21 Tahun Berlalu, Eks MU Masih Sakit Hati Dijuluki Kiper Terburuk Liga Inggris

Info Bola adalah story berita bola hari ini, jadwal terkini, tentang pemain, sepak bola Liga indonesia, Eropa, dan dunia.
Tulisan dari Info Bola tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Massimo Taibi buka suara soal tugasnya yang sangat singkat di Manchester United--termasuk kegagalannya saat melawan Southampton.
Pemain asal Italia itu didatangkan dari Venezia dengan bayaran 4,9 juta Poundsterling pada 1999. Taibi ditugaskan untuk menjaga gawang menggantikan Peter Schmeichel yang berlabuh ke Sporting CP hanya bermain di empat laga.
Dia dinobatkan sebagai Man of the Match pada debutnya melawan Liverpool, tapi membuat kesalahan besar saat bermain imbang dengan Saints di Old Trafford.
Taibi gagal menangkap tendangan Matt Le Tissier, menyebabkan bola lolos di antara kedua kakinya sebelum masuk ke jala gawang. Kejadian itu masih dianggap kesalahan paling buruk penjaga gawang di Liga Inggris.
Minggu berikutnya saat bertandang ke Chelsea, gawangnya dibobol lima kali oleh tuan rumah. Setelahnya, Dia tak pernah bermain lagi. 21 tahun kemudian, Taibi merenungkan kesalahan yang harus dibayar mahal itu.
"Bagi saya, itu bukan kesalahan yang mengerikan, tentu saja bukan sesuatu yang harus Anda beri label seumur hidup," kata Taibi seperti dikutip dari Sportbible.
Bola yang melewati kolong kiper sebelum menjadi gol memang terlihat sangat konyol, tapi menurutnya, itu hanya salah satu dari beberapa hal yang terjadi pada penjaga gawang.
"Saya mengalami kejadian serupa di Torino. Itu terjadi. Ini kecelakaan, bukan kesalahan. Kesalahan adalah keluar untuk merebut bola dan meleset, tetapi tembakan tidak berbahaya yang lewat di antara kaki hanyalah kecelakaan total,” lanjut Taibi.
Kiper kelahiran 18 Februari 1970 ini mengaku sangat sakit hati dengan label “Penjaga Gawang Terburuk dalam sejarah Liga Inggris” yang disematkan kepadanya setiap tahun. Menurutnya, sangat tidak masuk akal menilai performa penjaga gawang dari empat pertandingan.
"Saya memainkan empat pertandingan. Dua di antaranya saya bermain bagus dan dinobatkan sebagai Man of the Match dan yang lainnya tidak. Anda menghancurkan penjaga gawang hanya setelah empat pertandingan? Ini gila," kata Taibi.
"Mungkin setelah enam, tujuh bulan, oke Anda sangat buruk setelah 25 pertandingan, saya mengerti, tapi untuk itu terjadi setelah empat pertandingan, itu sangat menyakitkan,” Taibi menambahkan.
Mantan penjaga gawang AC Milan itu kembali ke Italia untuk memperkuat Reggina pada Januari 2000 dan melanjutkan untuk bermain secara profesional hingga 2009, tetapi ia mengaku kesalahan itu menjadi beban selama sisa karirnya.
“Saya memikul beban ini pada diri saya sendiri sampai akhir karir saya. Saya bermain sepuluh tahun lagi setelah meninggalkan United dan membawa perasaan negatif ini di dalam diriku sepanjang waktu,” tutup Taibi.
