Konten dari Pengguna

Aturan Penulisan Sub Bab yang Benar, Ini Penjelasannya

How To Tekno

How To Tekno

How to tekno

·waktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari How To Tekno tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi penulisan sub bab yang benar. Foto: Unsplash.
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi penulisan sub bab yang benar. Foto: Unsplash.

Sub bab adalah salah satu elemen penting dalam penyusunan karya tulis ilmiah maupun dokumen formal. Keberadaan sub bab membantu penulis menyusun isi tulisan secara sistematis sehingga pembaca lebih mudah mengikuti alur pembahasan.

Penulisan sub bab yang benar juga memiliki aturan format dan sistem penomoran tersendiri. Simak penjelasannya berikut ini!

Aturan Penulisan Sub Bab yang Benar

Ilustrasi penulisan sub bab yang benar. Foto: Unsplash.

Dirangkum dari berbagai sumber, ini aturan format penulisan bab, sub bab, dan anak sub bab yang perlu diperhatikan:

  • Bab ditulis menggunakan huruf kapital seluruhnya, dicetak tebal, dan diletakkan di tengah bagian atas halaman tanpa diakhiri tanda titik.

  • Subbab ditulis dengan huruf kapital pada awal setiap kata, kecuali kata hubung dan kata depan yang tetap ditulis menggunakan huruf kecil.

  • Judul subbab dicetak tebal, diletakkan sejajar dengan naskah tanpa indentasi, dan tidak diakhiri tanda titik.

  • Anak subbab ditulis dengan format seperti teks isi naskah pada umumnya, tetapi dicetak tebal untuk membedakannya dari isi naskah.

  • Kalimat pertama setelah judul dimulai pada alinea baru. Ketentuan ini berlaku pada setiap tingkat judul.

  • Subbab dan anak subbab tidak boleh terpisah dari uraian yang mengikutinya. Jika ruang yang tersisa pada halaman tidak mencukupi untuk memuat judul beserta uraian, judul dipindahkan ke halaman berikutnya.

Contoh Penulisan Sub Bab

Ilustrasi penulisan sub bab yang benar. Foto: Unsplash.

Sistem penomoran sub bab disusun berjenjang dari tingkat umum menuju tingkat spesifik dengan urutan sebagai berikut:

  • Angka romawi (I, II, III) untuk penomoran bab

  • Huruf kapital (A, B, C) untuk penomoran sub bab

  • Angka (1, 2, 3) untuk anak sub bab

  • Huruf kecil (a, b, c) untuk level selanjutnya

  • Format (1), (2), (3) dilanjutkan (a), (b), (c) untuk level berikutnya

  • Format (1), (2), (3) hingga (a), (b), (c) untuk level terakhir

Contoh penerapan bab, sub bab, dan anak sub bab, dapat dilihat pada struktur berikut ini:

  • BAB II. METODE PENELITIAN (Bab)

    • A. Jenis Penelitian (Sub Bab)

    • B. Sumber Data (Sub Bab)

      1. Data Primer (Anak Sub Bab)

      2. Data Sekunder (Anak Sub Bab)

Cara Membuat Sub Bab di Microsoft Word

Ilustrasi penulisan sub bab yang benar. Foto: Unsplash.

Microsoft Word menyediakan fitur untuk membuat format sub bab secara otomatis dengan langkah-langkah sebagai berikut:

  1. Ketik judul bab utama, misalnya "BAB I PENDAHULUAN". Blok teksnya, lalu di tab Home bagian Styles, pilih Heading 1.

  2. Di bawahnya, ketik judul sub bab, misalnya "1.1 Latar Belakang". Blok teks tersebut.

  3. Masih di tab Home > Styles, pilih Heading 2 untuk sub bab ini.

  4. Jika ada bagian yang lebih rinci lagi (misalnya "1.1.1 Rumusan Masalah"), blok teksnya lalu pilih Heading 3.

  5. Klik kanan pada style Heading di panel Styles > Modify untuk mengubah font, ukuran, atau spasi sesuai format yang diinginkan.

  6. Jika ingin penomoran otomatis seperti 1.1, 1.2, 1.1.1, gunakan Home > Multilevel List lalu pilih format yang sesuai dengan heading.

  7. Setelah semua heading diterapkan, buka tab References > Table of Contents, pilih format otomatis, dan Word akan menyusun daftar isi berdasarkan Heading 1, 2, 3 yang sudah dibuat.

(FHK)

Baca juga: Fungsi VLOOKUP dan HLOOKUP di Microsoft Excel