Perusda Kalbar Manfaatkan Lab Ikan untuk Periksa Kandungan Mitragynine di Kratom
ยทwaktu baca 6 menit

Hi!Pontianak - Perusda Aneka Usaha Pemprov Kalbar kini telah mememiliki laboratorium untuk memeriksa kandungan kratom. Lab tersebut telah diresmikan Gubernur Kalbar, pada 28 Januari 2023.
Namun belakangan muncul fenomena perbedaan hasil pemeriksaan kualitas kratom dengan laboratorium lain. Namun demikian, Direktur Utama Perusda Aneka Usaha Kalbar, Syariful Hamzah, memastikan, hasil pemeriksaan lab mereka terhadap kualitas kratom sudah sesuai standar, meski lab yang mereka gunakan saat ini, adalah memanfaatkan lab bekas UPT kualitas hasil perikanan.
Sebagaimana kita ketahui, komoditi daun kratom kini menjadi primadona ekspor dari Kalimantan Barat. Saat ini sentra penghasil daun kratom terbesar di Kalimantan Barat berada di wilayah kabupaten Kapuas Hulu, dan menjadi satu di antara penopang ekonomi masyarakat.
Tercatat oleh Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Provinsi Kalbar, pada 2021 terdapat 44.491.304 pohon kratom (Data Dinas Pertanian Provinsi Kalbar yang didapat dari penyuluh pertanian).
Setiap tahun, komoditi daun kratom ditaksir dapat berkontribusi antara Rp 198 miliar hingga Rp 811 miliar untuk Kabupaten Kapuas Hulu.
Peneliti dari Balitbang Provinsi Kalbar, Ir. Rudy Setio Utomo, M.Si, menerangkan, komoditas daun kratom di Kapuas Hulu, berdasarkan penelitian yang pihaknya lakukan pada tahun 2021, memiliki multiplayer efek positif terhadap perekonomian masyarakat.
Dengan pendapatan masyarakat yang meningkat, secara langsung membuat berbagai kegiatan ekonomi di Kabupaten Kapuas Hulu meningkat pula, seperti sarana transportasi, sarana angkutan barang, dan daya beli masyarakat lebih baik.
Rudy menambahkan, tingkat pengangguran menurun, serta kualitas pendidikan masyarakat di Kapuas Hulu kini juga lebih baik. Meningkatnya pendapatan masyarakat juga turut menurunkan tingkat kriminalitas di daerah penghasil kratom.
Tidak hanya itu, peningkatan komoditi ekspor daun kratom di Kabupaten Kapuas Hulu membuat kebiasaan masyarakat berubah. Jika dahulu sebelum menggencarkan menanam dan meminum kratom, banyak warga yang biasa minum-minuman keras pada acara tertentu, namun kini berubah menjadi meminum kratom saat pegelaran acara tersebut.
Selain dari sisi ekonomi, daun kratom juga memiliki khasiat yang sangat baik bagi tubuh. Dari hasil penelitian yang dilakukan pihaknya, banyak warga yang merasa bugar dengan mengkonsumsi daun kratom secara rutin. Daun kratom mampu menghilangkan lelah, pegal linu, meredakan nyeri, serta menurunkan tekanan darah tinggi.
Selain itu, dari hasil penelitian, ada sejumlah masyarakat yang memanfaatkan daun kratom untuk mengobati luka, sakit perut, hingga mampu menurunkan gula darah.
Dalam perjalanan penelitiannya, pihaknya menemukan ada warga yang memiliki riwayat diabetes dan kakinya terluka hingga membusuk, namun sembuh dengan mengkonsumsi daun kratom serta mengoleskan bubuk kratom di luka.
Rudy menambahkan, kendati kratom menjadi komoditi unggulan di Kapuas Hulu dan Kalbar, namun hingga saat ini masih belum ada regulasi perdagangan yang mengatur standarisasi kualitas kratom.
Buyer dari Amerika, kata dia, biasa memberikan syarat bahwa kandungan logam berat dalam kratom seperti kadar kadmium, timbal, air raksa dan arsen, harus dibawah ambang batas.
Selain itu, pihak buyer juga memberikan syarat bahwa daun kratom yang dikirim harus bebas dari bakteri Salmonela dan Ecoli.
"Kita saat ini belum ada standar untuk mengatur sistem produksi dilahan petani dan penanganan pascapanen. Ini kita belum ada standar, sehingga terkadang ada klaim dari pihak buyer bahwa produk kita ini tercemar oleh beberapa kandungan logam berat tersebut," terangnya.
Hasil penelitian pihaknya, secara langsung dengan mengambil sampel dari pohon, kemudian diolah, pihaknya tidak menemukan kandungan tersebut berada di bawah ambang batas, dan tidak ditemukan.
"Bila penanganan daun kratom ini baik, sebenarnya kandungan tersebut tidak ditemukan. Tetapi karena masyarakat belum mendapat pembinaan dan belum ada standar yang diberlakukan, sehingga terkadang dalam proses penjemuran sembarangan, seperti ditepi jalan, sehingga ini banyak sekali menyebabkan kontaminasi, dan hal ini yang teridentifikasi dari buyer, sehingga digunakan alasan untuk menekan kratom ini,'' terangnya.
