Tidak Harus Menjadi Sempurna

Nama saya indri dian utami, saya mahasiswa Institut Teknologi dan Bisnis Ahmad Dahlan Jakarta, prodi S1 Akuntansi. selain kuliah, saya hanya membantu orang tua dirumah dan berjualan online
Tulisan dari Indri Dian Utami tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Menjadi sempurna upaya setiap orang dalam meningkatkan kualitas diri seperti tidak terlihat memiliki kekurangan sedikitpun. Yang artinya dia harus memiliki standardisasi sempurna setiap orang, karena tentunya setiap orang memiliki arti standardisasi sempurna yang berbeda.
Membahas sempurna sama halnya dengan ngecat es batu, merupakan hal yang mustahil dan tidak akan pernah terjadi. Karena tidak dapat memenuhi standardisasi sempurna, hal ini yang membuat diri tidak bisa menerima kekurangan diri sendiri dan merasa tidak memiliki kemampuan.
Self love yaitu suatu apresiasi terhadap diri sendiri yang bersifat dinamis, yang tumbuh dari tindakan yang mendukung pertumbuhan fisik, psikologis, dan spiritual kita—tindakan yang membuat kita dewasa, hal ini dinyatakan oleh Deborah Khoshaba Psy.D (Psychology Today, 2012)
Setiap orang pasti pernah melakukan kesalahan, dengan cara menerima dan memaafkan atas kesalahan yang telah dibuat merupakan bentuk self-love, yang mau menerima dengan jujur atas kesalahan yang diperbuat. Terkadang kita juga harus menjauhi orang yang membawa pengaruh buruk.
Dengan menerima kekurangan diri sendiri, bangga atas kemampuan yang dimiliki dan menjadi diri sendiri atau bisa disebut menerima dengan jujur segala kekurangan diri sendiri yang akan menjadikan diri lebih dewasa.
Dengan demikian kita juga akan merasa lebih menghargai diri sendiri dan dapat menjadi pribadi yang lebih baik.
