Wibawa Presiden Jokowi Dipertaruhkan

35 Hari lebih berlalu, pelaku penyiraman air keras ke Novel Baswedan tak kunjung tertangkap. Pihak kepolisian masih belum menemukan titik terang, pelaku keji yang meneror penyidik KPK yang juga kepala Satgas kasus e-KTP.
Baca: Rata-rata 200 TKI di Serawak Malaysia Meninggal Tiap Tahun
Baca: Keluarga Novel Baswedan Kecewa
Kasus Novel ini bila tidak terungkap bukan hanya merugikan nama baik kepolisian, lebih dari itu, pemerintahan Jokowi juga akan menuai stigma buruk.
"Kasus ini bisa jadi pertaruhan wibawa presiden, sebab beliau pernah memerintahkan kapolri untuk menungkap pelaku serangan kepada novel. Apabila kasus ini tidak tuntas, tentu berdampak pada wibawa Presiden," kata peneliti Indonesia Corruption Watch (ICW), Donald Fariz saat berbincang dengan kumparan (kumparan.com), Rabu (17/5).
Donald menyarakan, sebaiknya Presiden Jokowi mengambil langkah tegas. Tidak kunjung terungkapnya penyerang Novel juga akan berimbas pada krisis kepercayaan publik pada kemampuan perangkat hukum di bawah pemerintahannya.
"Presiden Jokowi sebaiknya membentuk tim gabungan lintas institusi," tegas Donald. "Sebab kasus ini sudah lebih dari 1 bulan tidak terungkap," tambah Donald.
Baca: Kocak, Saat Polisi Tilang Pria Kemayu
Ini membuktikan ada kemacetan penuntasan di tubuh polri sehingga harus dibentuk tim gabungan yang bisa bekerja lebih maksimal.

