Konten dari Pengguna

Terapkan Teknologi Produksi, Dorong Kemandirian UMKM

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Unisa Yogyakarta tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Tim dosen Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta (UNISA) melaksanakan Program Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat bersama UMKM Estu SAE di Balecatur, Gamping, Sleman. Program ini menjadi salah satu upaya perguruan tinggi menghadirkan teknologi agar dapat dimanfaatkan secara langsung oleh masyarakat untuk meningkatkan kualitas dan daya saing usahanya.

UNISA Yogyakarta Gunakan Teknologi Dorong UMKM
zoom-in-whitePerbesar
UNISA Yogyakarta Gunakan Teknologi Dorong UMKM

Kegiatan tersebut merupakan Program Pengabdian kepada Masyarakat skema Pemberdayaan Berbasis Masyarakat, ruang lingkup Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat, tahun pendanaan 2026. Program dilaksanakan oleh tim dosen UNISA yang diketuai Nosa Septiana Anindita bersama Tika Ridha Hardiani dan Danur Wijayanto.

UMKM

Ketua tim pelaksana, Nosa Septiana Anindita, mengatakan bahwa teknologi yang dikembangkan dan dikuasai perguruan tinggi tidak seharusnya berhenti di lingkungan kampus. Teknologi perlu hadir di tengah masyarakat dan memberikan manfaat nyata, khususnya bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah.

“Teknologi tidak seharusnya hanya menjadi milik kampus atau berhenti di laboratorium. Masyarakat juga berhak memperoleh akses dan merasakan manfaatnya. Melalui program ini, kami berupaya membawa pengetahuan dan teknologi tersebut agar dapat digunakan oleh mitra untuk mengembangkan usahanya secara mandiri,” kata Nosa.

UMKM Estu SAE merupakan usaha produktif yang bergerak dalam pengolahan minuman berbahan alam. Dalam pengembangannya, mitra menghadapi kebutuhan untuk menambah variasi produk, memperkuat standardisasi proses produksi, serta memperluas jangkauan pemasaran.

Menjawab kebutuhan tersebut, tim PKM UNISA melakukan pendampingan secara bertahap, mulai dari pemetaan kondisi usaha, pengembangan produk, penguatan proses produksi, penyusunan dokumen produksi, hingga pendampingan kemasan dan pemasaran.

Program ini juga menerapkan teknologi berupa peralatan penunjang produksi yang disesuaikan dengan kebutuhan mitra. Penerapan teknologi tidak hanya diwujudkan melalui penyerahan peralatan, tetapi juga disertai pelatihan, uji fungsi, praktik penggunaan, dan pendampingan agar teknologi tersebut benar-benar dapat dimanfaatkan oleh UMKM Estu SAE.

Dalam proses produksi, tim mendorong penerapan prinsip Good Manufacturing Practices atau GMP serta penggunaan Standard Operating Procedure atau SOP. Penerapan kedua prinsip tersebut diharapkan dapat membantu mitra menjalankan proses produksi secara lebih terarah, higienis, terdokumentasi, dan konsisten.

“Tujuan kami bukan hanya menambah peralatan produksi, tetapi membangun sistem kerja yang dapat dijalankan secara berkelanjutan oleh mitra. Dengan GMP, SOP, dan pencatatan produksi yang baik, mutu produk dapat lebih terjaga dan setiap prosesnya dapat ditelusuri,” jelas Nosa.

Melalui rangkaian pendampingan tersebut, UMKM Estu SAE berhasil mengembangkan produk baru berupa SAE Kopi Hitam Rempah dan JJS, minuman instan berbahan jahe, jeruk nipis, dan serai. Kedua produk dikembangkan dengan menggabungkan pengalaman mitra dalam mengolah bahan alam dan pendampingan teknologi dari tim PKM UNISA.

Produk yang dihasilkan telah dipersiapkan melalui proses produksi yang lebih terarah serta didukung dengan pengembangan identitas dan kemasan. Dengan kesiapan tersebut, produk baru Estu SAE diharapkan mampu menjangkau konsumen yang lebih luas dan siap dipasarkan melalui kanal penjualan luring maupun daring.

Penanggung jawab UMKM Estu SAE, Nurrohmah Dwi Mahesti, menyambut baik pendampingan yang diberikan oleh tim dosen UNISA. Menurutnya, program tersebut tidak hanya memberikan dukungan peralatan, tetapi juga menambah pengetahuan dan keterampilan mitra dalam mengembangkan produk dan mengelola proses produksi.

“Alhamdulillah, kami sangat bersyukur atas pendampingan dan bantuan yang diberikan. Kami memperoleh banyak pengetahuan baru, mulai dari pengembangan produk, penggunaan peralatan, proses produksi, sampai persiapan pemasaran. Semoga produk-produk baru Estu SAE dapat berkembang dan diterima oleh masyarakat,” ujar Nurrohmah.

Ke depan, pendampingan akan diarahkan pada penguatan konsistensi produksi, penyempurnaan dokumentasi, pengembangan pemasaran digital, serta perluasan jaringan penjualan melalui toko oleh-oleh, ritel, dan kanal pemasaran daring.

Kolaborasi antara perguruan tinggi dan UMKM ini diharapkan menjadi contoh bahwa implementasi teknologi dapat memberikan dampak nyata ketika dilakukan sesuai kebutuhan masyarakat. Melalui pendekatan yang partisipatif, teknologi tidak hanya diserahkan kepada mitra, tetapi dipahami, digunakan, dan dikembangkan untuk memperkuat kemandirian usaha.

Kegiatan ini didukung dan didanai oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, melalui pendanaan Program Pengabdian kepada Masyarakat Tahun 2026.