Konten dari Pengguna

Bukan Soal Estetik, Foto Adalah Cara Kita Mengingat

Ibrahim

Ibrahim

Mahasiswa Teknik Informatika Universitas Pamulang

·waktu baca 4 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ibrahim tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi sekelompok teman mengabadikan momen bersama sebagai kenangan. Sumber: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi sekelompok teman mengabadikan momen bersama sebagai kenangan. Sumber: Unsplash

Pernahkah kamu membuka galeri ponsel hanya untuk mencari satu foto lama? Awalnya mungkin hanya ingin melihat-lihat, tetapi setelah menemukannya, kita justru berhenti cukup lama. Kita melihat siapa saja yang ada di dalamnya dan kembali mengingat cerita di balik foto tersebut. Mengabadikan momen ternyata bukan hanya tentang menghasilkan gambar yang bagus, tetapi juga tentang menyimpan kenangan yang pernah kita jalani bersama orang lain.

Foto yang paling berarti pun tidak selalu merupakan foto yang paling estetik. Bisa saja gambarnya sedikit buram, pencahayaannya kurang, atau diambil secara spontan. Namun, ada sesuatu di dalamnya yang membuat kita tersenyum ketika melihatnya kembali.

Sebab, pada akhirnya foto bukan hanya tentang bagaimana sebuah gambar terlihat.

Foto adalah tentang apa yang kita ingat ketika melihatnya.

Kita Sering Terlalu Memikirkan Hasil Foto

Di era media sosial, foto sering kali dikaitkan dengan estetika. Kita mencari sudut terbaik, memastikan pencahayaan cukup, memilih pose, kemudian mengambil gambar berkali-kali sampai mendapatkan hasil yang dianggap paling bagus.

Tidak ada yang salah dengan itu. Namun, terkadang kita terlalu sibuk mendapatkan foto yang sempurna sampai lupa menikmati momen yang sedang terjadi.

Padahal, sebuah foto tidak harus sempurna untuk menjadi berharga.

Foto sederhana ketika makan bersama teman, mengerjakan tugas, jalan-jalan, atau berkumpul dengan keluarga bisa memiliki nilai yang jauh lebih besar ketika waktu sudah berlalu.

Yang kita cari kembali dari sebuah foto bukan selalu kualitas gambarnya.

Kita mencari perasaan yang pernah ada di dalamnya.

Ada Orang dan Cerita di Balik Setiap Foto

Satu foto bisa menyimpan banyak cerita. Ada teman yang dahulu setiap hari kita temui, tetapi sekarang sudah sibuk dengan kehidupannya masing-masing. Ada keluarga yang dulu sering berkumpul, tetapi kini kesempatan untuk bertemu tidak lagi sesering dulu.

Bahkan, ada orang-orang yang mungkin hanya hadir dalam satu fase kehidupan kita.

Hal tersebut membuat foto kenangan menjadi sesuatu yang lebih dari sekadar gambar. Ia dapat menjadi pengingat tentang orang-orang yang pernah menemani perjalanan hidup kita.

Hal ini juga berkaitan dengan topik pertemanan yang banyak membahas bagaimana hubungan dengan orang lain dapat berubah seiring waktu.

Teman bisa bertemu setiap hari ketika masih sekolah atau kuliah. Setelah lulus, jarak dan kesibukan membuat pertemuan menjadi semakin jarang.

Foto kemudian menjadi salah satu cara sederhana untuk mengingat bahwa pernah ada masa ketika kita menghabiskan banyak waktu bersama mereka.

Jangan Menunggu Momen yang Sempurna

Kita sering berpikir akan mengambil foto nanti.

Nanti ketika semua sudah berkumpul. Nanti ketika penampilan sudah lebih baik. Nanti ketika suasananya lebih bagus. Nanti ketika ada acara khusus.

Masalahnya, tidak semua “nanti” benar-benar datang.

Teman bisa pindah kota. Kesibukan bisa membuat pertemuan semakin jarang. Tempat yang biasa kita kunjungi bisa berubah. Bahkan hubungan antara orang-orang di dalam foto pun dapat berubah seiring waktu.

Karena itu, tidak ada salahnya mengabadikan momen bersama ketika kesempatan itu datang.

Bukan berarti setiap momen harus dihabiskan dengan kamera di tangan. Justru sebaliknya, nikmati terlebih dahulu apa yang sedang terjadi.

Sesekali, ambil satu atau dua foto.

Bukan untuk mendapatkan banyak likes, bukan untuk terlihat estetik, tetapi untuk memberikan kesempatan kepada diri kita di masa depan agar bisa kembali melihat hari yang pernah kita jalani.

Foto Sederhana Bisa Menjadi Sangat Berarti

Mungkin hari ini kita menganggap foto bersama teman sebagai sesuatu yang biasa.

Kita mengambilnya, memasukkannya ke galeri, lalu melupakannya.

Bulan atau tahun berikutnya, kita mungkin menemukannya kembali.

Saat itulah sebuah foto yang dahulu terasa biasa bisa memiliki arti yang berbeda.

Kita mungkin tersenyum melihat wajah orang-orang yang ada di dalamnya. Kita mungkin teringat lelucon yang pernah dibuat, perjalanan yang pernah dilakukan, atau masa ketika hidup terasa jauh lebih sederhana.

Foto tersebut tidak berubah.

Kitalah yang berubah.

Dan perubahan itulah yang membuat sebuah foto semakin berharga.

Hal menariknya, topik fotografi tidak selalu harus dipahami dari sisi kamera, teknik, atau komposisi. Dalam kehidupan sehari-hari, fotografi juga bisa menjadi cara sederhana untuk merekam perjalanan dan pengalaman manusia.

Abadikan Momen, Bukan Kesempurnaan

Pada akhirnya, mengabadikan momen bukan berarti harus memiliki kamera mahal atau menghasilkan foto yang sempurna.

Ponsel yang ada di tangan kita sudah cukup.

Yang lebih penting adalah kesadaran bahwa waktu terus berjalan dan setiap pertemuan memiliki cerita yang mungkin tidak akan terulang dengan cara yang sama.

Jadi, lain kali ketika sedang berkumpul dengan teman, keluarga, atau orang-orang yang berarti bagi kita, tidak ada salahnya mengajak mereka berfoto.

Tidak perlu terlalu banyak berpikir tentang pose.

Tidak perlu menunggu suasana sempurna.

Ambil saja satu foto.

Karena mungkin beberapa tahun dari sekarang, foto sederhana itu bukan lagi sekadar gambar di galeri.

Ia bisa menjadi salah satu cara terbaik untuk mengingat siapa kita, siapa yang pernah bersama kita, dan betapa berharganya sebuah momen yang dulu terasa biasa.