Kumparan Logo
Konten Media Partner

Ratusan Warga Tionghoa Gelar Sembahyang Rebut di Vihara Tri Dharma Sungai Pinyuh

HiPontianakverified-green

ยทwaktu baca 1 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ritual Sembahyang Rebut di Vihara Tri Dharma Bhakti Sungai Pinyuh. Foto: Muhammad Zain/Hi!Pontianak
zoom-in-whitePerbesar
Ritual Sembahyang Rebut di Vihara Tri Dharma Bhakti Sungai Pinyuh. Foto: Muhammad Zain/Hi!Pontianak

Hi!Mempawah - Ratusan warga Tionghoa di Kelurahan Sungai Pinyuh, Kabupaten Mempawah, Kalbar, menggelar ritual Sembahyang Rebut di Vihara Tri Dharma Bhakti Sungai Pinyuh, Jumat sore, 12 Agustus 2022.

Meskipun sempat hujan, hal tersebut tak menyurutkan niat dan semangat warga Tionghoa untuk hadir. Pelaksanaan hari terakhir sembahyang kubur inipun berjalan lancar dan khidmat.

Ritual Sembahyang Rebut diyakini oleh warga Tionghoa sebagai hari terakhir ditutupnya pintu neraka.

Ritual Sembahyang Rebut. Foto: Muhammad Zain/Hi!Pontianak

"Jadi kepercayaan kami itu masih banyak roh-roh gentayangan yang keluar ditakutkan mengganggu manusia. Untuk itulah kita siapkan sesajen agar mereka makan kemudian pulang ke alamnya," jelas Sekretaris Yayasan Tri Dharma Bhakti, Hermawan Lim.

"Saat ritual, kami siapkan sesajen berupa makanan pokok seperti buah buahan, nasi, daging, snack juga. Intinya barang yang bisa dimakan," tambah Hermawan.

Ritual Sembahyang Rebut dilaksanakan setiap tahunnya pada tanggal 15 bulan ke-7 penanggalan Imlek.

Sesajen dalam ritual Sembahyang Rebut. Foto: Muhammad Zain/Hi!Pontianak
Warga memperebutkan sesajen dalam ritual Sembahyang Rebut. Foto: Muhammad Zain/Hi!Pontianak
Warga berebut sesajen. Foto: Muhammad Zain/Hi!Pontianak
Antusiasme warga dalam ritual Sembahyang Rebut. Foto: Muhammad Zain/Hi!Pontianak
Sesajen yang disiapkan dalam ritual Sembahyang Rebut. Foto: Muhammad Zain/Hi!Pontianak
Warga mengambil sesajen dalam ritual Sembahyang Rebut. Foto: Muhammad Zain/Hi!Pontianak
Warga Tionghoa menggelar ritual Sembahyang Rebut. Foto: Muhammad Zain/Hi!Pontianak
Suasana ritual Sembahyang Rebut. Foto: Muhammad Zain/Hi!Pontianak