Sanggar Tari Bougenville Wakili Indonesia di Kuching, Malaysia

Hi!Pontianak - Sanggar Tari Bougenville Pontianak, dipercaya oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia untuk menjadi salah satu wakil Indonesia dalam rangka menyemarakkan kegiatan Festival Budayaw ke-2 BIMP-EAGA di Kuching, Malaysia. Kegiatan tersebut dilaksanakan mulai 19-23 November 2019.
Sebanyak 5 tarian prestasi dari Bougenville dibawakan dalam kegiatan tersebut, di antaranya, Tari Serai Serumpun, Tari Bebasoh, Tari Dare Besuke Rie, Tari Jepin Tempurung, Tari Belidak.
Ketua Lembaga Bougenville, MH. Yuza Yanis, mengatakan, beberapa tarian tersebut merupakan tarian kreasi yang berpijak pada kearifan lokal daerah, Kalimantan Barat.
“Ada beberapa tarian yang rencananya akan ditampilkan untuk memeriahkan kegiatan. Semua tari yang akan ditampilkan merupakan tari kreasi yang berpijak pada kearifan lokal daerah kita. Salah satunya Tari Bebasoh, bercerita tentang sekelompok anak gadis yang mencuci pakaian (bebasoh) di sungai. Sungai sangat akrab dgn kehidupan masyarakat Melayu di pesisir,” ujarnya, Rabu (20/11).
Tari Bebasoh yang dibawakan saat pembukaan, setelah penampilan dari 3 negara sahabat yakni Brunai Darusalam, Malaysia dan Filipina ini berfilosfikan tentang gambaran kedekatan hubungan antara manusia dan alam. “Hubungan harmonis antara alam dan manusia yang harus dijaga. Sehingga menjaga alam adalah juga menjaga budaya kita,” ungkap Yuza.
Selain tim tari, Kemdikbud RI juga membawa tim paduan suara dari ITB, angklung, narasumber untuk kolokium, kuliner dan biro perjalanan wisata, serta 14 penari dan 9 pemusik dari Bougenville rencananya akan tampil dalam slot Jewels of the EAGA, pada Rabu (20/11).
“Sementara ini, yang kami tahu penampilannya untuk opening, penampilan besok siang dan closing nanti. Mudah-mudahan semuanya bisa maksimal dan dapat mengharumkan nama Indonesia,” harap Yuza.
