Kumparan Logo
Konten Media Partner

Rayakan Hari Kartini, Ini Kisah Inspiratif 5 Tokoh Perempuan di dalam Film

HiPontianakverified-green

ยทwaktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Arawinda Kirana in Yuni (2021). Foto: Dok. IMDb
zoom-in-whitePerbesar
Arawinda Kirana in Yuni (2021). Foto: Dok. IMDb

Hi!Pontianak - Setiap tanggal 21 April, masyarakat Indonesia memperingati Hari Kartini. Pada hari ini menjadi momen spesial bagi perempuan untuk saling memberikan dukungan dan apresiasi.

Berbagai kisah-kisah inspiratif perempuan tangguh diangkat dalam sebuah film dan membangkitkan semangat kepada banyak orang.

Banyak film menarik yang mengisahkan karakter-karakter permpuan tangguh yang menginspirasi. Mulai dari perjuangannya menemukan jati diri, mengejar impian hingga memperjuangkan keadilan bagi diri sendiri.

Berikut 5 tokoh perempuan di dalam film yang menginspirasi:

1. Yuni

embed from external kumparan

Tokoh wanita bernama Yuni yang diperankan oleh Arawinda Kirana dalam film 'Yuni' mengisahkan keinginannya untuk berkuliah, namun dirinya mendapatkan tuntutan dari masyarakat sekitar bahwa ia harus segera menikah.

Yuni pun sudah menolak dua lamaran dari dua orang pria. Akibat penolakannya itu, ia mendapat stigma negatif dari masyarakat sekitar. Mitosnya, jika Yuni menolak lamaran ketiga, ia akan sulit mendapatkan jodoh. Yuni tetap berpegang teguh pada pendiriannya dan berusaha untuk mencapai mimpinya.

2. Suryani

embed from external kumparan

Pelecehan seksual yang dialami oleh Suryani dalam film 'Penyalin Cahaya' membuat ia kehilangan beasiswanya dan tak mendapat dukungan dari sang Ayah. Suryani yang diperankan Shenina Cinnamon berusaha mencari keadilan dengan bantuan sahabatnya, Amin, untuk membongkar pelaku pelecehan seksual.

Siapa sangka, ternyata tidak hanya Suryani, namun banyak perempuan di kampus tersebut yang menjadi korban pelecehan seksual dari seorang pria demi kesuksesannya dalam dunia teater. Meski tak mendapat dukungan dari banyak pihak, Suryani dan korban lainnya tetap berusaha untuk mencari keadilan bagi diri mereka.

3. Marlina

embed from external kumparan

Karakter Marlina dalam film 'Marlina Si Pembunuh dalam Empat Babak' mengisahkan seorang janda yang berusaha melindungi dirinya dari perampok yang melecehkannya. Para perampok tersebut juga mengancam keselamatan, harta, dan juga kehormatan yang dimiliki Marlina.

Namun, Marlina berjuang seorang diri untuk mempertahankan itu semua dan berusaha mencari keadilan atas dirinya. Lewat film ini, Marlina yang dipernahkan oleh Timothy Marsha memberikan pandangan bahwa wanita bisa melakukan apa saja termasuk melindungan dirinya dan melawan kesetaraan gender.

4. Butet Manurung

embed from external kumparan

Setiap orang berhak mendapatkan pendidikan, hal ini lah yang dilakukan oleh tokoh wanita Butet Manurung dalam film 'Sokola Rimba'. Lewat film ini, Butet Manurung yang diperankan Prisia Nasution memiliki keinginan untuk mengajarkan anak-anak yang tinggal di suku pedalaman Sungai Makekal, hutan Bukit Duabelas belajar menulis dan membaca.

Meski kepercayaan kelompok Rombong Bungo bahwa belajar menulis dan membaca akan membawa petaka. Namun, Butet Manurung tetap memiliki tekad dan terus memberikan pendidikan kepada semua anak yang tinggal di daerah tersebut.

5. Tari

embed from external kumparan

Seorang bussines woman, Tari yang diperankan oleh Indah Permatasari dalam serial 'Wedding Agreement' sukses merintis usaha roti sedari ia remaja. Tari juga sering mengisi seminar mengenai tips dan trik membangun sebuah usaha.

Dalam serial ini, Tari juga berperan sebagai seorang istri yang sabar dalam menghadapi sang suami akibat perjodohan. Meski banyak mendapatkan perlakuan tak mengenakan dari sang suami, Tari tetap berusaha untuk mempertahankan rumah tangganya.