Pertisipasi Semesta Untuk Pendidikan Berkemajuan

Mengajar Di SMAN 25 Jakarta Aktif Dalam Kegiatan Pengembangan diri dan Organisasi Di APKS PGRI DKI Jakarta sebagai Sekretaris Aktifis Muhammadiyah Ciracas Jakarta Timur dan Assosiasi Guru Sejarah Indonesia DKI Jakarta sebagai Bendahara Umum
·waktu baca 11 menit
Tulisan dari Indar Cahyanto tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Oleh : Indar Cahyanto (Guru SMAN 25 Jakarta, Sekretaris APKS Provinsi DKI Jakarta, Bendahara AGSI DKI Jakarta)
Dunia semakin hari menunjukkan dinamika perkembangan yang begitu pesat dan kompleks. Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi membutuhkan energi positif dalam membangun kesadaran diri pentingnya dan membangun karakter nilai positif bagi kemajuan pendidikan di Indonesia. Partisipasi Semesta untuk pendidikan berkemajuan merupakan upaya untuk memberikan kekuatan bagi perkembangan dunia pendidikan di Indonesia.
Tahun ini tatkala kita memperingati hari Pendidikan Nasional 2026 keadaan global yang sedang tidak baik-baik saja. Perang yang terjadi di Timur Tengah antara Amerika Serikat-Israel melawan Iran yang Tengah melumpuhkan sendi-sendi perekonomian dunia terutama naiknya harga minyak dunia.Keterpurukan naiknya harganya minya dunia pasti membawa dampak bagi kehidupan masyarakat dan bangunan peradaban yang humanis terkikis oleh gejala perang yang tak tahu kapan akan berakhir.
Ketika dunia global mengalami gejolak tentunya berimplikasi terhadap persoalan kehidupan masyarakat Indonesia yang Tengah berupaya membangun peradaban yang unggul dan berkemajuan.Tatanan peradaban itu harus diupayakan melalui program trasformasi pemerintah yang mendorong partisipasi semestaa dalam mewujudkan Pendidikan yang berkemajuan. Proses mendorong yang diupayakan sejak tahun lalu terus diimplemantasikan dalam seluruh lapisan Masyarakat untuk berkolobarasi dan turut andil dalam menjaga asa cita Pendidikan nasional.
Dalam praktiknya Indonesia masih mengalami kesenjangan karena sulitnya pemerataan akses pendidikan. Penyebabnya adalah tantangan berupa: Pertama Tantangan ekonomi: Belum meratanya akses dan infrastruktur Kedua Tantangan geografis: jarak rumah tinggal dan sekolah yang terlalu jauh Ketiga Tantangan sosial: masih ada yang menganggap pendidikan bukan hal yang penting. Keempat Tantangan SDM: jumlah guru di terpencil hanya sedikit dan kualitasnya rendah. https://www.refoindonesia.com/partisipasi-semesta-untuk-pendidikan-berkualitas-dan-merata/
Dalam Undang-Undang tentang RPJP Nasional Tahun 2025-2045 memuat Visi Indonesia Emas 2045 diwujudkan melalui 8 (delapan) Misi Pembangunan dalam bentuk agenda Pembangunan Nasional, yang merupakan upaya besar yang akan dilaksanakan untuk tercapainya tujuan NKRI yang bersatu, berdaulat, maju, dan berkelanjutan. Kemudian dalam dalam penjelasan UU tersebut agenda dari SDGs adalah untuk mencapai 17 (tujuh belas) tujuan dan sasaran Tahun 2O3O yaitu untuk mewujudkan masyarakat global dan nasional yang diantaranya yaotu (1) tanpa kemiskinan; (2 tanpa kelaparan; (3) kehidupan sehat dan sejahtera; (4) pendidikan berkualitas; (5) kesetara€u1 gender; (6) air bersih dan sanitasi layak; (7) energi bersih dan terjangkau; (8) pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi; (9) industri, inovasi, dan infrastruktur; (10) berkurangnya kesenjangan; (11) kota dan permukiman yang berkelanjutan; (L2) konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab; (13) penanganan perubahan iklim; (14) ekosistem lautan; (15) ekosistem daratan; (16) perdamaian, keadilan, dan kelembagaan yang tangguh; dan (17) kemitraan untuk mencapai tujuan;
Dari point untuk Pendidikan berkualitas dan kehidupan sehat berdasarkan data dari Kemenpan RB Komitmen terhadap kesejahteraan rakyat diwujudkan melalui berbagai program nyata. Program Makan Bergizi Gratis telah menyalurkan 1,1 miliar porsi makanan kepada 31 juta penerima manfaat, sekaligus membuka lebih dari 516 ribu lapangan kerja baru di sektor produksi pangan lokal. Dalam bidang pendidikan, pemerintah telah membangun 166 Sekolah Rakyat, memulai Program Sekolah Garuda, serta merenovasi 16.111 sekolah di seluruh Indonesia. Tak hanya itu, 288 ribu ruang belajar kini dilengkapi teknologi digital interaktif untuk mendukung pembelajaran berbasis masa depan. Kemudian Pemerintah terus berupaya untuk melakukan pemerataan melalui cara antara lain: Pemerintah daerah memperbaiki infrastruktur jaringan internet, pendampingan penerapan kurikulum. menambah jumlah guru berkualitas
