Ormawa Penalaran UNIMMA Selenggarakan Pelatihan Menulis Skripsi Berdampak

Universitas Muhammadiyah Magelang (UNIMMA) adalah perguruan tinggi swasta terakreditasi unggul yang berkomitmen pada pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan nilai-nilai keislaman.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Universitas Muhammadiyah Magelang tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Magelang, 2 Agustus 2025 — Komitmen membangun budaya akademik yang kuat kembali ditunjukkan oleh Organisasi Mahasiswa (ORMAWA) Penalaran Universitas Muhammadiyah Magelang (UNIMMA). Bertempat di Kampus 1 UNIMMA, mereka menyelenggarakan pelatihan bertajuk “Menulis Skripsi Berdampak” yang melibatkan mahasiswa dari lintas program studi.
Kegiatan ini dibuka oleh Dr. apt. Elmiawati Latifah, M.Sc., dosen Fakultas Ilmu Kesehatan sekaligus pembina ORMAWA Penalaran. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan bahwa skripsi bukan sekadar syarat kelulusan, tetapi bisa menjadi ruang aktualisasi ide yang menjawab persoalan nyata.
“Saya ingin ORMAWA Penalaran ini menjadi pusat lahirnya ide-ide riset dan karya ilmiah mahasiswa lintas program studi yang berdampak nyata,” ujarnya di hadapan para peserta.
Pelatihan ini menghadirkan narasumber utama Prof. Dr. Ir. Muji Setiyo, M.T., dosen Fakultas Teknik UNIMMA dan peneliti yang masuk dalam daftar Top 2% Scientist 2024 versi Stanford University. Kehadiran beliau memberi warna tersendiri dalam pelatihan, khususnya dalam membumikan semangat riset dari fenomena-fenomena lokal.
“Penelitian itu tentang menemukan, bukan hanya mengulang. Coba perhatikan lingkungan, baca artikel ilmiah, atau ngobrol dengan tokoh masyarakat. Dari sana bisa lahir gagasan riset yang orisinal,” terang Prof. Muji di tengah sesi.
Pelatihan ini diikuti oleh lebih dari 20 mahasiswa dari berbagai prodi seperti Ilmu Hukum, Ilmu Komunikasi, PGSD, Ekonomi Syariah, Farmasi, hingga Magister Pendidikan Islam. Keberagaman ini mencerminkan bahwa semangat meneliti tidak terbatas pada satu disiplin saja, melainkan menjadi kebutuhan bersama seluruh civitas akademika.
Materi pelatihan mencakup cara menggali ide dari pengalaman kuliah, observasi sosial, dan kajian literatur ilmiah. Salah satu studi kasus menarik yang dipaparkan adalah pemanfaatan eceng gondok sebagai bahan baku produk inovatif seperti penguat komposit dan peredam suara. Materi ini membuka wawasan peserta bahwa isu lingkungan pun bisa dikemas menjadi riset multidisiplin yang aplikatif.
Pelatihan ditutup dengan sesi diskusi dan tugas menuliskan fenomena riset potensial berdasarkan latar belakang peserta masing-masing. Tak hanya belajar menulis, para peserta juga dilatih untuk berpikir kritis dan kolaboratif.
Dengan kegiatan ini, ORMAWA Penalaran UNIMMA mempertegas posisinya sebagai ruang tumbuhnya ide-ide cemerlang dan kolaborasi akademik lintas bidang. Pelatihan semacam ini menjadi langkah awal menuju tradisi riset mahasiswa yang lebih hidup dan berdampak. (Ening Widi)
