'Ngampar Bide', Ritual Izin Leluhur Sebelum Naik Dango Digelar di Pontianak
·waktu baca 2 menit

Hi!Pontianak - Ritual 'Ngampar Bide' digelar sebagai izin kepada leluhur sebelum Naik Dango di Pontinak dimulai. Pesta Naik Dango yang akan digelar di Rumah Radakng Pontianak akan dimulai dari 25 hingga 30 April 2025.
“Ngampar Bide ini bertujuan kita memberitahu leluhur kita sampai dengan tanggal 30 April 2025 kita akan melakukan kegitan ucapcara besar sehingga kita meminta kepada jubata supaya aman lancar dan tertib itulah maksudnya,” kata Ketua Panitia Naik Dango ke-2, Vinsensius Lintas.
Hal senada juga diungkapkan Ketua Dewan Adat Dayak (DAD) Kota Pontianak, Yohanes Nenes. “Makna dari peraga adat ini adalah kami mau memberi info ke masyarakat bukanlah sekedar serimonial. Ini adalah adat yang betul-betul spiritual itu yang ingin kami sampaikan,” jelasnya.
Yohanes bilang, Naik Dango ini berbeda dengan Pekan Gawai Dayak. Dimana jika Naik Dango ini dibagi menjadi dua yakni, adat budaya 60 persen dan seni budaya 40 persen.
“Kalau Pekan Gawai Dayak, 100 persen seni budaya maka dari itu kami yang berada di naik dango ini bekerja dengan hati semampu kita sekuat kita bagaimana terlaksana nya naik dango ini,” tambahnya.
Ia berharap agar acara Naik Dango ini dapat terlaksana dengan tertib dan aman, agar tidak merugikan satu sama lain. Ia mendukung kegiatan ini sebab ini merupakan event ke-2 yang dilaksanakan.
“Kami harapkan kepada pengunjung yang akan masuk ke rumah radagkn ini jangan coba-coba membuat keributan membuat tindakan yang bisa merugikan kita semua, siapa yang melakukan itu kita akan lakukan tindakan hukum, ini tidak main-main
siapapun dia yang coba-coba membuat keributan akan kita tindak,” tutupnya.
Penulis: Rabiansyah
