Konten dari Pengguna

Palliative Care dalam Keperawatan: Mengapa Penting dan Bagaimana Peran Perawat?

Illa Rohmatul Azizah

Illa Rohmatul Azizah

I am a student at the Faculty of Nursing, Jember University Class of 2022. Passionate about social work, participate in the Social Nursing Corporation & Staff at the Student Executive Board of the Ministry of Social Affairs.

·waktu baca 4 menit

comment
40
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Illa Rohmatul Azizah tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

ilustrasi dukungan emosional perawatan paliatif (freepik.com/standret)
zoom-in-whitePerbesar
ilustrasi dukungan emosional perawatan paliatif (freepik.com/standret)

Palliative care atau perawatan paliatif adalah bentuk perawatan yang berfokus pada peningkatan kualitas hidup pasien yang menderita penyakit yang mengancam nyawa. Bukan hanya sekedar untuk menyembuhkan penyakit, palliative care hadir untuk mengurangi gejala dan rasa sakit serta mendukung pasien dan keluarganya dalam menghadapi kondisi yang sulit. Dalam konteks keperawatan, peran perawat sangat penting karena mereka terlibat langsung dalam memberikan perawatan holistik yang meliputi aspek fisik, emosional, dan spiritual.

Mengapa Perawatan Paliatif Itu Penting?

Perawatan paliatif sangat relevan terutama bagi pasien dengan penyakit kronis atau terminal, seperti kanker stadium lanjut, Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK), dan penyakit jantung kronis. Fokus utama perawatan paliatif adalah mengurangi penderitaan pasien, meningkatkan kualitas hidup, dan membantu keluarga menghadapi situasi akhir kehidupan yang penuh tantangan. Menurut World Health Organization (WHO), kebutuhan akan perawatan paliatif terus meningkat seiring dengan bertambahnya populasi lansia dan prevalensi penyakit kronis yang mematikan.

Di Indonesia, penerapan perawatan paliatif masih memiliki tantangan, baik dari segi kurangnya tenaga kesehatan yang terlatih maupun kesadaran masyarakat akan pentingnya jenis perawatan ini. Sering kali, pasien hanya fokus pada upaya penyembuhan tanpa mempertimbangkan kualitas hidup selama proses pengobatan. Palliative care memungkinkan pasien untuk memiliki kendali lebih besar atas cara mereka mengelola penyakit, sekaligus mendapatkan dukungan psikososial.

Peran Perawat dalam Perawatan Paliatif

Perawat memainkan peran kunci dalam tim perawatan paliatif, terutama dalam memberikan dukungan yang personal bagi pasien. Berikut adalah beberapa peran penting perawat dalam perawatan paliatif:

  1. Manajemen Gejala: Perawat memiliki peran penting dalam mengidentifikasi dan mengelola gejala yang mengganggu kenyamanan pasien, seperti nyeri, mual, sesak napas, dan kelelahan.

  2. Pendukung Emosional: Selain merawat fisik, perawat juga berperan sebagai pendengar yang baik, memberikan dukungan emosional bagi pasien dan keluarganya dalam menghadapi fase akhir kehidupan.

  3. Pendidikan Pasien dan Keluarga: Memberikan edukasi yang tepat tentang kondisi penyakit, perawatan yang mungkin dilakukan, serta opsi-opsi pengobatan yang tersedia agar pasien dan keluarga dapat membuat keputusan yang lebih baik.

  4. Koordinasi dengan Tim Lain: Perawat sering menjadi penghubung antara pasien dan tim medis lain seperti dokter, psikolog, hingga pekerja sosial. Koordinasi ini penting untuk memastikan bahwa perawatan yang diberikan adalah komprehensif dan sesuai dengan kebutuhan pasien.

  5. Pengaturan Akhir Hayat: Perawat juga berperan dalam membantu pasien mempersiapkan keputusan akhir hayat, seperti pembuatan wasiat hidup dan perencanaan pengaturan perawatan akhir hayat.

Tantangan dan Harapan untuk Masa Depan

Palliative care di Indonesia masih memerlukan perhatian lebih dari berbagai pihak, baik pemerintah, tenaga kesehatan, maupun masyarakat umum. Diperlukan lebih banyak program pelatihan bagi tenaga kesehatan, terutama perawat, agar mereka dapat memberikan perawatan paliatif yang optimal. Selain itu, kesadaran publik juga perlu ditingkatkan agar masyarakat lebih menerima bahwa perawatan paliatif adalah bagian penting dari perawatan kesehatan yang komprehensif, bukan hanya sebatas 'menunggu kematian'.

Perawatan paliatif tidak mengesampingkan upaya penyembuhan, tetapi memberikan perhatian lebih kepada kualitas hidup. Dengan semakin meningkatnya kesadaran akan pentingnya perawatan paliatif, diharapkan layanan ini dapat semakin berkembang dan lebih mudah diakses oleh mereka yang membutuhkan.

Kesimpulan

Peran perawat dalam palliative care sangatlah vital. Mereka tidak hanya memberikan perawatan fisik, tetapi juga dukungan emosional dan spiritual yang sangat dibutuhkan oleh pasien dan keluarga. Dengan adanya perawatan paliatif, diharapkan pasien dapat menjalani sisa hidup mereka dengan lebih bermartabat dan nyaman.

Daftar Pustaka

Connor, S. R., & Bermedo, M. C. S. (2019). Global Atlas of Palliative Care at the End of Life. World Health Organization. https://www.who.int/docs/default-source/palliative-care/global-atlas-of-palliative-care-2nd-edition.pdf

Ferrell, B. R., Twaddle, M. L., Melnick, A., & Meier, D. E. (2019). National consensus project clinical practice guidelines for quality palliative care guidelines, 4th edition. Journal of Palliative Medicine, 22(7), 812-829. https://doi.org/10.1089/jpm.2018.0431

Kavalieratos, D., Corbelli, J., Zhang, D., Dionne-Odom, J. N., Ernecoff, N. C., Hanmer, J., ... & Schenker, Y. (2019). Association between palliative care and patient and caregiver outcomes: a systematic review and meta-analysis. JAMA, 316(20), 2104-2114. https://doi.org/10.1001/jama.2016.16840

Smith, S., Brick, A., O’Hara, S., & Normand, C. (2022). Evidence on the cost and cost-effectiveness of palliative care: A literature review. Palliative Medicine, 38(6), 989-1005. https://doi.org/10.1177/02692163221093543

World Health Organization. (2021). Palliative care. https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/palliative-care