3 Alasan Virgil Van Dijk Lebih Pantas Raih Ballon d’Or Ketimbang Messi

Info Bola adalah story berita bola hari ini, jadwal terkini, tentang pemain, sepak bola Liga indonesia, Eropa, dan dunia.
Tulisan dari Info Bola tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Musim 2018/19 sudah memasuki masa-masa akhir. Bahkan, liga-liga top seperti di Inggris, Spanyol dan Jerman sudah melakoni pekan terakhir mereka. Sementara Serie A dan Liga Prancis masih menyisakan satu pekan, laga-laga tersebut sudah tidak lagi menentukan gelar lantaran Juventus dan PSG sudah memastikan diri sebagai kampiun.
Kini, semua perbincangan akan mengarah pada siapa yang bakal menang pemain terbaik di dunia musim ini. Ada dua kandidat yang paling kuat dalam meraih gelar individu paling bergengsi Ballon d’Or, yaitu Lionel Messi dan Virgil van Dijk. Keduanya tampil luar biasa musim ini, baik Messi kala membela Barcelona maupun Van Dijk bersama Liverpool.
Bersama raksasa Catalunya, Messi tampil luar biasa dengan menjadi kampiun Liga Spanyol. Pekan depan, Barca bertemu Valencia di babak final Copa del Rey dan tentu La Pulga bakal kembali diandalkan. Menjalani musim terbaik dalam beberapa tahun terakhir, Messi sukses mencatatkan 50 gol dan 22 asis dari 49 penampilan.
Sementara Van Dijk bersama Liverpool pun begitu solid. Walau gagal menjuarai Liga Inggris dan gugur di dua kompetisi domestik lainnya, Van Dijk tetap sukses menjaga Liverpool sebagai tim paling sedikit kebobolan di Inggris. Bahkan, faktanya bek asal Belanda tersebut tak pernah sekalipun dilewati oleh pemain lawan, bahkan oleh Messi sekalipun.
Memang tidak akan mengejutkan bila akhirnya Messi memenangkan Ballon d'Or keenam musim ini, tapi performa impresif Van Dijk tak bisa diabaikan. Karena itu, berikut tiga alasan Van Dijk lebih pantas menang Ballon d’Or dan jadi bek pertama sejak Fabio Cannavaro yang menang penghargaan tersebut.
1. Konsisten bersama Liverpool dan Timnas Belanda
Selama 59 pertandingan musim ini, baik bersama klub maupun tim nasional, Van Dijk bisa konsisten selalu tampil di atas rata-rata. Konsistensi bek berusia 27 tahun tersebut pun bisa dipertahankan sepanjang musim.
Tak pernah absen membela Liverpool di Liga Inggris, Van Dijk pun menang penghargaan Pemain Terbaik Liga Inggris Versi PFA. Selalu solid menjaga pertahanan, memenangkan duel baik di darat maupun di udara, tak ada satu pemain pun yang bisa melewati Van Dijk musim ini.
Setelah gagal lolos ke Piala Dunia, Van Dijk jadi salah satu pilar kebangkitan Timnas Belanda. De Oranje kini sukses mengamankan tempat di Piala Eropa 2020, lantaran sukses melaju ke babak semifinal UEFA Nations League.
Bersama De Ligt, Van Dijk sukses jadi tandem bek tengah paling solid di laga Internasional Timnas Belanda. Bila Van Dijk menang UEFA Nations League dan Messi gagal bersama Argentina di Copa America, bisa jadi Van Dijk mencuri Ballon d’Or tahun 2019.
2. Solid sebagai bek tengah modern
Tampil apik selama musim 2018/19 ini, Virgil van Dijk sukses membuktikan diri sebagai bek paling tangguh di dunia. Punya tekel-tekel keras yang tepat sasaran, juga hebat dalam duel-duel udara, Van Dijk yang terkenal sebagai bek tengah modern juga jago melakukan umpan. Bek asal Belanda tersebut hebat ketika memegang bola, sesuatu yang memang dibutuhkan bek-bek era modern.
Bisa melepaskan umpan jarak jauh akurat, Van Dijk kerap kali jadi awal dalam membangun serangan. Asis Van Dijk ketika menghadapi Bayern Muenchen di semifinal Liga Champions jadi salah satu yang diingat. Sering melakukan pressing dari belakang, Van Dijk turut membantu timnya mendapatkan peluang. Dirinya juga jadi ancaman di tiap set piece.
Perannya di lini belakang Liverpool begitu tak tergantikan. Sebelum kedatangan Van Dijk, Liverpool disebut salah satu tim dengan pertahanan terburuk di Liga Inggris. Kini, dirinya membantu Liverpool tanpa kebobolan sebanyak 21 kali, terbanyak di liga. Selain itu, dirinya juga membantu Lovren dan Matip semakin meningkat.
3. Final Liga Champions dua kali beruntun
Sejak kedatangan Van Dijk, Liverpool sukses mencapai final Liga Champions dalam dua musim beruntun. Musim ini mereka juga sukses finis sebagai runner-up dengan hanya kalah satu poin dari Manchester City, merupakan salah satu persaingan paling ketat sepanjang sejarah Liga Inggris.
Walau gagal di Liga Inggris, Liverpool kini punya kesempatan untuk kembali jadi raja di benua Eropa. Musim lalu mereka takluk di babak final dari Real Madrid, dengan skor 3-1. Kini bermain di Madrid, Liverpool bakal menghadapi sesama wakil Inggris, Spurs, demi bisa jadi kampiun Liga Champions.
Jadi kunci lini pertahanan Juergen Klopp, Van Dijk bermain solid di belakang dan beberapa kali mencetak gol krusial buat tim. Bersama Van Dijk, Robertson, Alexander Arnold dan Allison di bawah mistar, kini Liverpool punya salah satu pertahanan terbaik di dunia. Bila sukses menang Liga Champions, bukan tidak mungkin Van Dijk menang Ballon d‘Or. (bob)
Baca lebih banyak informasi mengenai berita artis/berita heboh/info bola/dan lifehack lebih nyaman di aplikasi kumparan.
Download aplikasi Android di sini.
Download aplikasi iOS di sini.
