Manfaatkan Lahan Kantor Bapas Wonosari Panen Puluhan Kilogram Sayuran

Humas Kanwil Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Daerah Istimewa Yogyakarta
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Warta PAS Yogyakarta tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

WONOSARI – Keterbatasan lahan di lingkungan perkantoran tidak menghalangi Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas II Wonosari untuk menghadirkan manfaat bagi masyarakat. Lahan yang tersedia di lingkungan kantor dimanfaatkan sebagai area budidaya yang mampu menghasilkan puluhan kilogram berbagai jenis sayuran.
Panen hasil budidaya tersebut dilaksanakan jajaran Bapas Kelas II Wonosari bersama Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Daerah Istimewa Yogyakarta (Kanwil Ditjenpas DIY), Muhammad Ali Syeh Banna, pada Senin (7/9).
Sejumlah tanaman hortikultura berhasil dipanen, antara lain sawi, pakcoy, terong, dan berbagai jenis sayuran lainnya. Hasil panen tersebut merupakan hasil dari proses penanaman dan perawatan yang dilakukan secara bersama oleh pegawai Bapas Wonosari dengan melibatkan klien pemasyarakatan.
Pemanfaatan lahan kantor ini menjadi salah satu bentuk pelaksanaan 15 Program Aksi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, terutama dalam mendukung kemandirian pangan melalui sektor pertanian, perikanan, dan peternakan dengan mengoptimalkan lahan-lahan yang belum dimanfaatkan di lingkungan kantor.
Selain mendukung penyediaan bahan pangan, kegiatan budidaya tersebut juga menjadi bagian dari proses pembinaan bagi klien pemasyarakatan. Dengan terlibat langsung dalam aktivitas bercocok tanam, para klien memperoleh pengalaman sekaligus keterampilan praktis yang dapat dimanfaatkan dan dikembangkan setelah kembali ke lingkungan masyarakat.
Hasil panen pun tidak hanya berhenti sebagai kegiatan produksi. Puluhan kilogram sayuran yang diperoleh kemudian dijual kepada pegawai dan masyarakat sekitar dengan harga yang terjangkau. Sebagian hasil panen juga dibagikan secara gratis kepada klien pemasyarakatan yang turut berpartisipasi dalam proses budidaya.
Muhammad Ali Syeh Banna mengapresiasi upaya Bapas Wonosari yang telah mengubah lahan kantor menjadi area produktif. Menurutnya, langkah tersebut menunjukkan bahwa upaya membangun ketahanan pangan dapat dimulai dari lingkungan terdekat dengan mengoptimalkan sumber daya yang tersedia dan melibatkan seluruh unsur di dalamnya.
“Ini adalah bentuk nyata bahwa lahan yang kita miliki dapat memberikan manfaat. Tidak hanya menghasilkan sayuran, tetapi juga menjadi sarana pembinaan dan pemberdayaan bagi klien pemasyarakatan,” ujar Muhammad Ali Syeh Banna.
Ia berharap kegiatan tersebut dapat terus dikembangkan sehingga keberadaan Bapas Wonosari mampu memberikan manfaat yang semakin luas bagi masyarakat di sekitarnya.
“Semangatnya adalah bagaimana pemasyarakatan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat. Salah satunya dengan menyediakan sayuran yang sehat dan berkualitas dengan harga terjangkau bagi masyarakat sekitar,” tambahnya.
Bapas Wonosari selanjutnya berkomitmen untuk mengembangkan pemanfaatan lahan produktif secara berkelanjutan dengan melibatkan pegawai dan klien pemasyarakatan. Program tersebut diharapkan tidak hanya berkontribusi terhadap ketahanan pangan, tetapi juga menjadi wadah pembelajaran dan pemberdayaan untuk membangun kemandirian klien melalui keterampilan yang dapat diterapkan ketika kembali ke masyarakat.
Panen sayuran ini menjadi gambaran bahwa pelaksanaan tugas Pemasyarakatan tidak hanya berfokus pada pembimbingan dan pengawasan, tetapi juga dapat diwujudkan melalui berbagai inovasi yang memberikan dampak langsung. Lahan kantor yang dimanfaatkan menghasilkan pangan, proses budidaya menjadi sarana pengembangan keterampilan, dan hasil panen memberikan manfaat bagi masyarakat.
