Konten dari Pengguna

Kupas Mitos Jamu Hingga Sesar, FK UNISA Edukasi Bumil Kulon Progo

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Unisa Yogyakarta tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Edukasi kesehatan seputar kehamilan sering kali masih dibayangi mitos yang beredar di masyarakat. Menjawab keresahan tersebut, Fakultas Kedokteran berkolaborasi dengan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas ’Aisyiyah (UNISA) Yogyakarta menggelar kegiatan Community Development di Desa Binaan Sewu Galur, Kulon Progo, pada Selasa (22/9/2026).

Kegiatan pengabdian masyarakat yang dilaksanakan di Klinik Pratama ‘Aisyiyah Sewu Galur ini menjadi wadah untuk mengimplementasikan hasil riset dosen FK UNISA Yogyakarta mengenai pola konsumsi obat herbal pada ibu hamil. Penelitian yang melibatkan 105 wanita di Puskesmas Tempel I Sleman yang pernah hamil dalam kurun waktu 1 hingga 2 tahun, memiliki pola konsumsi herbal yang bervariasi berdasarkan jenis herbal (Obat Bahan Alam).

Community Development di Kulon Progo
zoom-in-whitePerbesar
Community Development di Kulon Progo

Mitos

Hasil studi mendapati bahwa jamu menjadi jenis herbal yang paling banyak dikonsumsi (46 persen), disusul suplemen kesehatan (36 persen), Obat Herbal Terstandar (16 persen), dan fitofarmaka (2 persen).

Mengenai keamanannya, mayoritas ibu (sekitar 64 persen) tidak merasakan adanya efek samping sama sekali, sementara sebagian kecil lainnya hanya merasakan efek ringan hingga sedang. Riset ini menyimpulkan bahwa pola konsumsi herbal sangat dipengaruhi oleh faktor usia ibu, namun tidak terbukti memicu timbulnya efek samping.

Temuan ini kian menegaskan pentingnya edukasi publik mengenai batas aman penggunaan herbal selama kehamilan hingga pasca melahirkan.

Rangkaian program edukasi ini diinisiasi oleh lintas Program Studi, yaitu Kedokteran, Anestesi, dan Radiologi. Pemilihan Galur sebagai desa binaan didasarkan pada pertimbangan strategis, mengingat UNISA sedang mengembangkan Rumah Sakit di Panjatan serta telah mengoperasikan dua klinik pratama di wilayah Kulon Progo.

Kaprodi Kedokteran UNISA Yogyakarta, dr. Adlina Karimina Nurul Husna, M.Biomed., menjelaskan bahwa acara ini difokuskan untuk memberikan literasi keselamatan bagi ibu hamil.

Pada sesi awal, dr. Adlina membawakan materi berjudul "Cerdas & Aman Konsumsi Jamu/Herbal bagi Ibu Hamil" guna menguraikan aturan konsumsi herbal. Selanjutnya, Anshor Nugroho, S.Kom., M.T., memaparkan materi "Bolehkan Ibu Hamil Rontgen?" untuk memberikan pemahaman terkait keamanan prosedur radiologi.

Rangkaian materi kemudian ditutup oleh Endah Tri Wulandari,S.Kep.,Ns.,M.N.Sc melalui presentasi "Bila Ibu harus Sectio Caesarea, Apakah yang Perlu Dipersiapkan?" untuk membekali kesiapan fisik dan mental peserta jika harus menghadapi persalinan caesar.

"Kami ingin meningkatkan pemahaman para ibu hamil agar mereka dapat mengambil keputusan yang tepat dan aman selama masa kehamilan hingga persalinan," ujar dr. Adlina.

Suasana penyuluhan berlangsung cair dan interaktif. Sebanyak 32 peserta yang terdiri dari ibu hamil, ibu menyusui, kader kesehatan, dan perwakilan kader ’Aisyiyah antusias menyimak pemaparan narasumber sekaligus memanfaatkan ruang diskusi untuk mengonfirmasi berbagai mitos kesehatan.

Melalui program pemberdayaan berkelanjutan ini, pengetahuan para ibu hamil hingga bersalin diharapkan semakin mantap sebagai bentuk komitmen Catur Dharma UNISA Yogyakarta dalam menghadirkan pelayanan kesehatan masyarakat yang terintegrasi.