Apakah Chipset HP bisa Diganti? Begini Penjelasannya

How to tekno
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari How To Tekno tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Informasi apakah chipset HP bisa diganti umumnya dicari pengguna yang merasa ponselnya sudah melambat sehingga mereka ingin meningkatkannya dengan mengganti ke cip yang lebih baru dan canggih.
Lantas, apakah chipset HP bisa diganti? Artikel ini akan menjawab pertanyaan tersebut, tetapi sebelumnya simak tentang apa itu chipset di HP dan informasi lainnya di bawah ini.
Sekilas tentang Chipset di HP
Chipset adalah komponen yang sangat penting di HP, bahkan disebut sebagai otak perangkat. Dikutip dari techopedia.com, chipset dirancang khusus untuk motherboard. Kedua komponen tersebut harus kompatibel dengan CPU agar tak ada kegagalan sistem pada perangkat.
Pada sebuah cip, terdiri dari dua bagian, yaitu southbridge dan northbridge. Southbridge menangani koneksi motherboard yang lambat, termasuk keluaran dan masukkan, periferal komputer, dan lainnya.
Sementara northbridge yang dikenal dengan hub pengontrol memori berfungsi menangani persyaratan interaksi komputer yang lebih cepat, mengontrol komunikasi di CPU, RAM, ROM, dan lainnya, serta menghubungkan sinyal keluaran dan masukkan ke CPU.
Melihat dari penjelasan tersebut, bisa disimpulkan bahwa fungsi cip sangat penting dalam sebuah perangkat. Semakin teknologi berkembang, cip yang terpasang di ponsel pintar pun semakin canggih. Hal ini untuk meningkatkan pengalaman pengguna.
Baca Juga: Urutan Chipset Snapdragon, Lengkap dengan Tingkatannya
Apakah Chipset HP bisa Diganti?
Melihat semakin banyaknya fungsi gawai, tak hanya untuk bertukar pesan, pabrikan cip pun menciptakan produk yang lebih canggih. Hal ini membuat pengguna ingin mengetahui apakah chipset HP bisa diganti?
Dikutip dari gadgetfaculty.com, chipset di ponsel sulit dan hampir tak mungkin diganti atau dimutakhirkan. Secara lebih rinci berikut penjelasan untuk menjawab apakah chipset HP bisa diganti atau tidak:
Motherboard ponsel hanya bisa bekerja dengan CPU tertentu dan CPU yang berbeda tak akan cocok dengan pinout di perangkat elektronik lainnya. Bahkan, CPU yang sama dapat memiliki versi firmware berbeda yang menyebabkan hal tersebut tak bisa dilakukan.
Lalu, prosesor atau CPU di ponsel berada dalam system-on-chip (SoC) dengan banyak komponen lainnya, seperti GPU, modem jaringan, driver tampilan, dan lainnya.
Untuk mengganti CPU tersebut, pengguna harus mengganti semua komponen SoC, tetapi hal ini dapat membuat komplikasi pada ponsel pintar. Pada paket SoC, di dalamnya terdapat ratusan pin yang terlalu berdekatan.
Ketika mengganti, diperlukan peralatan penyolderan dan pematrian khusus. Peralatan tersebut termasuk mahal dan umumnya hanya dimiliki layanan perbaikan skala besar dan produsen telepon.
Selain itu, pematrian SoC dapat merusak perangkat elektronik lain. Belum lagi masalah kecocokan SoC dengan firmware dalam perangkat.
Alasan tersebut yang membuat pengguna tak bisa mengganti chipset atau menggantinya ke yang lebih canggih.
(NSF)
