Food & Travel
·
19 September 2020 13:51

Pemkot Pontianak Tata Kawasan Sungai Jawi Jadi Ekowisata Baru

Konten ini diproduksi oleh Hi Pontianak
Pemkot Pontianak Tata Kawasan Sungai Jawi Jadi Ekowisata Baru (17410)
Penebaran benih indukan ikan nila di parit Sungai Jawi, Pontianak. Foto: Dok Istimewa
Hi!Pontianak - Pemerintah Kota Pontianak terus berupaya memperindah Kota Pontianak, yakni melakukan penataan di sepanjang Sungai Jawi untuk dijadikan kawasan ekowisata baru. Adapun upaya yang telah dilakukan adalah menyebar 100 benih indukan ikan nila serta penanaman pohon tabebuya.
ADVERTISEMENT
"Kita akan melakukan penataan parit Sungai Jawi ini menjadi kawasan ekowisata baru di Pontianak," kata Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, Sabtu (19/9).
Menurut Edi, Kota Pontianak memiliki potensi di mana karakteristik alamnya dibelah dengan sungai dan memiliki banyak parit. Potensi tersebut harus dimaksimalkan dengan menatanya menjadi kawasan ekowisata.
"Kalau sungai dan parit terawat dan terjaga kebersihannya, saya yakin akan menjadi daya tarik kota," ungkap Edi.
Untuk mewujudkan parit dan sungai yang bersih, kata Edi, bukanlah perkara mudah. Sebab, dibutuhkan kesadaran masyarakat dalam menjaga lingkungan tetap bersih. Selain itu, masalah seperti limbah dan tata kelola IPAL industri, rumah makan dan rumah tangga yang kerap merusak lingkungan harus dicari solusinya
Pemkot Pontianak Tata Kawasan Sungai Jawi Jadi Ekowisata Baru (17411)
Ilustrasi anak bermain bersama teman sebaya. Foto: Shutter Stock
"Untuk itu perlu ada pengawasan dalam penataan dan kebersihan parit yang ada ini," ucap Edi.
ADVERTISEMENT
Semenatra itu, Kepala Dinas Pangan, Pertanian dan Perikanan Kota Pontianak, Bintoro menyebut, penataan kawasan ini menjadi ekowisata dilakukan dengan cara normalisasi parit. Seperti penebaran indukan ikan nila yang dilakukan hari ini sebagai upaya agar ekosistem ekowisata bisa berjalan baik.
"Jika parit bersih maka habitat dan ekosistem juga ikut terjaga," tuturnya.
Penataan kawasan parit Sungai Jawi sebagai kawasan ekowisata nantinya diharapkan bisa menjadi daya tarik wisata. Selain penebaran benih, juga akan disiapkan tanaman-tanaman peneduh dan berbuah sehingga bisa dinikmati wisatawan. "Kita berharap rencana ini bisa terlaksana dan tuntas," pungkasnya.