Kumparan Logo
Konten Media Partner

‘Prefer to Blind’, Debut EP Penuh Amarah dari Hardcore Pontianak YOUR UNSETTLING

HiPontianakverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
YOUR UNSETTLING, unit punk hardcore asal Pontianak telah merilis debut EP bertajuk 'Prefer to Blind'. Foto: Dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
YOUR UNSETTLING, unit punk hardcore asal Pontianak telah merilis debut EP bertajuk 'Prefer to Blind'. Foto: Dok. Istimewa

Hi!Pontianak - YOUR UNSETTLING, unit punk hardcore asal Kota Pontianak, resmi meluncurkan debut EP bertajuk ‘Prefer to Blind’ baru-baru ini.

Lahir dari lingkaran pertemanan yang memiliki keresahan serupa, YOUR UNSETTLING membungkus amarah dan kritik dalam format musik yang keras, cepat, dan lugas. Debut EP ini merupakan pernyataan keras dan jujur tentang tekanan sosial, pertarungan batin, dan penolakan terhadap sistem yang korup.

EP ‘Prefer to Blind’ memuat lima trek di dalamnya yang penuh energi mentah dan satu instrumental sebagai jeda emosional di tengah kekacauan. Lima track lagu tersebut di antaranya adalah Enemy As You, Dat Think, Know Space, Some Sentence, dan S.L.Y.

‘Enemy As You’ membuka EP dengan menggali konflik internal, tentang bagaimana kita bisa menjadi musuh terbesar bagi diri sendiri saat terus tunduk pada tekanan eksternal. Dilanjutkan oleh ‘Dat Think’ yang menyuarakan perlawanan terhadap mereka yang antikritik dan enggan berubah, dibalut dengan riff cepat dan gang vocal penuh amarah.

‘Know Space’ sendiri mengeksplorasi perjuangan melepaskan diri dari zona nyaman dan relasi toksik yang mengekang. Sementara itu, ‘Some Sentence’ sebagai satu-satunya lagu instrumental, menjadi ruang kontemplasi dan pernapasan sebelum ledakan terakhir.

EP kemudian ditutup dengan ‘S.L.Y’, berisikan sindiran tajam untuk sosok atasan arogan dan sistem kerja yang semena-mena—sebuah pernyataan perang tanpa kompromi.

Sebagai informasi, YOUR UNSETTLING adalah band punk hardcore yang terbentuk dari lingkaran pertemanan yang disatukan oleh energi, keresahan, dan semangat untuk terus bersuara. Mereka tidak datang untuk menghibur, melainkan untuk mengacaukan yang sudah mapan.

‘Prefer to Blind’ bukan hanya sekadar tajuk, tetapi juga sebuah sikap—lebih baik memilih untuk buta daripada harus menyaksikan ketidakadilan dan tetap diam. EP ini menjadi bukti pertama bahwa suara-suara kecil pun bisa mengguncang, jika cukup jujur dan keras.