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah telah melakukan langkah-langkah nyata membangun layanan pendidikan yang bermutu. Secara manajerial, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah memperbaiki tata kelola, pembinaan, dan kinerja guru. Secara kurikuler, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah akan menerapkan Pembelajaran Mendalam (deep learning), pemberlakuan Test Kemampuan Akademik (TKA), serta pembelajaran Koding, dan Kecerdasan Artifisial (AI). Secara pedagogis, dalam rangka membentuk karakter, Kementerian membuat kebijakan Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat yang meliputi bangun pagi, beribadah, berolah raga, makan sehat dan bergizi, gemar belajar, bermasyarakat, dan tidur cepat, program Pagi Ceria yang meliputi Senam Anak Indonesia Hebat (SAIH), menyanyikan lagu Indonesia Raya, dan doa bersama. Pendidikan karakter pada tingkat pendidikan Taman Kanak-kanak diluncurkan Album Kicau yang berisi lagu dan anak-anak.
Transformasi Pendidikan yang melibatkan unsur semesta atau masyarakat secara aktif dilibatkan dalam berkontribusi membangun paradigma Pendidikan yang berkemajuan. Kita secara Bersama menyadari bahwa pendidikan adalah investasi masa depan bukan hanya kebutuhan dasar. Pendidikan berkualitas akan menciptakan generasi yang berdaya saing global sehingga mampu membawanya pada tingkat kehidupan yang lebih baik. Begitu juga dengan pendidikan anak, bukan semata-mata hanya menjadi tanggung jawab guru, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat untuk pemerataan dan peningkatan kualitas pendidikan. Di sinilah letak filosofi Pendidikan sepanjang hayat butuh proses penyadaran yang mendalam.
Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 3 Tahun 2026 Partisipasi Semesta Pendidikan Bermutu Peraturan ini mengatur mengenai bentuk bantuan partisipasi semesta pendidikan bermutu yang berupa Bentuk Bantuan dalam program PSPB berupa: a. barang; dan/atau b. jasa; fasilitasi program PSPB; tahapan penyelenggaraan PSPB yang terdiri atas terdiri atas: a. perencanaan; b. pelaksanaan; c. pemantauan; dan d. pelaporan; sistem PSPB; pengaduan. penyelenggaraan program PSPB dilakukan secara tepat sasaran, berbasis data, akuntabel, berkesinambungan, dan partisipatif;
Partisipasi menurut KBBI adalah perihal turut berperan serta dalam suatu kegiatan; keikutsertaan; peran serta; observasi kegiatan dalam riset, berupa pengamatan yang aktif dan turut serta dalam kehidupan lapangan atau objek yang diamati; Sedangkan semesta menunjukkan seluruh; segenap; semuanya: semua yang ada di alam -- ini tidak dapat lepas dari takdirnya masing-masing, (berlaku untuk) seluruh dunia; universal;
Partisipasi Semesta merupakan upaya gerakan kolaborasi dan Kerjasama menyeluruh dan holistik yang melibatkan unsur pemerintah, masyarakat, dunia usaha, dan lembaga pendidikan dalam rangka menciptakan pendidikan bermutu, inklusif, dan merata bagi seluruh anak Indonesia. Gerakan Strategi ini menegaskan bahwa Pendidikan merupakan tanggung jawab bersama, bukan hanya tugas pemerintah, dalam melahirkan generasi cerdas dan berkarakter.
Dalam Naskah Akademik pembelajaran mendalam yang dikeluarkan kemendikdasmen menjelaskan dalam menumbuhkan semangat saling memuliakan di lingkungan pendidikan, dengan menempatkan penghormatan sebagai inti dari proses pembelajaran. Sebagaimana diajarkan oleh KH. M. Hasyim Asy’ari, lingkungan pendidikan yang baik harus mencerminkan penghormatan terhadap guru, teman sejawat, dan sumber ilmu. Guru dihormati sebagai pembimbing penuh kasih sayang, teman sejawat dihargai dalam semangat kolaborasi, dan sumber ilmu dirawat dengan sikap rendah hati. Melalui sistem among, yang mencakup nilai asah, asih, dan asuh, PM menciptakan harmoni yang mendukung peserta didik untuk berkembang secara alami tanpa tekanan yang mengekang.
