Kronologi Insiden Tewasnya 4 Anggota TNI di Natuna

kumparanNEWSverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Ilustrasi penembakan (Foto: Pixabay)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi penembakan (Foto: Pixabay)

Berita duka datang dari TNI. Saat latihan PPRC di Natuna, terjadi insiden kecelakaan. Ada giant bow yang mengalami kerusakan sehingga memuntahkan peluru dan mengenai empat anggota TNI.

Baca: Surat BIN Larang Pegawainya Berjenggot Menyebar

Baca: Sri Mulyani dan Kabar Mundur dari Menkeu

kumparan (kumparan.com) mencoba mengonfirmasi ke Kapuspen TNI Mayjen Wuryanto. Saat dikontak, Rabu (17/5), Wuryanto mempersilakan mengonfirmasi ke Kadispen TNI AD Brigjen Alfret Denny Tuejeh.

kumparan mendapatkan konfirmasi dari Brigjen Denny yang membenarkan insiden ini.

Berikut kronologi kecelakaan saat latihan Pasukan Pemukul Reaksi Cepat (PPRC) di Natuna, Kepulauan Riau:

Rabu 17 Mei

Prajurit TNI berlatih PPRC. Latihan berjalan lancar.

- Pukul 11.21 WIB

Bertempat di Stelling Arhanud 1/K Jat Giant Bow terjadi kecelakaan penembakan. Ketika itu drone melintas di atas Stelling ARH, masing-masing pucuk melakukan penembakan. Pucuk 8 mengalami los kendali pada penyekat kiri yang mengakibatkan penembak tidak dapat mengendalikan pucuknya, lalu elevasi turun kemudian membabat ke arah jam 9 pada posisi pucuk 7 dan 6.

Kejadian ini begitu cepat. Dua orang meninggal di lokasi yakni Kapten Heru dan Praka Edy.

- 11.30 WIB

Seluruh korban dibawa ke RSUD. Adapun daftar korban keseluruhan yakni

1. Meninggal dunia 4 personel

a. Kapt Arh Heru Bayu

b. Praka Edy

c. Pratu Marwan

d. Pratu Ibnu

2. Dievakuasi ke RST Pontianak 4 orang

a. Serda Alfredo Siahaan

b. Sertu Blego

c. Prada Wahyu Danar

d. Pratu Bayu Agung

3. Anggota yang dirawat

a. Pratu Ridai

b. Partu Didik

c. Praka Edi Sugianto

d. Pelda Dawid (Puspen TNI).

Baca: Para Ibu yang Mengawali Keruntuhan Orde Baru

Baca: Kerugian Akibat Kebakaran di Ramayana Ditaksir Rp 5 Miliar