Konten dari Pengguna

7 Ciri-Ciri HP Refurbish, Kenali Sebelum Membeli

How To Tekno

How To Tekno

How to tekno

·waktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari How To Tekno tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi HP refurbish. Foto: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi HP refurbish. Foto: Unsplash

Membeli HP secara online menawarkan kemudahan serta pilihan harga yang lebih beragam dibandingkan toko fisik. Meski begitu, calon pembeli tetap perlu waspada terhadap perangkat refurbish yang ditawarkan sebagai unit baru di sejumlah platform e-commerce.

Karena itu, calon pembeli perlu lebih cermat sebelum melakukan transaksi agar perangkat yang dipilih sesuai dengan keterangan produk. Lantas, apa saja ciri-ciri HP refurbish yang perlu diketahui? Agar tidak keliru, yuk simak informasi selengkapnya lewat artikel ini!

Ciri-Ciri HP Refurbish

Ilustrasi ciri-ciri HP refurbish. Foto: Unsplash

Disadur dari Mobile Wholesale, HP refurbish adalah perangkat yang sebelumnya pernah dikembalikan karena alasan tertentu, seperti cacat produksi atau rusak. HP tersebut kemudian diperbaiki dan diuji oleh produsen atau pihak bersertifikat sebelum kembali dijual.

Agar tidak keliru membeli HP refurbish yang dikira sebagai unit baru, berikut ciri-ciri yang dapat dikenali.

1. Kemasan Bukan Bawaan Resmi

HP refurbish dapat menggunakan kotak atau aksesori yang berbeda dari paket penjualan resmi.

Kemasan mungkin terlihat sudah pernah dibuka, memiliki label generik, atau tidak dilengkapi manual dan kartu garansi seperti unit baru.

2. Nomor IMEI Tidak Sesuai

Nomor IMEI dan nomor seri pada HP refurbish dapat menunjukkan riwayat penggunaan sebelumnya. Ketidaksesuaian antara nomor pada perangkat, pengaturan, dan kemasan bisa menjadi salah satu petunjuk bahwa unit tersebut bukan produk baru.

3. Fisik Menunjukkan Bekas Perbaikan

Bagian bodi HP refurbish mungkin memiliki goresan, penyok, atau bekas pemakaian lainnya.

Celah pada bodi yang kurang rapat, bekas pembukaan casing, atau perbedaan warna dan tekstur komponen dapat mengindikasikan adanya proses perbaikan. Kondisi kamera, tombol, dan port juga mungkin tidak seragam dengan unit baru.

4. Garansi Bukan Garansi Resmi

HP refurbish dapat memiliki ketentuan garansi yang berbeda dari unit baru. Garansi dari pihak ketiga atau masa perlindungan yang lebih singkat bisa menjadi petunjuk bahwa perangkat bukan unit baru.

5. Kondisi Baterai Tidak Optimal

Baterai HP refurbish dapat menunjukkan tanda pemakaian atau menggunakan komponen pengganti. Daya yang lebih cepat berkurang, perangkat mudah panas, atau proses pengisian yang lebih lambat dapat menunjukkan kondisi baterai yang sudah tidak seperti unit baru. Pada beberapa kasus, baterai pengganti juga memiliki kapasitas atau karakteristik yang berbeda.

6. Performa Perangkat Tidak Seperti Unit Baru

HP refurbish terkadang memiliki perubahan pada perangkat lunak atau komponen setelah proses perbaikan. Hal ini dapat terlihat dari kinerja yang kurang responsif, gangguan pada kamera atau speaker, hingga masalah konektivitas Wi-Fi.

7. Banderol di Bawah Harga Normal

Salah satu hal yang patut diperhatikan adalah harga jual yang jauh di bawah kisaran pasar.

HP refurbish memang cenderung lebih terjangkau karena sebelumnya pernah digunakan dan menjalani proses perbaikan. Selisih harga yang terlalu besar dibandingkan unit baru bisa menjadi petunjuk mengenai kondisi perangkat.

Baca juga: 7 Tips Membeli HP Bekas yang Penting Diketahui

(RK)