Konten dari Pengguna

Psikologi Pertumbuhan dan Perkembangan: Children with Special Needs

humairoh azzahra

humairoh azzahra

Mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari humairoh azzahra tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Psikologi Pertumbuhan dan Perkembangan: Special Needs - foto berasal dari dokumen pribadi
zoom-in-whitePerbesar
Psikologi Pertumbuhan dan Perkembangan: Special Needs - foto berasal dari dokumen pribadi

Children with special needs atau yang lebih dikenal dengan anak berkebutuhan khusus adalah kondisi di mana seorang anak memiliki karakteristik yang berbeda dari anak pada umumnya. Perbedaan karakteristik khusus ini biasanya terletak pada perbedaan mental, emosi, kemampuan intelektual, dan/atau fisik. Perbedaan khusus ini tentu saja membutuhkan adanya penangan khusus, salah satunya dalam hal pelayanan pendidikan.

Terdapat beberapa tipe children with special needs atau anak berkebutuhan khusus, yaitu:

  1. Tunanetra, atau seseorang dengan keterbatasan pada kemampuan penglihatan, baik sebagian maupun total. Kondisi ini menekan penderitanya untuk berfokus pada peningkatan kemampuan pendengaran dan perabaan.

  2. Tunarungu, atau seseorang dengan keterbatasan pada kemampuan pendengaran, baik ringan, sedang, maupun berat. Beberapa orang dengan kondisi ini umumnya juga menderita tunawicara. Cara berkomunikasi dengan penderitanya adalah dengan bahasa isyarat.

  3. Tunagrahita, atau seseorang dengan keterbatasan pada kemampuan intelektual. Kondisi ini menyebabkan penderitanya kesulitan untuk beradaptasi selama masa perkembangan.

  4. Tunadaksa, atau seseorang dengan keterbatasan pada fungsi gerak tubuh. Tunadaksa meliputi cerebral palsy, lumpuh, polio, dan lain sebagainya.

  5. Tunalaras, atau seseorang dengan keterbatasan pada kemampuan mengendalikan emosi. Kondisi tunalaras umumnya dapat dilihat dengan adanya perilaku menyimpang atau perilaku yang tidak seperti individu pada umumnya.

Itu dia beberapa tipe anak berkebutuhan khusus. Selain dari kelima itu, sebenarnya masih banyak macam anak berkebutuhan khusus lainnya. Anak berkebutuhan khusus lainnya seperti penderita autisme, penderita ADHD (Attention Deficit Hyperactivity Disorder), penderita OCD (Obsessive-Compulsive Disorder), dan lainnya.

Penanganan bagi anak berkebutuhan khusus tentu tidak bisa sepenuhnya disamaratakan dengan anak normal lainnya. Meski begitu, bukan berarti para anak berkebutuhan khusus tidak bisa bersaing dengan anak lainnya. Mereka tetap memiliki peluang yang sama dalam setiap aspek kehidupan, salah satunya pendidikan.

Oleh karena itu, pelayanan pendidikan yang tepat sangat dibutuhkan bagi anak berkebutuhan khusus. Pelayanan pendidikan untuk anak berkebutuhan khusus dibagi menjadi dua tipe, yaitu pendidikan eksklusif dan pendidikan inklusif. Baik eksklusif maupun inklusif keduanya tentu diharapkan dapat menunjang perkembangan setiap individu. Salah satu yang dapat dilakukan adalah dengan menyediakan sarana dan prasarana yang tepat dan memadai, guna menunjang proses pembelajaran.