubuh kekurangan banyak hormon endorfin (hormon mood bahagia) sehingga menyebabkan perubahan mood yang buruk.