Mie Instan yang Belum Sempat Dibuat Denanda untuk Briptu Taufan

kumparanNEWSverified-green

clock
comment
5
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Denanda Adik Briptu Taufan. (Foto: Wandha Hidayat/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Denanda Adik Briptu Taufan. (Foto: Wandha Hidayat/kumparan)

Denanda (21), masih ingat percakapan telepon yang dilakukan dengan kakaknya almarhum Taufan. Lepas salat magrib, Taufan menelepon menanyakan kabar.

Baca: Untuk para Polisi: Jangan Takut Bertugas, Mari Lawan Terorisme

Dari perbincangan pada Rabu (24/5), Taufan berpesan agar adiknya rajin belajar dan segera menyelesaikan kuliahnya.

"Dia nyuruh cepat sidang, biar cepat wisuda," terang Denanda dengan terbata.

Percakapan kemudian berlanjut. Taufan, rencananya setelah bertugas mengamankan pawai obor di Kampung Melayu, akan pulang ke rumah di Bekasi. Taufan juga minta dibuatkan mie instan.

"Minta bikin mie instan," terangnya.

Duka keluarga Bripda Taufan Tsunami. (Foto: Wandha Hidayat/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Duka keluarga Bripda Taufan Tsunami. (Foto: Wandha Hidayat/kumparan)

Taufan yang berumur 23 tahun itu memang cukup dekat dengan adiknya ini. Nasihat kerap diberikan. Mereka juga selalu bertukar pikiran.

"Dia orangnya baik dan bertanggung jawab," tutup Denanda. Setelah itu adik almarhum berlalu meninggalkan Pondok Ranggon lokasi pemakaman.

Bom Kampung Melayu meledak dua kali. Bom Kampung Melayu ini adalah bom bunuh diri. Pelakunya dua orang, dan akibat ledakan bom Kampung Melayu ini 3 polisi meninggal dunia, salah satunya Briptu Taufan.

Makam Bripda Taufan Tsunami (Foto: Wandha Hidayat/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Makam Bripda Taufan Tsunami (Foto: Wandha Hidayat/kumparan)