Komunitas Game Online dalam Ruang Lingkup Masyarakat Digital

Saya merupakan seorang Mahasiswa Ilmu Komunikasi dari Universitas Muhammadiyah Yogyakarta
Tulisan dari Ilham Nur tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Seiring dengan perkembangan zaman dan semakin canggihnya teknologi, kita dihadapkan pada banyak sekali perubahan khususnya dalam ruang lingkup masyarakat digital. Pergeseran dari konvensional ke arah digital berimbas pada banyak sekali fenomena sosial yang muncul, salah satunya yaitu dengan munculnya komunitas game online.
Munculnya Komunitas Game Online
Game online saat ini sudah tidak asing lagi di telinga masyarakat. Siapa sangka kemunculan game online juga nyatanya berpengaruh pada interaksi sosial yang terjadi dalam masyarakat digital. Pandangan bahwa game seharusnya menjadi suatu hal yang dapat memberikan hiburan, kesenangan, dan pelepas penat kini semakin bergeser pengertiannya yang dimana orang-orang kini dapat melakukan berbagai hal hanya melalui game online, bahkan sampai bisa memperoleh penghasilan.
Dari awal kemunculannya, game online sudah banyak menghasilkan komunitas-komunitas dari para pemainnya yang biasa disebut dengan gamers. Komunitas-komunitas ini sangat beragam, entah dari jenis game, platform game-nya, tujuan komunitas tersebut, dll. Sehingga, bisa dikatakan saat ini game online memunculkan ruang-ruang baru bagi masyarakat untuk saling berinteraksi dan menjalin hubungan baik secara antarindividu maupun kelompok seperti yang telah dijelaskan sebelumnya.
Masyarakat Digital
Dari fenomena tersebut, kita mengenal istilah masyarakat digital dimana masyarakat kini tidak lagi harus bertemu secara langsung dan bertatap muka untuk berinteraksi, tetapi dapat berinteraksi melalui jaringan dengan mikro-elektronik berbasis informasi digital dan teknologi komunikasi sebagai struktur sosial baru mereka. Pencetus dari istilah ini adalah seorang profesor sosiologi dari University of Catalunya, Spanyol, Manuel Castells, dalam bukunya yang berjudul The Network Society: A Cross-cultural Perspective (2004). Castells memberikan istilah masyarakat jejaring (network society) atau masyarakat digital yang merujuk pada masyarakat abad ke-21 saat ini.
Menyikapi Fenomena Masyarakat Digital
Lantas apakah masyarakat digital merupakan bentuk masyarakat yang ideal? Tentunya ada kelebihan dan kekurangan yang muncul pada masyarakat digital. Kita tarik ulur pada permasalahan komunitas game, tentunya ada kelebihan yang dapat dilihat seperti kemudahan akses untuk mendapat pekerjaan, contohnya menjadi pro gamer atau menjadi streamer game. Selain itu juga masyarakat semakin mudah dalam melakukan interaksi jarak jauh dan tidak terbatas oleh ruang dan waktu. Namun nyatanya, masih banyak kekurangan yang ditimbulkan bahkan dapat dikatakan berbahaya bagi perkembangan masyarakat karena dengan munculnya ruang-ruang tersebut masyarakat menjadi lebih terisolasi pada komunitas-komunitas mereka sehingga rawan sekali muncul perdebatan yang imbasnya adalah kekerasan atau kejahatan di ruang digital.
Fenomena mengenai komunitas game online dan perkembangan masyarakat digital yang sangat dinamis seharusnya dapat menjadi perhatian lebih bagi masyarakat. Dengan kemudahan akses tersebut seharusnya masyarakat bisa lebih peka tidak hanya melihat pada kelebihannya, namun juga bisa mengatasi bahkan mencegah permasalahan-permasalahan yang dapat terjadi dari kekurangannya sehingga perkembangan zaman dan kecanggihan teknologi menjadi hal yang tidak sia-sia baik bagi masyarakat saat ini maupun pada generasi penerus kedepannya.