Karena kratom memiliki nilai ekonomi yang tinggi dan banyak memberikan manfaat kepada masyarakat serta pemerintah, ia menyarankan saat ini pemerintah bersama pengusaha untuk bersama membuat standarisasi pengolahan kratom.
Kandungan Mitragynine
Kratom mengandung zat atau senyawa mitragynine. Untuk kebutuhan pasar ekspor, Rudi menjelaskan, kandungan Mitragynine dari kratom harus diangka 1,4- 1,6 persen.
Untuk melakukan analisis mitragynine tersebut, sejumlah pengusaha di Kalimantan Barat kini sudah melengkapi diri mereka dengan laboratorium untuk memeriksa kandungan tersebut. Hasil dari pemeriksaan lab mereka ini, juga telah diakui oleh buyer di Amerika. Sebagai catatan, 90 persen penjualan kratom dari Kalbar diserap oleh Negeri Paman Sam tersebut.
Melihat potensi itu, kini Perusda Aneka Usaha, BUMD milik Pemprov Kalbar, kini juga sudah membuka laboratorium untuk memeriksa kandungan di dalam kratom. Sentarum Lab namanya.
Syariful Hamzah, menjelaskan, Lab tersebut merupakan bekas laboratorium ikan, sumbangan dari Kementerian Kelautan dan Perikanan.
"Jadi dulu Pemprov Kalbar pernah dapat hibah lab penguji mutu hasil perikanan. Setelah itu terjadi peleburan sejumlah UPT di lingkungan Pemprov Kalbar, termasuklah lab ikan ini. Akhirnya tidak terpakai. Kemudian oleh Perusda Aneka Usaha, aset ini kami manfaatkan untuk lab kratom, untuk menguji kandungan kratom dan kualitas mitragynine," terangnya.
Saat ini Perusda sedang melengkapi verifikasi akreditasi laboratorium tersebut. "Kalau untuk SDM-nya, kita pakai bawaan dari Lab ikan. Jadi setelah diresmikan oleh Pak Gubernur pada 28 Januari 2023 kemarin, kita sudah beroperasi. Sambil berjalan, kita lengkapi akreditasinya," ungkapnya.
Namun belakangan muncul fenomena perbedaan hasil pemeriksaan, antara laboratorium milik pengusaha dengan laboratorium milik Perusda. Hal tersebut pun diakui Adi Warna, Direktur Sentarum Lab milik Perusda tersebut.
"Itu bisa saja terjadi. Ada yang di kami hasil pemeriksaan mitragynine-nya tinggi, namun ketika diperiksa lagi di lab luar hasilnya malah lebih rendah. Tapi ada juga yang sebaliknya, di kami rendah, di luar malah tinggi. Ini terkait dengan metodenya, karena belum ada standarisasi metodenya," kata Adi.
"Untuk pemeriksaan, kan ada sampel, nah sampelnya seperti apa yang diserahkan. Kalau sampelnya memang sama, cara mengujinya bagaimana. Untuk pemeriksaan mitragynine, kita menggunakan HPLC. HPLC yang kita gunakan ini dari lab ikan yang kita manfaatkan. Jadi memang sudah ada. HPLC ini kan untuk memeriksa kandungan. Tapi saat ini yang kita pasang adalah sensor mitragynine," sambungnya.
Adi menambahkan, jika ada pihak yang mempertanyakan hasil pemeriksaan lab Perusda, pihaknya sangat terbuka untuk memeriksa kembali. "Kami sangat open. Mari kita sama-sama buka metode pemeriksaannya. Siapa tahu memang ada di kami yang belum benar, sehingga ini menjadi kesempatan kami belajar untuk memperbaikinya," tambah Adi.
Adi menjelaskan, Lab Sentarum ini dibuka untuk pelayanan kepada pengusaha kratom. "Saat ini sudah cukup banyak yang mengirim sampel ke kami, karena buyer di Amerika selalu minta dokumen ini untuk melengkapi produk yang diekspor," ungkapnya.
Dia tak memungkiri, hasil pemeriksaan di lab Perusda ada yang tak sama dengan hasil pemeriksaan buyer di Amerika. Bahkan dari informasi yang diperoleh Hi!Pontianak, perbedaannya cukup jauh. Bahkan hingga melebihi dua kali lipat dari pemeriksaan lab-lab yang lain.
"Ada juga hasil pemeriksaan dari lab yang tinggi, kemudian oleh buyer dikatakan rendah, tapi itu bisa kami pertanggungjawabkan. Jadi kejadian kemarin itu, kami sarankan kepada eksportir untuk memeriksa kembali di lab berbeda di Amerika. Ini terkait bisnis. Ada juga buyer yang nakal di sana. Sehingga dia bilang kandungannya rendah, agar harganya turun. Perbedaan hasil ini memang ada terjadi," ungkapnya.
Namun Adi menegaskan, akurasi hasil pemeriksaan lab-nya sudah sesuai standar pemeriksaan kandungan.
Karena itu, Rudy, peneliti dari Balitbang menyarankan, untuk mencegah perbedaan hasil pemeriksaan ini, antara pengusaha dan buyer harus memiliki kesepakatan persamaan metode pemeriksaan sampel.
