Tak Ada Alasan Politik di Balik Berubahnya Peresmian Masjid Daan Mogot

kumparanNEWSverified-green

clock
comment
2
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Jemaah di Masjid Raya Jakarta. (Foto: Kevin Kurnianto/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Jemaah di Masjid Raya Jakarta. (Foto: Kevin Kurnianto/kumparan)

Masjid Raya Jakarta telah diresmikan pada Sabtu (15/4). Sejumlah tokoh negara dan keluarga besar KH Hasyim Asyari turut datang dan ikut dalam acara tersebut.

Peresmian ini juga menuai banyak polemik terutama dari beberapa pihak yang menghubung-hubungkan peresmian Masjid Hasyim Asyari dengan unsur politik. Bahkan, peresmian yang dilakukan oleh Presiden Joko Widodo pun dianggap sangat berbau politis.

Plt Gubernur DKI Jakarta, Sumarsono, membantah adanya unsur politik di balik peresmian Masjid Hasyim Asyari. Perubahan jadwal peresmian masjid juga murni karena harus menyesuaikan dengan jadwal Presiden Jokowi.

"Karena presiden besok punya kesibukan," ujarnya saat ditemui di peresmian Masjid Raya Jakarta, Sabtu (15/4).

"Harusnya ter-schedule yang harusnya 16 (April). Mundur-mundur terlalu lama kan repot.  Dari pada mundur jauh, kan hari ini bisa. Dan lagi kami juga sudah siap," imbuh Soni.

Baca juga: Kubu Anies-Sandi: Peresmian Masjid Daan Mogot Bermuatan Politis

Soni menyangkal keterkaitan peresmian ini dengan permasalahan Pilkada DKI. Dia menegaskan bahwa tak ada unsur politik di peresmian masjid raya pertama di Jakarta ini.

"Enggak ada hubungannya dengan pilkada, enggak ada rasa takut sama sekali," ujar Sumarsono.