Cara Mengatasi Laptop Lemot, Ini Solusinya

How to tekno
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari How To Tekno tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Laptop lemot bisa mengganggu produktivitas saat harus menyelesaikan pekerjaan dalam waktu terbatas. Berbagai kondisi yang sering terjadi, di antaranya proses booting yang lama, aplikasi lambat merespon, hingga sistem sering mengalami freeze.
Sebelum membawanya ke tempat servis, ada beberapa cara mengatasi laptop lemot yang bisa dicoba sendiri. Simak penyebab dan langkah-langkah mengatasi laptop lemot berikut ini!
Penyebab Laptop Menjadi Lemot
Ada beberapa penyebab yang membuat performa laptop menurun, di antaranya:
RAM tidak mencukupi sehingga sistem terpaksa menggunakan hard drive sebagai memori tambahan yang membuat proses jauh lebih lambat dibandingkan penggunaan RAM biasa.
Hard drive yang hampir penuh atau mengalami fragmentasi karena sistem membutuhkan ruang kosong minimal 10 hingga 20 persen agar berjalan lancar.
Terlalu banyak program yang berjalan di latar belakang, seperti program yang otomatis aktif saat sistem dinyalakan.
Keberadaan malware atau virus yang menguras kapasitas pemrosesan sistem.
Sistem operasi yang usang dan belum diperbarui.
Penumpukan debu penyebab overheating yang menurunkan performa laptop.
Cara Mengatasi Laptop Lemot
Bersumber dari laman HP, Lenovo, dan HONOR, berikut langkah-langkah yang dapat dilakukan untuk mengatasi laptop lemot:
Restart laptop secara berkala untuk membersihkan file sementara dan membebaskan RAM yang terpakai.
Periksa kapasitas RAM melalui Task Manager, lalu pertimbangkan upgrade apabila kapasitas kurang dari 8GB.
Bersihkan ruang penyimpanan dengan menghapus file sementara, cache, maupun program yang sudah tidak digunakan.
Nonaktifkan program yang otomatis berjalan saat startup melalui menu Task Manager.
Perbarui sistem operasi secara rutin agar mendapatkan pembaruan keamanan terbaru.
Lakukan pemindaian malware menggunakan antivirus tepercaya untuk menghapus ancaman yang kemungkinan bersembunyi di sistem.
Kurangi jumlah tab dan ekstensi pada browser yang dapat membebani penggunaan memori.
Sesuaikan pengaturan daya dengan memilih mode High Performance atau Balanced dibandingkan Power Saver.
Bersihkan bagian ventilasi laptop untuk mencegah overheating akibat penumpukan debu.
Pertimbangkan upgrade ke SSD apabila laptop masih menggunakan hard drive konvensional agar proses booting dan loading aplikasi lebih cepat.
Jika seluruh langkah di atas belum berhasil, opsi terakhir yang dapat dilakukan adalah reset sistem operasi ke pengaturan awal. Cadangkan data-data penting terlebih dahulu sebelum melakukan proses reset agar tidak kehilangan file berharga.
Tips Mencegah Laptop Kembali Lemot
Adapun beberapa kebiasaan perawatan yang dapat diterapkan agar laptop tidak mudah lemot, di antaranya:
Sisakan ruang penyimpanan minimal 20 persen agar sistem dapat berjalan lancar saat melakukan transfer file atau pembaruan sistem.
Perbarui software dan driver secara berkala agar laptop senantiasa mendapatkan perbaikan bug dan peningkatan keamanan terbaru.
Bersihkan laptop setiap beberapa bulan sekali untuk mencegah penumpukan debu yang dapat menyebabkan overheating.
Gunakan antivirus untuk melindungi laptop dari ancaman malware yang dapat menurunkan performa sistem.
(FHK)
Baca juga: Cara Menghapus Halaman Kosong di Word dengan Mudah dan Praktis
