Konten dari Pengguna

Mengapa Kita Lebih Suka Jalan-Jalan Tanpa Tujuan?

Ibrahim

Ibrahim

Mahasiswa Teknik Informatika Universitas Pamulang

·waktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ibrahim tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi jalan-jalan tanpa tujuan menikmati suasana kota. Sumber: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi jalan-jalan tanpa tujuan menikmati suasana kota. Sumber: Unsplash

Ada kalanya kita ingin bepergian tanpa harus memikirkan harus ke mana. Jalan-jalan tanpa tujuan mungkin terdengar tidak efisien, tetapi justru dari perjalanan seperti ini kita bisa menemukan kesenangan yang sederhana. Tidak ada jadwal yang harus dikejar, tempat yang wajib didatangi, atau daftar destinasi yang harus dicentang.

Tidak Semua Perjalanan Harus Direncanakan

Saat pergi berlibur, kita sering merasa harus membuat rencana. Mulai dari menentukan tempat yang ingin dikunjungi, mencari restoran, sampai menyusun jadwal agar tidak ada waktu yang terbuang.

Perencanaan memang membuat perjalanan lebih teratur. Namun, terlalu banyak rencana juga bisa membuat kita lupa menikmati perjalanan itu sendiri.

Ada pengalaman yang justru muncul ketika kita tidak tahu akan berhenti di mana. Melihat toko kecil yang menarik, menemukan kedai yang belum pernah didatangi, atau sekadar berhenti karena suasana sebuah tempat terasa nyaman.

Di situlah jalan-jalan tanpa tujuan menjadi menarik. Kita tidak sedang mengejar destinasi, tetapi menikmati apa yang ditemui sepanjang perjalanan.

Ketika Tidak Tahu Harus ke Mana

Menariknya, perjalanan tanpa tujuan tidak selalu berarti benar-benar tidak memiliki arah. Kita mungkin tetap menentukan kawasan yang ingin didatangi, kemudian membiarkan langkah menentukan sisanya.

Misalnya, berjalan menyusuri kawasan kota pada sore hari tanpa menentukan tempat makan sebelumnya. Jika menemukan tempat yang menarik, kita bisa mampir. Kalau tidak, perjalanan bisa dilanjutkan sampai menemukan suasana yang terasa pas.

Cara seperti ini membuat perjalanan terasa lebih spontan. Kita tidak terus-menerus melihat jam untuk memastikan apakah jadwal berikutnya masih bisa dilakukan.

Bahkan, terkadang tempat yang awalnya tidak ada dalam rencana justru menjadi bagian yang paling diingat.

Ada Rasa Bebas di Baliknya

Mungkin salah satu alasan orang menyukai perjalanan spontan adalah karena adanya rasa bebas.

Dalam kehidupan sehari-hari, kita terbiasa dengan jadwal. Bangun pagi, bekerja atau kuliah, menyelesaikan tugas, lalu kembali ke rutinitas yang sama. Ketika memiliki waktu luang, rasanya menyenangkan jika sesekali tidak harus mengikuti jadwal yang ketat.

Jalan-jalan santai membuat kita bisa menentukan langkah berdasarkan keadaan saat itu. Ingin duduk sebentar, boleh. Ingin berbelok ke jalan lain, tidak masalah. Ingin pulang lebih cepat, juga tidak perlu merasa gagal mencapai sesuatu.

Perjalanan akhirnya bukan lagi soal berapa banyak tempat yang berhasil dikunjungi, tetapi bagaimana kita menikmati waktu yang dimiliki.

Tidak Harus Jauh dan Mahal

Menikmati perjalanan tanpa rencana juga tidak selalu membutuhkan liburan ke luar kota atau tempat wisata populer.

Kita bisa melakukannya di kota sendiri. Berjalan di kawasan yang jarang dilewati, mengunjungi taman, mencari kedai baru, atau sekadar naik kendaraan umum ke tempat yang belum pernah dikunjungi.

Justru karena tidak memiliki target tertentu, perjalanan seperti ini bisa menjadi lebih sederhana. Kita tidak perlu mengeluarkan banyak biaya hanya untuk mendapatkan pengalaman baru.

Kadang, menemukan sudut kota yang selama ini tidak pernah diperhatikan sudah cukup untuk membuat sebuah sore terasa berbeda.

Mungkin Kita Hanya Ingin Berhenti Sejenak

Pada akhirnya, perjalanan tanpa itinerary bukan berarti kita tidak memiliki tujuan dalam hidup. Bisa jadi, kita hanya sedang membutuhkan sedikit ruang untuk berhenti mengikuti rutinitas.

Tidak semua waktu luang harus diisi dengan sesuatu yang produktif. Tidak semua perjalanan harus menghasilkan foto yang bagus atau cerita besar untuk dibagikan.

Ada kalanya kita hanya ingin berjalan, melihat sekitar, kemudian pulang dengan perasaan sedikit lebih ringan.

Mungkin itu alasan mengapa jalan-jalan tanpa tujuan terasa menyenangkan. Karena untuk beberapa saat, kita tidak perlu terburu-buru sampai ke mana-mana. Kita hanya perlu menikmati perjalanan.