3 Bukti Cristiano Ronaldo Sukses di Musim Perdananya Bersama Juventus

Info Bola adalah story berita bola hari ini, jadwal terkini, tentang pemain, sepak bola Liga indonesia, Eropa, dan dunia.
Tulisan dari Info Bola tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Musim panas 2018 lalu, Cristiano Ronaldo membuat kejutan dengan mengakhiri sembilan tahun kebersamaannya bersama Real Madrid. Penyerang berkebangsaan Portugal tersebut memutuskan bergabung dengan raksasa Italia, Juventus, demi mencari tantangan baru. Mahar 100 juta euro yang dikeluarkan Juve, membuat Ronaldo jadi yang termahal di Liga Italia.
Semasa bersama Los Blancos, Ronaldo sukses memborong semua trofi yang bisa dimenangi, termasuk empat gelar Liga Champions yang tiga diantaranya dimenangi secara beruntun. Tidak hanya belasan trofi yang telah disumbangkan, Ronaldo juga sukses meraih prestasi pribadi dengan menang Ballon d’Or empat kali.
Mendarat di Liga Italia, Ronaldo melanjutkan prestasinya dengan kerap menampilkan performa fantastis. Dirinya sukses beradaptasi dengan cepat dan langsung jadi penyerang paling berkontribusi dalam terciptanya gol Juve. Di Liga Italia Ronaldo bahkan selalu jadi momok pemain bertahan.
Konsisten tampil pada performa terbaik di tiap pekan, Ronaldo pun jadi pemain yang sangat diandalkan tim. Musim ini, dengan sangat mudah Liga Italia jatuh kepada skuat arahan Massimiliano Allegri. Selisih 18 poin dari runner-up Napoli, Juve mengangkat trofi bahkan ketika liga masih menyisakan lima laga lagi.
Namun, sayangnya Ronaldo masih gagal membawa Juventus mencapai target di awal musim: menjuarai Liga Champions. Sukses membawa I BIanconeri ke perempat final secara dramatis usai menumbangkan Atletico Madrid dengan tri golnya, Ronaldo gagal menyelamatkan Juve dari kekalahan walau mencetak gol di dua laga kontra Ajax.
Walau gagal mencapai target ambisius yang dipatok oleh Juve, Ronaldo tetap berhasil menjalani musim dengan sangat baik bersama Juventus. Salah satu buktinya yaitu kontribusi gol fantastis yang dicatatkannya.
Seperti yang disebutkan sebelumnya, Ronaldo sukses jadi momok setiap lawan yang dihadapi Juventus. Ronaldo memang sempat mandul di lima laga awal. Kala itu bahkan publik mulai menilai CR7 bakal gagal bersama Juve. Namun, perlahan dirinya membuktikan kritikan publik salah besar.
Ronaldo langsung mencetak gol perdana dan kedua sekaligus kala bersua Sassuolo. Sejak itu Ronaldo konsisten memberikan kontribusi maksimal tiap pekannya buat Juventus. Total sudah 20 gol dan 11 asis dicatatkan Ronaldo dalam 28 penampilannya di Liga Italia musim ini, masuk jajaran top skor dan pengumpan berbuah gol terbanyak.
Tak hanya di kompetisi domestik, Ronaldo juga mencetak 6 gol di sembilan penampilannya di Liga Champions musim ini. Total di semua kompetisi, Ronaldo mencatat 27 gol dan 13 asis dalam 40 pertandingan di semua kompetisi.
Selain catatan luar biasanya tersebut, berikut tiga alasan lain Ronaldo terbukti sukses bersama Juventus di musim perdananya.
1. Pengalaman baru yang luar biasa
Seperti yang disebutkan sebelumnya, Cristiano Ronaldo sukses membuktikan ketajaman di depan gawang dengan mencetak 27 gol dan 13 asis di semua kompetisi musim ini. Catatan impresif tersebut jadi lebih spesial lantaran dilakukan pada musim pertamanya di Liga Italia bersama Juventus.
Bermain di tim yang punya gaya berbeda dan rekan-rekan baru, serta atmosfer lain dari Liga Spanyol tak akan mudah buat banyak pesepak bola. Namun, Ronaldo malah sukses membuktikan bahwa dirinya bukan seperti pesepak bola kebanyakan, dengan langsung jadi pemain terbaik klub di musim perdananya.
Dengan catatan gol dan asisnya sepanjang musim ini, Ronaldo tetap jadi salah satu penyerang paling berbahaya di dunia saat ini. Karena itu, dirinya memang layak menuai banyak pujian lantaran musim yang luar biasa.
2. Membuktikan diri di laga besar Liga Champions
Bermain di pentas tertinggi Eropa bersama Juventus, Ronaldo tetap bisa membuktikan dirinya bisa berkontribusi maksimal. Walau secara mengejutkan gagal lolos ke semifinal lantaran kalah oleh Ajax di perempat final, Ronaldo tetap membuktikan dirinya pantas disebut Mr. Champions League.
Secara individu, Ronaldo sukses jadi yang terbaik buat ‘si nyonya tua’. Setelah kalah 2-0 dari Atletico Madrid di babak 16 besar, Ronaldo tampil luar biasa dan membalikkan keadaan dengan mencetak hattrick di Allianz Stadium.
Bahkan, ketika Bianconeri harus dipulangkan Ajax di perempat final, Cristiano tetap membuktikan kelasnya dengan mencetak gol di kedua leg. Menyusul performa individunya tersebut, tak adil makanya menyebut Ronaldo tengah menjalani musim yang buruk.
3. Sukses juara Liga Italia
Liga Champions memang jadi prioritas utama Juventus musim ini. Mereka bahkan sampai mengorbankan Coppa Italia lantaran harus rotasi demi kebugaran bermain di UCL. Terlepas dari kegagalan di Liga Champions, Juventus masih mendapatkan kesuksesan di Liga Italia dan Cristiano Ronaldo jadi pemain yang punya kontribusi terbesar.
Sukses besar pada musim perdananya di Italia, Ronaldo kini masih bersaing demi sepatu emas. Dirinya pun jadi pemain pertama yang menang di empat liga top Eropa, yaitu di Portugal, Inggris dan Spanyol. Sebelum Liga Italia, Ronaldo juga membantu Juve menjuarai Piala Super Italia dengan mencetak gol.
Mencatat 27 gol dan 13 asis pada 40 laga di semua kompetisi musim ini, termasuk menang dua trofi dalam kurang dari setahun sejak kepindahannya, tentu tidak adil menyebutkan Ronaldo menjalani musim yang buruk karena ini sebenarnya merupakan musim yang sukses. (bob)
Baca lebih banyak informasi mengenai berita artis/berita heboh/info bola/dan lifehack lebih nyaman di aplikasi kumparan.
Download aplikasi Android di sini.
Download aplikasi iOS di sini.