Dalam Al-Quran yang dapat dikategorikan sebagai aktivitas kependidikan antara lain sebagai berikut: Pertama Tarbiyah Kata tarbiyah merupakan bentukan dari rabba-yarubbu yang dimaknai sebagai memelihara, merawat, melindungi, dan mengembangkan. Kata tarbiyah umumnya diartikan sebagai pendidikan, suatu tindakan sengaja untuk mendewasakan anak, memberi pengetahuan dan keterampilan agar mampu hidup mandiri pada zamannya. Kedua Ta„līm Salah satu cara terpopuler untuk mentransfer pengetahuan atau informasi adalah melalui pembelajaran (proses belajar-mengajar). Pada proses pembelajaran guru atau pendidik mentransformasikan pengetahuan dan keterampilan yang dimiliki kepada peserta didiknya agar mereka mengetahui, merasakan, dan mempraktekkan (kognitif, afektif, dan psikomotorik) suatu pengetahuan dan keterampilan. Para rasul-rasul pun yang mendapat tugas menyampaikan ajaran Allah subānahū wa ta„ālā kepada manusia menggunakan metode ta„līm ini Ketiga Mauizahasanah Pendidikan, pembentukan karakter, dan pengembangan sumber daya manusia dapat dilakukan dengan berbagai cara. Salah satu di antaranya adalah apa yang dikenalkan oleh AlQur'an dengan mau„i♂ah asanah atau nasihat yang baik. Nasehat-nasehat yang baik tentang kehidupan, pergaulan, dan halhal lainnya dapat dilakukan sejak manusia mampu melakukan komunikasi verbal. Nasehat dapat dilakukan untuk mengoreksi atau memperbaiki sikap dan tingkah laku yang keliru di masa lampau, atau untuk memberi bekal tentang kehidupan yang baik di masa depan. https://pustakalajnah.kemenag.go.id/uploads/Pendidikan.pdf
Makna partisipasi semesta mencakup beberapa aspek penting dalam memajukan Pendidikan nasional di Indonesia meliputi
1. Keterlibatan Kolektif , artinya semua pihak, mulai dari individu hingga organisasi, turut serta aktif dalam mendukung pendidikan. Seperti membentuk komunitas cinta Pendidikan dan pengutan literasi, membangun perpustakaan, kampanye literasi, pemberian beasiswa,
2. Kolaborasi Tanpa Batas, artinya tidak ada batasan siapa yang bisa berkontribusi, karena pendidikan adalah kebutuhan fundamental bagi semua orang. Semua orang dapat berkejasama tak boleh diam karena Pendidikan itu memerlukan penguatan modal dalam proses pengutan ide dan gagasan.
3. Aksi Nyata, artinya, lebih dari sekadar dukungan moral, partisipasi semesta mendorong aksi konkret, seperti mendukung anak-anak yang kurang mampu, mengembangkan akses pendidikan di daerah terpencil, atau menciptakan inovasi pendidikan berbasis teknologi dalam pemanfaatan ekologi lingkungan, pemberdayaan siswa dalam penangan sampah dan lingkungan, ruang terbuka hijau di sekolah dan masyarakat
4. Kesetaraan dan Inklusivitas, artinya pendidikan berkualitas harus dapat diakses oleh semua orang tanpa diskriminasi. Semua warga negara berhak mendapatkan pelayanan dan fasilitas Pendidikan serta berhak untuk memajukan pendidikan
5. Dampak Berkelanjutan, artinya keterlibatan luas dapat menciptakan perubahan jangka panjang yang membawa manfaat bagi generasi mendatang. Krisis global terkait energi saat ini bagaimana memberikan penyuluhan kepada siswa dan mahasiswa untuk penguatan bagaimana pemanfaatan sampah, kotoran hewan, limbah plastic digunakan untuk energi masa depan.
