Konten dari Pengguna

Firewall: Pengertian, Fungsi, dan Jenis-jenisnya

How To Tekno

How To Tekno

How to tekno

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari How To Tekno tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi firewall adalah. Foto: Unsplash.
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi firewall adalah. Foto: Unsplash.

Firewall adalah perangkat keamanan jaringan yang bertugas memantau, memfilter, dan mengontrol lalu lintas data yang masuk maupun keluar berdasarkan aturan keamanan yang telah ditentukan. Fungsi utama firewall adalah membangun penghalang antara jaringan internal yang terpercaya dengan jaringan eksternal yang tidak terpercaya sehingga mencegah akses tidak sah sejak awal.

Jika tidak ada firewall, siapa pun berpotensi mengakses sumber daya jaringan tanpa otorisasi yang jelas sehingga risiko kebocoran data maupun serangan siber meningkat. Simak penjelasan lengkapnya berikut ini!

Bagaimana Firewall Bekerja?

Ilustrasi firewall adalah. Foto: Unsplash.

Firewall bekerja dengan cara memeriksa paket data real-time, lalu mencocokkannya dengan kriteria yang sudah ditetapkan, seperti alamat IP sumber dan tujuan, nomor port, hingga jenis protokol. Paket yang tidak memenuhi kriteria tersebut akan langsung diblokir, baik saat mencoba masuk maupun keluar dari jaringan.

Mengutip laman Cloudflare, firewall ditempatkan di antara jaringan yang terpercaya dan internet sehingga seluruh arus data bisa diawasi. Posisi strategis ini membuat firewall mampu mendeteksi ancaman dari luar, seperti virus, phishing, dan serangan denial-of-service, serta mengawasi ancaman dari dalam jaringan.

Jenis-Jenis Firewall

Ilustrasi firewall adalah. Foto: Unsplash.

Seiring perkembangan teknologi, firewall telah melalui beberapa generasi dengan kemampuan yang terus meningkat. Berikut jenis-jenis firewall yang umum digunakan:

  • Stateless firewall (packet filtering): Memeriksa paket data satu per satu berdasarkan header, tanpa menyimpan konteks koneksi sebelumnya.

  • Stateful firewall: Melacak status koneksi aktif dan menganalisis konteks lalu lintas untuk mendeteksi ancaman.

  • Proxy firewall (application-level gateway): Bertindak sebagai perantara antara client dan server sehingga koneksi langsung antara keduanya bisa dicegah.

  • Next-generation firewall (NGFW): Menggabungkan kemampuan firewall tradisional dengan fitur tambahan, seperti deep packet inspection, intrusion prevention system, dan data loss prevention.

Microsoft Support menjelaskan bahwa firewall bisa berbentuk hardware maupun software. Kebanyakan perangkat modern bahkan menggunakan keduanya sekaligus.

Router yang menghubungkan jaringan rumah atau kantor ke internet berfungsi sebagai firewall hardware, sedangkan Windows dan macOS umumnya sudah memiliki firewall software bawaan.

Firewall vs Antivirus

Ilustrasi firewall adalah. Foto: Unsplash.

Firewall dan antivirus memiliki fungsi yang berbeda. Firewall mengontrol lalu lintas jaringan untuk mencegah akses yang tidak sah, sedangkan antivirus memindai perangkat untuk mendeteksi malware yang sudah masuk.

Keduanya saling melengkapi sehingga umumnya digunakan bersamaan. Kombinasi ini memberikan perlindungan lebih menyeluruh, mulai dari mencegah akses tidak sah hingga mendeteksi ancaman yang berhasil masuk ke perangkat.

(FHK)

Baca juga: Mengenal Haptik, Teknologi di Balik Getaran pada Perangkat