Konten dari Pengguna

Cairan Infus untuk Toner Wajah: Aman atau Berisiko?

Inea Kezia Amya

Inea Kezia Amya

Pelajar SMA Citra Berkat Tangerang

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Inea Kezia Amya tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi cairan infus. Sumber foto: Pexels
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi cairan infus. Sumber foto: Pexels

Ramai dibicarakan penggunaan cairan infus NaCl sebagai toner wajah. Hacks tersebut mulai viral ketika seorang Tiktoker perempuan membagikan kebiasaannya memakai cairan infus dalam rutinitas perawatan kulit. Ia mengaku, cairan yang berisi larutan garam ini ampuh dalam menghilangkan jerawat.

Gebrakan baru tersebut kemudian memicu berbagai reaksi dan komentar dari warganet. Tidak sedikit yang mengaku bahwa penggunaan cairan infus sebagai toner memang efektif dalam mengatasi permasalahan kulit berjerawat. Namun yang menjadi pertanyaan adalah, aman atau tidak ya?

Menurut dr. Ekida Rehan Firmansyah, boleh-boleh saja menjadikan cairan infus sebagai toner untuk membersihkan wajah. “Memang didesain untuk masuk ke pembuluh darah, jadi dijamin steril, tidak mungkin ada kuman atau bakteri.”

“Masuk ke pembuluh darah kita saja sudah aman, apalagi cuma ke kulit muka kita,” ia menambahkan.

Namun, harus diingat untuk memastikan cairan infus yang digunakan adalah normal saline yang berisi NaCl 0.9%, “Dia bisa dipakai untuk membersihkan kulit kita terutama yang lagi radang atau sensitif sama kandungan-kandungan toner lainnya, karena ini netral banget dan aman.”

Dalam praktik kesehatan, penggunaan cairan infus NaCl biasa diperuntukkan untuk rehidrasi atau pembersihan luka. Dikutip dari Alodokter, kandungan natrium dan klorida yang terdapat dalam cairan ini memang efektif untuk membuang kuman secara fisik, namun tidak memiliki kemampuan untuk membunuh kuman tersebut.

Pernyataan ini didukung dengan penjelasan lebih lanjut oleh dr. Ekida mengenai penggunaan cairan infus NaCl untuk menyembuhkan jerawat. “Kekurangan dari air infus NaCl ini adalah dia tidak memiliki efek anti mikroba. Jadi, dia hanya sekadar membersihkan lapisan terluar dari kulit kita saja, tidak sampai mematikan kuman yang ada di kulit kita.”

“Kalau kamu punya jerawat, itu cuma dibersihkan saja bagian luar jerawatnya tapi tidak membunuh bakteri yang menjadi penyebab jerawat tadi,” ucapnya.

Sebagai penutup, dr. Ekida memperingatkan untuk berhati-hati akan risiko kontaminasi bakteri pada cairan infus NaCl. Tidak menutup kemungkinan adanya bakteri yang masuk ketika ia dibuka dan dipakai berulang kali. Oleh karena itu, disarankan untuk memilih kemasan cairan infus berukuran kecil atau yang dirancang untuk penggunaan sekali pakai guna meminimalisir risiko kontaminasi yang mungkin terjadi.