Wibawa Presiden Jokowi Dipertaruhkan

kumparanNEWSverified-green

clock
comment
2
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Novel Baswedan dirujuk ke RS Jakarta Eye Center. (Foto: Antara/Aprillio Akbar)
zoom-in-whitePerbesar
Novel Baswedan dirujuk ke RS Jakarta Eye Center. (Foto: Antara/Aprillio Akbar)

35 Hari lebih berlalu, pelaku penyiraman air keras ke Novel Baswedan tak kunjung tertangkap. Pihak kepolisian masih belum menemukan titik terang, pelaku keji yang meneror penyidik KPK yang juga kepala Satgas kasus e-KTP.

Baca: Rata-rata 200 TKI di Serawak Malaysia Meninggal Tiap Tahun

Baca: Keluarga Novel Baswedan Kecewa

Kasus Novel ini bila tidak terungkap bukan hanya merugikan nama baik kepolisian, lebih dari itu, pemerintahan Jokowi juga akan menuai stigma buruk.

"Kasus ini bisa jadi pertaruhan wibawa presiden, sebab beliau pernah memerintahkan kapolri untuk menungkap pelaku serangan kepada novel. Apabila kasus ini tidak tuntas, tentu berdampak pada wibawa Presiden," kata peneliti Indonesia Corruption Watch (ICW), Donald Fariz saat berbincang dengan kumparan (kumparan.com), Rabu (17/5).

Donald menyarakan, sebaiknya Presiden Jokowi mengambil langkah tegas. Tidak kunjung terungkapnya penyerang Novel juga akan berimbas pada krisis kepercayaan publik pada kemampuan perangkat hukum di bawah pemerintahannya.

"Presiden Jokowi sebaiknya membentuk tim gabungan lintas institusi," tegas Donald. "Sebab kasus ini sudah lebih dari 1 bulan tidak terungkap," tambah Donald.

Baca: Kocak, Saat Polisi Tilang Pria Kemayu

Ini membuktikan ada kemacetan penuntasan di tubuh polri sehingga harus dibentuk tim gabungan yang bisa bekerja lebih maksimal.

Kronologi penyiraman air keras Novel Baswedan (Foto: Bagus Permadi/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Kronologi penyiraman air keras Novel Baswedan (Foto: Bagus Permadi/kumparan)