Pendidikan merupakan usaha sadar yang dilakukan seseorang atau sekelompok orang untuk mendewasakan anak peserta didik, mentransformasi pengetahuan, keterampilan, dan nilai-nilai sikap dan karakter agar kehidupannya berubah lebih baik dari sebelumnya. Hal utama dalam pendidikan adalah perubahan (changes) dari tidak bisa menjadi bisa, dari tidak tahu menjadi tahu, dari tidak terampil menjadi terampil, dari berkinerja kurang baik menjadi lebih baik,
Pilar pendidikan bermutu mengacu pada prinsip-prinsip fundamental yang menjadi dasar bagi sistem pendidikan yang efektif dan berkualitas. Biasanya, terdapat beberapa aspek utama yang dianggap sebagai pilar dalam menciptakan pendidikan yang bermutu:
1. Ketersediaan dan Aksesibilitas: Pendidikan harus tersedia bagi semua orang tanpa diskriminasi. Infrastruktur pendidikan yang memadai serta akses yang merata menjadi kunci utama. Sarana olahraga, perpustakaan, sarana ibadah, kantin, kamar mandi yang nyaman dan bersih.Kemudian tempat sampah yang sesuai standar. Fasilitas pemanfaatan energi ketahanan pangan dan urban farming paling tidak ada dalam setiap sekolah. Apalagi sekolah yang luasnya sekitar lebih dari 5000 meter persegi yang masih tersedia lahan untuk kegiatan penopang energi ketahanan pangan dan energi
2. Kurikulum yang Relevan dan Berkualitas: Kurikulum harus sesuai dengan perkembangan zaman dan kebutuhan masyarakat, serta mampu membentuk keterampilan dan karakter peserta didik agar siap menghadapi tantangan masa depan. Program yang disesuaikan dengan kondisi keuangan dan memiliki visi dan misi yang bisa meningkatkan derajat dan kualitas Pendidikan di sekolah, Program yang bisa dimplementasikan bagi seluruh keluarga besar sekolah dan didukung oleh seluruh komponen sekolah.
3. Tenaga Pendidik yang Kompeten: Guru dan dosen yang berkualitas, berdedikasi, serta memiliki metode pengajaran yang efektif sangat berperan dalam keberhasilan pendidikan.Guru mengajar sesuai dengan program yang di buat dan memiliki kebermaknaan bagi peserta didik hal yang utama penguatan terhadap literasi. Guru bila perlu memberikan contoh untuk gemar membaca terlebih dahulu. Guru menanamkan ke dalam dirinya sebagai pembelajar sepanjang hayat.
4. Lingkungan Pembelajaran yang Kondusif: Suasana belajar yang aman, nyaman, dan mendukung perkembangan intelektual serta emosional peserta didik. Konsep belajar yang menyenangkan dengan penguatan karakter peserta didik.
5. Evaluasi dan Peningkatan Berkelanjutan: Sistem pendidikan harus terus dievaluasi dan diperbaiki sesuai dengan perkembangan teknologi, budaya, dan kebutuhan masyarakat agar tetap relevan dan efektif.
Pesan al- Ibrsy menulis: Lingkungan Lingkungan tempat dibesarkannya seseorang memiliki pengaruh besar terhadap hidup dan jalan hidup orang itu, terhadap pembentukan akhlak, adat kebiasaan dan kecenderungannya. Jika lingkungan itu kondusif merangsang orang-orang berkemampuan dan berkelayakan (untuk berinovasi), maka pengaruh lingkungan itu baik. Akan tetapi apabila lingkungan itu buruk yang di situ para sarjana tidak mendapatkan dorongan dan dukungan (untuk berinovasi), maka pengaruh lingkungan itu buruk. Di lingkungan seperti itu pemikiran-pemikiran cemerlang terkubur dan tenaga-tenaga potensial menjadi tersembunyi.
. https://pustakalajnah.kemenag.go.id/uploads/Pendidikan.pdf
Dari Abū Mūsa, dia berkata bahwa Rasululllah shallallāhu alaihi wa sallam bersabda: Sesungguhnya perumpamaan petunjuk dan ilmu yang aku diutus Allah dengannya, seperti hujan yang turun di bumi, sebagian di antaranya ada yang berupa tanah bagus yang mengisap air lalu menumbuhkan rerumputan yang banyak. Di antara bumi itu ada pula yang berupa tanah keras yang bisa menahan air, Allah memberikan manfaat dengannya kepada manusia, sehingga mereka bisa meminum, mengairi dan menanam. Sebagian hujan itu ada pula yang jatuh ke bagian lain, yang hanya berupa lembah, tidak dapat menahan air dan tidak juga dapat menumbuhkan rumput. Yang demikian itulah perumpamaan orang-orang yang memahami agama Allah dan Allah memberikan manfaat kepadanya seperti yang karenanya aku diutus, lalu dia mengetahui dan mengajarkan, begitu pula perumpamaan orang yang tidak mau mengangkat kepalanya kepada hal tersebut dan tidak menerima petunjuk Allah yang karenannya aku diutus. (Riwayat al- Bukhori dan Muslim dari Abū Mūsal-Asyarī).
Partisipasi semesta dibutuhkan dalam mewujudkan Pendidikan berkemajuan perlu ditrasformasikan sesuai dengan hadis nabi di atas bahwa proses Pendidikan harus memberikan kebermanfaatan bagi orang banyak dan memiliki pemikiran berupa inovasi dan kreatifitas dalam memberikan rangsangan penguatan pembinaan karakter. Apalagi saat krisis minyak akibat perang perlu dijadikan renungan untuk menciptakan bagaiman ketersedian energi dari sampah, kotoran hewan dan manusia, limbah plastik, limbah kulit buah, limbah dari padi untuk dijadikan sumber energi alternatif.
