Algoritma Bubble Sort: Cara Kerja dan Contohnya

How to tekno
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari How To Tekno tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Algoritma buble sort adalah model algoritma untuk pengurutan data. Jenis algoritma ini dikenal sebagai algoritma pengurutan sederhana dalam penyusunan data.
Agar lebih jelas, artikel ini akan membahas tentang algoritma buble sort hingga cara kerja dan contohnya. Jadi, simak penjelasannya sampai selesai agar bisa memahami jenis algoritma komputer tersebut.
Pengertian Algoritma Bubble Sort
Menyadur dari buku Konsep Dasar Algoritma dan Pemrograman dengan bahasa Java oleh Evi Lestari Pratiwi, algoritma bubble sort adalah salah satu metode dalam pengurutan suatu data dengan cara membandingkan sebuah data dengan sebelahnya.
Selanjutnya data tersebut ditukar kembali jika berada dalam urutan yang dinilai masih salah. Namun, jika tak ada pertukaran data kembali, artinya data-data yang disajikan terurut.
Dengan jenis algoritma ini, pengguna dapat mengurutkan sebuah bilangan dari kecil sampai besar (Ascending) maupun bilangan besar sampai kecil (Descending).
Masih dari sumber yang sama, algoritma bubble sort juga memiliki prinsip yang perlu dipahami pengguna, yaitu:
Jumlah proses yang dilakukan sama dengan banyaknya bilangan dikurang 1
Setiap proses yang dilakukan, jumlah pertukaran bilangannya sama dengan banyaknya bilangan.
Meski deretan bilangan tersebut tersortir, pengurutan data tetap dilakukan.
Selain itu, tak ada perbedaan cara untuk Bubble sort Ascending dan Descending.
Baca Juga: Notasi Write Digunakan untuk Proses Apa? Ini Jawabannya
Cara Kerja Algoritma Bubble Sort dan Contohnya
Berdasarkan buku Belajar Algoritma Pemrograman dengan Menggunakan Phyton oleh Windra Swastika, cara kerja algoritma bubble sort adalah dengan memeriksa setiap rangkaian elemen yang berdeketan dalam string atau garis dari kiri ke kanan.
Intinya algoritma ini mengubah posisi yang tak berurutan. Dikutip dari laman Product Plan, saat angka X dibandingkan dengan angka Y terdekat dengan kondisi X lebih tinggi dari pada Y, keduanya ditukar kemudian algoritma dimulai kembali.
Pertukaran tersebut dilakukan berulang hingga seluruh rentang angka disortir sesuai kebutuhan. Bila ingin mengatur angka 1, 3, 2,4 menjadi urutan naik, algoritma buble sort akan berjalan dengan menukar 3 dan 2. Hasilnya akan terbentuk angka 1, 2, 3, dan 4.
Namun, pada matrik lain penukaran bisa terjadi beberapa kali. Contoh lainnya angka yang dipakai adalah 3, 1, 4, 2 dan berjalan tiga kali.
Prosesnya, yaitu menukar angka 3 dan 1. Setelah itu, tukar angka 4 dan 2. Terakhir, tukar angka 3 dan 2. Jadi angka tersebut menjadi 1, 2, 3, dan 4.
Dikutip dari laman tutorialspoint.com, dalam sistem komputer algoritma bubble sort bisa dibentuk dengan transkrip kode berikut ini.
begin BubbleSort(list)
for all elements of list
if list[i] > list[i+1]
swap(list[i], list[i+1])
end if
end for
return list
end BubbleSort
Algoritma ini terbilang sederhana karena membutuhkan beberapa baris sehingga mudah dibaca. Namun, algoritma ini dinilai tak efisien bila data yang diolah memiliki angka lebih besar.
(IPT)
