Konten dari Pengguna

BEM FIKes dan FST UNISA Yogya Gelar Aksi Bersih Pantai Bersama Tim SAR Bantul

Unisa Yogyakarta
Universitas Aisyiyah Yogyakarta (UNISA) sebagai sebuah institusi pendidikan tinggi berdiri sejak 6 Juni 1991. Dengan pengalaman lebih dari 30 tahun UNISA Yogyakarta bertransformasi menjadi sebuah universitas berwawasan kesehatan.
3 Juni 2024 10:23 WIB
·
waktu baca 3 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Tulisan dari Unisa Yogyakarta tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
ADVERTISEMENT
sosmed-whatsapp-green
kumparan Hadir di WhatsApp Channel
Follow
Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKes) dan BEM Fakultas Sains dan Teknologi (FST) Universitas ‘Aisyiyah (UNISA) Yogyakarta mengadakan kegiatan bersih Pantai di Pantai Baros, Tirtohargo, Kretek, Bantul (26/5). Kegiatan tersebut bekerjasama dengan beberapa relawan dari Tim SAR DIY Distrik Bantul yang kemudian kita sebut Bersantai (Bersih-bersih Pantai) 2024.
mahasiswa Unisa dan Tim SAR Bantul membersihkan Pantai

Bersih Pantai

ADVERTISEMENT
Kurnia Regita, selaku ketua panitia mengungkapkan bahwa kegiatan ini merupakan program kerja departemen Asosma (Agama, Sosial, dan Masyarakat) BEM FIKes UNISA Yogyakarta yang kemudian berkolaborasi dengan BEM FST UNISA Yogyakarta dengan mengimplementasikan aksi sosial.
“Alhamdulilah kegiatan ini mendapat dukungan dari beberapa elemen dan disambut baik dengan antusiasme dari pengelola terkait aksi kami berupa membersihkan sampah laut di pesisir Pantai dan menanam beberapa bibit tanaman hidup,” ungkap Regita.
Anindya Gita Fakhira selaku Gubernur BEM FST UNISA Yogyakarta mengungkapkan peran organisasi yang berdampak untuk masyarakat, “Dengan berkolaborasinya BEM FST dan BEM FIKes ini tidak hanya sekedar membangun silaturahmi antar organisasi, namun juga menghasilkan program kerja yang berdampak bagi masyarakat, seperti acara BERSANTAI ini, dengan acara bersih-bersih pantai yang kemudian dilanjutkan penanaman pohon-pohon mangrove,” tutur Anin.
ADVERTISEMENT
Dalam sambutannya, Ilham Ramadan selaku Gubernur BEM FIKes UNISA Yogyakarta menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan aksi mahasiswa dalam penerapan peduli lingkungan.

Tim SAR Bantul

“Kegiatan ini kami inisiasi atas persoalan sampah yang masih selalu menjadi isu yang belum menemukan Solusi konkret di DIY. Harapannya dengan kegiatan kami ini, dapat menumbuhkan motivasi bagi mahasiswa lain untuk selalu meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan sekitar, termasuk lingkungan hidup,” kata Ilham.
Kegiatan ini juga didukung oleh Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan yang membantu mengirimkan beberapa tanaman hidup seperti Tabebuya dan Pucuk Merah. Dalam acara pembukaanya, kegiatan ini dihadiri oleh Septianto Wikan, Ph.D selaku perwakilan dari civitas Akademik UNISA Yogyakarta, serta Suwanta perwakilan dari Pangkalan Angkatan Laut (LANAL) Yogyakarta, dan juga Kepala Dinas Lingkungan Hidup Bantul Bambang Purwadi.
ADVERTISEMENT
Wikan mengapresiasi para mahasiswa yang peduli terhadap lingkungan, “Indonesia memiliki jumlah lautan yang lebih besar dibandingkan daratan, sehingga Indonesia memiliki garis pantai yang sangat panjang, jika bukan kita siapa lagi yang akan merawatnya. Mahasiswa dari BEM FIKes dan BEM FST sangat luar biasa, disela kesibukannya sebagai mahasiswa, mereka masih peduli terhadap masalah lingkungan, khususnya daerah pantai," tuturnya.
Suwanta menyampaikan bahwa, Kegiatan Bersantai 2024 ini tentunya mendukung tugas dari TNI AL yang mana menjaga ekosistem perairan serta kelestarian biota laut.
“Kegiatan seperti ini harus dicontoh oleh rekan rekan mahasiswa dan seluruh elemen masyarakat dalam rangka menjaga kelestarian lingkungan. Kami mengapresiasi teman teman mahasiswa dari BEM FIKes dan BEM FST UNISA karena telah memulai gerakan dalam menjaga kelestarian lingkungan, ucap Suwanta.
ADVERTISEMENT
Dengan dibukanya kegiatan tersebut para mahasiswa dan para relawan dari tim SAR DIY Distrik Bantul dibagi menjadi beberapa tim untuk melaksanakan bersih Pantai dan menanam mangrove. Hasilnya, beberapa sampah plastic yang berada di bibir pantai akan dikumpulkan yang kemudian akan dikelola oleh pihak yang berwenang.
Penanaman 50 bibit mangrove juga diharap dapat menghalau sampah laut yang masuk sehingga bibir Pantai akan terkesan bersih dan asri. Tentunya ini juga membantu melestarikan biota laut karena dengan adanya pohon mangrove ini akan membuat habitat ikan air payau tetap Lestari. Harapannya dengan terlaksananya kegiatanini, dapat menjadi motivasi untuk teman teman mahasiswa untuk selalu menebar kebermanfaatan.