Penanganan Perubahan Iklim sebagai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan

Pelajar di SMA Citra Berkat Tangerang
Tulisan dari Hosea Sanjaya tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Perubahan iklim adalah salah satu tantangan terbesar yang dihadapi umat manusia saat ini. Perubahan iklim menyebabkan berbagai dampak negatif, seperti kenaikan suhu rata-rata global, peningkatan frekuensi dan intensitas bencana alam, penurunan ketersediaan air bersih, kerusakan ekosistem, hilangnya keanekaragaman hayati, dan ancaman terhadap keamanan pangan dan kesehatan. Perubahan iklim juga memperburuk ketimpangan sosial dan ekonomi, serta mengancam hak asasi manusia, terutama bagi kelompok-kelompok yang paling rentan dan marjinal.
Untuk mengatasi perubahan iklim dan dampaknya, diperlukan tindakan cepat dan terpadu dari semua pihak, baik pemerintah, sektor swasta, masyarakat sipil, maupun individu. Tindakan tersebut harus berdasarkan prinsip-prinsip kerjasama internasional, tanggung jawab bersama namun berbeda, keadilan, dan solidaritas. Tindakan tersebut juga harus memperhatikan aspek-aspek mitigasi, adaptasi, pengurangan dampak, dan peringatan dini, serta mempertimbangkan pendekatan berbasis hak asasi manusia dan gender.
Salah satu upaya global untuk mengatasi perubahan iklim adalah melalui Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) atau Sustainable Development Goals (SDGs), yang merupakan agenda pembangunan dunia untuk periode 2015-2030. SDGs terdiri dari 17 tujuan dan 169 target yang mencakup berbagai isu pembangunan, termasuk perubahan iklim. Tujuan nomor 13 dari SDGs secara khusus ditujukan untuk penanganan perubahan iklim, dengan lima target utama, yaitu:
Memperkuat kapasitas ketahanan dan adaptasi terhadap bahaya terkait iklim dan bencana alam di semua negara.
Mengintegrasikan tindakan perubahan iklim ke dalam kebijakan, strategi, dan perencanaan nasional.
Meningkatkan kesadaran dan kapasitas institusional untuk merencanakan dan mengimplementasikan tindakan mitigasi, adaptasi, pengurangan dampak, dan peringatan dini perubahan iklim.
Menerapkan komitmen yang dibuat oleh negara-negara maju untuk tujuan kerangka kerja konvensi perubahan iklim PBB, termasuk mobilisasi $100 miliar per tahun pada tahun 2020 dari semua sumber untuk memenuhi kebutuhan negara-negara berkembang dalam konteks tindakan mitigasi dan transparansi implementasi.
Meningkatkan dukungan internasional untuk mengimplementasikan tindakan mitigasi yang efektif, khususnya di negara-negara berkembang, termasuk melalui transfer teknologi, inovasi, dan kapasitas bangunan.
Untuk mencapai tujuan dan target tersebut, PBB dan mitra-mitranya melakukan berbagai kegiatan, seperti mendorong partisipasi dan keterlibatan pemuda, membangun kemitraan antar sektor, memberikan bantuan teknis dan saran kebijakan, mendukung pengembangan dan implementasi rencana aksi nasional dan lokal, serta meningkatkan kapasitas dan kesiapan negara-negara berkembang untuk mengakses sumber pendanaan perubahan iklim .
Penanganan perubahan iklim sebagai tujuan pembangunan berkelanjutan adalah sebuah keharusan yang tidak bisa ditunda lagi. Perubahan iklim bukan hanya masalah lingkungan, tetapi juga masalah pembangunan, kemanusiaan, dan keadilan. Dengan bersama-sama mengambil tindakan, kita dapat melindungi bumi dan makhluk hidup yang tinggal di dalamnya, serta menciptakan masa depan yang lebih baik bagi generasi sekarang dan mendatang.
