Konten dari Pengguna

Kapan Mode Dry AC Digunakan? Ini Penjelasannya

How To Tekno

How To Tekno

How to tekno

·waktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari How To Tekno tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Air Conditioner (AC). Foto: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Air Conditioner (AC). Foto: Unsplash

Air Conditioner (AC) dibekali dengan beberapa mode pengoperasian yang dapat disesuaikan dengan kondisi ruangan dan kebutuhan penggunanya. Salah satu pilihan yang tersedia adalah mode dry, yang berfungsi mengurangi kelembapan udara di dalam ruangan.

Dalam penggunaannya, mode dry pada AC umumnya beroperasi pada suhu 25–28 derajat Celsius (77–82 derajat Fahrenheit), bergantung pada pengaturan dan model perangkat. Lantas, kapan mode dry AC sebaiknya digunakan? Simak penjelasan lengkapnya berikut.

Kapan Mode Dry AC Digunakan?

Ilustrasi kapan mode dry AC sebaiknya digunakan? Foto: Shutterstock

Menyadur dari laman AQUA, mode dry pada AC merupakan fitur yang dirancang untuk mengurangi kelembapan udara di dalam ruangan tanpa menurunkan suhu secara signifikan. Dengan begitu, ruangan tetap nyaman tanpa terasa sedingin saat menggunakan mode cool.

Mode dry dapat digunakan ketika suhu ruangan sudah cukup nyaman, tetapi udara masih terasa lembap dan pengap. Beberapa kondisi yang sesuai untuk mengaktifkan mode ini antara lain:

  • Saat musim hujan: Kelembapan udara cenderung meningkat sehingga ruangan dapat terasa lebih lembap.

  • Di wilayah dekat perairan: Rumah yang berada di dekat pantai, danau, atau sungai dapat mengalami kelembapan udara yang tinggi.

  • Pada malam hari: Mode dry bisa menjadi pilihan ketika udara terasa lengket, tetapi penggunaan mode cool justru membuat ruangan terlalu dingin.

  • Setelah melakukan aktivitas tertentu: Memasak, mandi, atau mengeringkan pakaian di dalam rumah dapat menambah kelembapan udara.

Sebaliknya, hindari penggunaan mode dry ketika udara sudah cukup kering karena manfaatnya menjadi terbatas dan ruangan bisa terasa kurang nyaman. Jika hanya ingin menjaga sirkulasi udara tanpa mendinginkan ruangan atau mengurangi kelembapan, mode fan dapat menjadi alternatif yang lebih hemat energi.

Cara Menggunakan Mode Dry pada AC

Ilustrasi cara menggunakan mode dry pada AC. Foto: Unsplash

Disadur dari laman Sensibo, mengaktifkan mode dry pada AC umumnya dapat dilakukan melalui beberapa langkah sederhana berikut.

1. Pilih Mode Dry pada Remote AC

Tekan tombol Mode pada remote hingga layar menampilkan tulisan Dry, Dehumidify, atau simbol tetesan air. Pada beberapa model AC, pengaturan tersebut juga dapat ditemukan pada panel unit indoor. Simbol tetesan air biasanya menjadi penanda mode dry.

2. Atur Suhu AC

Pengaturan suhu dapat disesuaikan sekitar 2–3 derajat Fahrenheit di atas suhu ruangan. Misalnya, jika suhu ruangan 76°F, atur AC pada kisaran 78–79°F. Namun, pengaturan yang sesuai dapat berbeda bergantung pada model perangkat.

3. Sesuaikan Durasi Penggunaan

Mode dry dapat dijalankan selama 2–3 jam terlebih dahulu, kemudian periksa kembali kondisi ruangan. Jika udara masih terasa lembap, durasi penggunaannya dapat disesuaikan. Sebaliknya, jika ruangan mulai terasa terlalu kering, mode ini bisa dimatikan lebih awal.

Baca juga: Mode AC Saat Ada Abu Vulkanik yang Aman, Begini Pengaturannya

(RK)