5 Cara Melindungi Windows dari Virus dan Malware

How to tekno
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari How To Tekno tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ancaman virus dan malware kerap menyerang sistem operasi tertentu, termasuk Windows. Keduanya dapat merusak sistem komputer, server, dan jejaring komputer tanpa izin (informed consent) dari pemiliknya.
Dikutip dari laman Educsirt Kemdikbud, malware dapat meningkatkan risiko pencurian data atau informasi penting. Umumnya, penyebab serangan malware ini karena pengguna terbiasa mengunduh software ilegal di internet.
Ada banyak jenis malware yang biasa terdeteksi, mulai dari virus, worm, trojan horse, sebagian besar rooklit, spyware, adware (infected), dan software lain yang berbahaya. Seringkali malware tersebut disisipi oleh pihak yang tak bertanggung jawab.
Sebagai pengguna perangkat komputer atau laptop, kita seharusnya lebih waspada. Simak tata cara melindungi Windows dari virus dan malware selengkapnya dalam artikel berikut.
Cara Melindungi Windows dari Virus dan Malware
Microsoft Windows atau yang lebih dikenal dengan sebutan Windows merupakan sistem operasi yang dikembangkan oleh Microsoft. Sistem operasi ini memiliki antarmuka grafis yang cukup baik.
Dijelaskan dalam buku Membuat Jaringan Komputer di Windows dan Linux karya Edy Winarno (2014), awalnya sistem operasi Windows berasal dari MS-DOS, sebuah sistem operasi yang berbasis modus teks dan command line. Namun, lambat laun Windows mengalami perkembangan yang signifikan.
Kini, Microsoft telah mengeluarkan pembaruan terbaru yaitu Windows 11. Meski lebih canggih dibandingkan versi sebelumnya, namun sistem operasi ini juga masih berisiko terserang malware.
Agar bisa mengantisipasinya, simak tata cara melindungi Windows dari virus dan malware berikut ini:
1. Ganti password aplikasi, khususnya administrator
Disarankan untuk mengganti password dengan karakteristik yang kuat. Jangan gunakan password yang mengandung unsur nama keluarga, tanggal lahir, hobi, atau pola sederhana lainnya. Sebab, password tersebut kurang aman dan lebih mudah disusupi malware.
2. Update Patches Windows
Update patches dilakukan untuk pembaharuan keamanan berupa perbaikan windows dari kerentanan. Anda memperbaruinya dengan mengikuti langkah-langkah berikut:
Klik tombol Start atau Windows yang ada di sisi kiri bawah layar.
Buka menu Settings atau pengaturan yang ditandai dengan ikon roda gigi.
Setelah masuk menu Settings, klik pilihan Update & Security.
Klik opsi Windows Update yang ada di sidebar sebelah kiri.
Klik Check for Updates, jika perangkat Anda memang menerima update baru, maka update tersebut akan secara otomatis diunduh.
3. Update Web Browser Version
Menjaga web browser selalu ter-update merupakan langkah penting untuk menghindari serangan malware. Sebab, Web Browser yang out the date mempunyai kerentanan keamanan yang serius.
4. Rutin lakukan pemindaian sistem
Rutinlah melakukan pemindaian sistem menggunakan perangkat lunak antivirus. Ini dilakukan guna mendeteksi dan menghapus malware yang menyusup di sistem operasi Windows.
Baca juga: Antivirus Gratis Terbaik, Ini Rekomendasinya untuk Windows
(MSD)
