Hasil Karya WBP di DIY dalam Bantul Creative Expo Rup Omzet Jutaan Rupiah

Humas Kanwil Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Daerah Istimewa Yogyakarta
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Warta PAS Yogyakarta tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

BANTUL — Bukan sekadar dipamerkan, hasil karya Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) dari Lapas, Rutan, Bapas, dan LPKA jajaran Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Daerah Istimewa Yogyakarta (Kanwil Ditjenpas DIY) berhasil menarik perhatian masyarakat dalam gelaran Bantul Creative Expo 2026.
Berlangsung pada 1 hingga 9 Agustus 2026 di Stadion Sultan Agung, Bantul, stand hasil karya WBP tak pernah sepi peminat. Beragam produk hasil pembinaan dipamerkan sekaligus ditawarkan kepada pengunjung. Antusiasme masyarakat pun berbuah manis dengan penjualan yang menghasilkan omzet hingga jutaan rupiah selama pameran berlangsung.
Menariknya, hasil penjualan tersebut tidak berhenti sebagai angka omzet. Keuntungan dari karya yang terjual akan diberikan kepada WBP yang menghasilkan produk melalui premi. Premi tersebut dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan pribadi selama menjalani masa pidana maupun ditabung untuk nantinya diberikan kepada keluarga.
Kepala Kanwil Ditjenpas DIY, Muhammad Ali Syeh Banna, menegaskan bahwa pembinaan yang diberikan kepada WBP harus memberikan manfaat nyata. WBP tidak cukup hanya diajarkan keterampilan, tetapi juga perlu didorong agar mampu menghasilkan produk yang memiliki kualitas dan nilai jual.
“Kami akan terus memberikan pembinaan terbaik bagi WBP. Mereka tidak hanya belajar berkarya, tetapi bagaimana karya tersebut benar-benar bisa menghasilkan dan memiliki nilai jual,” ujar Muhammad Ali Syeh Banna.
Menurutnya, kegiatan pembinaan kemandirian menjadi salah satu bekal penting bagi WBP untuk mempersiapkan kehidupan setelah menyelesaikan masa pidana. Dengan memiliki keterampilan yang dapat dikembangkan menjadi usaha, WBP diharapkan memiliki pilihan kehidupan yang lebih baik ketika kembali ke tengah masyarakat.
“Keterampilan yang diberikan ini diharapkan tidak berhenti ketika mereka berada di dalam Lapas atau Rutan. Ketika selesai menjalani masa pidana, keterampilan tersebut dapat dimanfaatkan untuk mencari penghasilan, membantu meningkatkan kesejahteraan keluarga, dan yang paling penting tidak mengulangi tindak pidana,” lanjutnya.
Keikutsertaan dalam Bantul Creative Expo menjadi salah satu bentuk nyata bahwa proses pembinaan di Pemasyarakatan tidak hanya berorientasi pada pembinaan selama menjalani pidana, tetapi juga mempersiapkan WBP agar memiliki kemandirian ekonomi dan kepercayaan diri untuk kembali ke masyarakat.
Setiap produk yang terjual juga menjadi bukti bahwa karya WBP mampu mendapatkan tempat di hati masyarakat. Di balik sebuah produk, terdapat proses panjang berupa pembelajaran, ketekunan, kreativitas, dan harapan untuk memiliki kehidupan yang lebih baik.
Melalui pameran seperti ini, Kanwil Ditjenpas DIY terus membuka ruang bagi karya WBP untuk dikenal lebih luas. Sebab, ketika sebuah karya dihargai dan dibeli, yang tumbuh bukan hanya nilai ekonominya, tetapi juga semangat WBP untuk berubah, berkarya, dan menata kembali masa depannya.
