Kumparan Logo
Konten Media Partner

Mengenal Worming Up, Komunitas Pemungut Sampah di Area Rainforest Music Festival

HiPontianakverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Komunitas Worming Up beroperasi di lokasi acara Rainforest World Music Festival 2023. Foto: Teri/Hi!Pontianak
zoom-in-whitePerbesar
Komunitas Worming Up beroperasi di lokasi acara Rainforest World Music Festival 2023. Foto: Teri/Hi!Pontianak

Hi!Pontianak - Worming Up, sebuah organisasi lingkungan di Kota Kuching, Malaysia, bekerja sama dengan Sarawak Tourism Board (STB), menjaga kebersihan dari sampah, yang ada di sekitar venue Rainforest World Music Festival 2023, yang digelar pada Jumat, 23 Juni 2023.

Tema Rainforest World Music Festival tahun ini mengusung sustainable development dalam menjaga alam. Sehingga mereka pada event ini mengumpulkan sebanyak 63 volunteer untuk memungut sampah, dengan berkeliling lokasi acara. Mereka berusia 18 sampai 50 tahun.

“Tema (festival musik) Rainforest tahun ini mau jaga alam, sustainable development. Maksudnya, perkembangan yang menjaga alam. Rainforest ini event Internasional, jadi ada responsible tourism atau wisata yang bertanggung jawab. Jadi kita jaga alam kita,” jelas Plan Science Head, Then Yi Yii.

Dalam event ini, Worming Up berjaga di 9 stand Eco Station di seluruh venue Rainforest World Music Festival 2023. Selain menyediakan tempat sampah, mereka juga berkeliling ke seluruh sudut, untuk mencari sampah.

Selain memungut sampah, komunitas ini juga mengedukasi para pengunjung Rainforest World Music Festival 2023 untuk membuang sampah di tempat yang telah disediakan. Foto: Teri/Hi!Pontianak

“Terima kasih STB yang sudah mencari kami untuk minta tolong pengurusan ini. Kita ada di sini untuk mencari sampah di bagian venue. Terima kasih STB, mereka mau jaga alam,” ucapnya.

Sementara itu, Eksekutif Lingkungan, Abigail mengatakan, ada empat kategori tempat sampah yang disediakan panitia, mulai dari sampah plastik, sampah makanan, besi, kaca (organik dan non organik).

“Kami mengumpulkan sampah di sekitar venue Rainforest. Sepanjang Rainforest ini kami ada 9 eco station, setiap eco station ada 4 tong sampah. Kita ada 63 volunteer di festival ini untuk memungut sampah,” ucap Abigail.

Abigail menyebutkan, pihaknya juga mengajarkan atau mengedukasi para pengunjung untuk membuang sampah pada tempatnya, dan tetap menjaga kebersihan lingkungan.

“Konsep kami mengajarkan dan mengedukasi pembuangan sampah pada tempatnya. Kita ambil sampah pakai capit dari bambu untuk mengambil sampah di sekitar sini karena kita ada momen keliling kawasan venue untuk mengambil sampah,” tukasnya.