Psikologi Pendidikan dan Perkembangan: Multiple Intelligence

Mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari humairoh azzahra tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Multiple intelligence adalah teori yang diperkenalkan oleh Dr. Howard Gardner, seorang guru besar di bidang psikologi dari Universitas Harvard. Ia menyebutkan bahwa intelegensi bukanlah suatu kesatuan tunggal yang bisa diukur secara sederhana hanya dengan tes IQ. Menurut definisi Dr. Gardner, intelegensi adalah suatu kapasitas untuk memecahkan permasalahan atau membuat produk yang bernilai dalam banyak latar budaya.
Menurut Gardner, terdapat 8 macam multiple intelligence, yaitu:
Kecerdasan linguistik, kecerdasan ini adalah kemampuan seseorang dalam menggunakan bahasa dan mengolah kata-kata, baik secara lisan maupun tulisan.
Kecerdasan logika, kecerdasan ini adalah kemampuan seseorang dalam menggunakan logika atau penalaran dalam berfikir kritis.
Kecerdasan visual spasial, kecerdasan ini berhubungan dengan visual atau indera pandang, kecerdasan ini berhubungan dengan imajinasi dan indra pandang.
Kecerdasan musical, kecerdasan ini berkaitan dengan kepekaan seseorang terhadap suara, musik, ritme, dan nada.
Kecerdasan kinestetik, kecerdasan ini adalah kemampuan seseorang mengolah tubuh dan ekspresi untuk mengekspresikan perasaan.
Kecerdasan interpersonal, kecerdasan ini berkaitan dengan kemampuan seseorang berinteraksi dengan orang lain.
Kecerdasan intrapersonal, kecerdasan ini adalah kemampuan seseorang memahami dirinya sendiri, mengetahui apa kelebihan dan kekurangannya, dan apa yang membuat dirinya unik.
Kecerdasan naturalis, kecerdasan ini adalah kepekaan seseorang terhadap alam di sekitarnya.
Multiple intelligence dapat terindikasi setidaknya melalui dua cara, yaitu melalui hasil tes kemampuan dan melalui kreativitas yang dapat langsung terlihat melalui aktivitas kesehariannya. Selain itu, jika membahas mengenai multiple intelligence, tentu tidak terlepas dari prestasi. Prestasi sendiri menurut Sardiman A.M adalah kemampuan nyata yang merupakan hasil interaksi antara berbagai faktor yang memengaruhi, baik dari dalam maupun dari luar individu.
Seseorang yang memaksimalkan tipe kecerdasan yang dimilikinya tentu akan mudah menjadi seseorang yang berprestasi. Begitu pula sebaliknya, seseorang yang malas atau enggan memaksimalkan tipe kecerdasannya, tentu akan sulit untuk menjadi seseorang yang berprestasi. Oleh karena itu, amat penting bagi setiap orang untuk mengenali tipe kecerdasannya dan berusaha untuk memaksimalkan potensi yang dimilikinya.
