Konten dari Pengguna

Hasil Karya WBP Binaan Kanwil Ditjenpas DIY Curi Perhatian di Bantul Expo

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Warta PAS Yogyakarta tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

kakanwil ditjenpas memamerkan produk wib binaan lapas rutan se diy di bantul expo
zoom-in-whitePerbesar
kakanwil ditjenpas memamerkan produk wib binaan lapas rutan se diy di bantul expo

YOGYAKARTA – Siapa sangka, di balik tembok lembaga pemasyarakatan lahir beragam karya kreatif yang mampu bersaing dengan produk unggulan para pelaku usaha. Hal tersebut tampak dalam Bantul Creative Expo (BCE) 2026, di mana Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Daerah Istimewa Yogyakarta (Kanwil Ditjenpas DIY) menghadirkan pameran hasil karya Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) dari seluruh Unit Pelaksana Teknis Pemasyarakatan se-DIY di Stadion Sultan Agung (SSA) Bantul.

Pameran yang berlangsung mulai 1 hingga 9 Agustus 2026 ini merupakan hasil kolaborasi antara Kanwil Ditjenpas DIY dengan Pemerintah Kabupaten Bantul sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan ekonomi kreatif sekaligus pemberdayaan warga binaan melalui program pembinaan kemandirian.

Mengusung tema "Hamemangun Ekonomi, Hamemetri Budaya Edi, Tumuju Raharjania Nagari", Bantul Creative Expo tahun ini menjadi panggung bagi berbagai produk unggulan hasil pembinaan yang diproduksi oleh warga binaan dari Lapas, Rutan, Balai Pemasyarakatan (Bapas), hingga Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) di Daerah Istimewa Yogyakarta.

Beragam produk yang dipamerkan mulai dari kerajinan tangan, produk fesyen, olahan makanan, hingga berbagai karya kreatif lainnya berhasil menarik perhatian ribuan pengunjung. Tidak sedikit masyarakat yang terkejut mengetahui bahwa produk-produk berkualitas tersebut merupakan hasil kreativitas warga binaan yang tengah menjalani masa pembinaan.

Kepala Kanwil Ditjenpas DIY, Muhammad Ali Syeh Banna, mengatakan bahwa keikutsertaan dalam Bantul Creative Expo bukan sekadar mengikuti pameran, tetapi menjadi momentum untuk memperkenalkan hasil pembinaan pemasyarakatan kepada masyarakat sekaligus membuka peluang pasar yang lebih luas bagi produk warga binaan.

"Melalui kegiatan ini masyarakat dapat melihat secara langsung bahwa warga binaan memiliki potensi, keterampilan, dan kreativitas yang terus dikembangkan selama menjalani pembinaan. Harapannya, produk-produk mereka semakin dikenal sehingga mampu meningkatkan nilai ekonomi sekaligus menjadi motivasi bagi warga binaan untuk terus berkarya," ujarnya.

Menurutnya, manfaat yang dirasakan tidak hanya sebatas promosi produk. Hasil penjualan karya warga binaan akan memberikan premi kepada para pembuatnya sebagai bentuk penghargaan atas hasil kerja mereka. Premi tersebut dapat dimanfaatkan untuk membantu memenuhi kebutuhan keluarga maupun menjadi bekal ketika kembali ke tengah masyarakat.

"Semakin banyak produk yang terjual, semakin besar pula manfaat yang diterima warga binaan. Ini merupakan bentuk nyata bahwa pembinaan kemandirian memberikan dampak ekonomi sekaligus membangun rasa percaya diri mereka untuk memulai kehidupan yang lebih baik setelah bebas nanti," tambah Muhammad Ali Syeh Banna.

Stan Kanwil Ditjenpas DIY pun menjadi salah satu lokasi yang ramai dikunjungi. Banyak pengunjung mengaku kagum dengan kualitas hasil karya yang dipamerkan. Mulai dari desain, kerapian pengerjaan, hingga nilai seni yang ditampilkan dinilai tidak kalah dengan produk-produk kreatif lain yang ikut meramaikan Bantul Creative Expo.

Keikutsertaan Kanwil Ditjenpas DIY dalam ajang ini menjadi bukti bahwa sistem pemasyarakatan tidak hanya berorientasi pada pembinaan kepribadian, tetapi juga membekali warga binaan dengan keterampilan produktif yang bernilai ekonomi. Melalui pembinaan yang berkelanjutan, warga binaan diberikan kesempatan untuk berkarya, mandiri, serta mempersiapkan diri menjadi pribadi yang produktif dan mampu berkontribusi positif setelah kembali ke masyarakat.