5 Analisis Usai Liverpool Menang 3-1 atas Arsenal di Liga Inggris
Tulisan dari Info Bola tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Laga sengit yang mempertemukan dua raksasa berhasil jadi milik Liverpool, usai mengalahkan Arsenal di pekan ketiga Liga Inggris 2019/20. ‘The Reds’ yang main di depan publik sendiri menang dengan skor 3-1 atas ‘The Gunners’ saat bertemu di Stadion Anfield, Sabtu malam (24/8/2019).
Adapun gol pembuka laga tersebut tercipta lewat tandukkan Joel Matip pada menit ke-41. Kemudian Mohamed Salah mencetak brace di menit ke-49 dan 58. Adapun Arsenal sempat membalas via pemain yang masuk sebagai cadangan, yaitu Lucas Torreira. Gelandang asal Uruguay tersebut mencatatkan namanya di papan skor pada menit ke-85.
Hasil tersebut membuat Liverpool kini kokoh di puncak klasemen, mengoleksi sembilan poin dari tiga laga. Sementara Arsenal yang kalah masih menempel di posisi kedua klasemen, mengumpulkan total enam poin dari dua pertandingan.
Usai laga tersebut Juergen Klopp mengaku senang dengan performa timnya. Menurut Klopp, Liverpool tampil gemilang di kedua babak. Menurut Klopp, Liverpool tampil lebih bergairah dan semangat, serta menunjukkan energi yang besar pada laga, membuat lawan jadi tak nyaman menghadapi anak asuhnya..
“Itu memang yang kita inginkan,” ungkap Klopp. “Kamu punya banyak hal yang mesti ditingkatkan, tapi ini merupakan langkah yang besar, saya sangat senang. Suatu pertanyaan yang punya jawaban begitu panjang!” tambah Klopp.
Sementara pelatih Arsenal, Unai Emery, mengaku kecewa dengan hasil yang diraih anak asuhnya tersebut. Menurut Emery, setelah 90 menit, Arsenal punya situasi yang berbeda, baik dalam segi taktikal maupun spiritual.
“Saya pikir dalam sebuah momen tim memperlihatkan karakter yang bagus dan itu adalah satu langkah maju untuk apa yang kami ingin lakukan. Hasil tersebut artinya kami tidak senang dengan hasil hari ini, tapi kami optimis di situasi lain,” ungkap Emery dilansir dari situs resmi Arsenal.
Berangkat dari laga yang mempertemukan dua raksasa Liga Inggris, Liverpool dan Arsenal, yang berakhir untuk kemenangan ‘The Reds’ 3-1 atas ‘The Gunners’ berikut lima analisis yang bisa disimak.
Duel taktik Klopp dan Emery
Secara mengejutkan Unai Emery tak memainkan Alexandre Lacazette di laga kontra Liverpool. Emery juga mengubah skema menjadi 4-4-2, memasang Pierre-Emerick Aubameyang dan Nicolas Pepe sebagai ujung tombak. Taktik tersebut pun cukup berhasil membendung pergerakan trio Mohamed Salah, Sadio Mane dan Roberto Firmino.
Namun, perlahan Liverpool mulai bisa beradaptasi. Virgil van Dijk dan Joel Matip mulai bergerak agak melebar, menutup pergerakan Pepe dan Aubameyang yang kerap mengancam. Kala itu pula penyerangan Arsenal jadi kurang efektif, sedangkan Liverpool mulai bisa membongkar permainan lawan.
Performa David Luiz berbeda di kedua babak
Tampil gemilang di laga kontra Burnley pekan lalu, David Luiz kembali ke tim utama Arsenal kala menghadapi Liverpool. Babak pertama pun dilakoni Luiz dengan gemilang. Bek asal Brasil tersebut bisa membaca alur penyerangan Liverpool dan sukses menghalau umpan tarik yang datang ke wilayah pertahanan Arsenal.
Namun di babak kedua performa Luiz mulai merosot. Salah satunya kala melanggar Mohamed Salah di kotak penalti, kala menarik kaus penyerang asal Mesir tersebut. Gol ketiga Liverpool pun berkat kesalahan Luiz, kala dirinya yang terlalu maju membuat Salah lolos dari penjagaan dan melengkapi brace-nya
Arsenal gagal manfaatkan peluang
Sejatinya Arsenal punya kesempatan emas kala Adrian melakukan kesalahan di awal babak pertama, saat kiper asal Spanyol tersebut bergerak terlalu maju dan memberi kesempatan Aubameyang mencetak gol pembuka. Namun, tendangan penyerang asal Gabon tersebut masih melayang di atas mistar gawang.
Tak lama, giliran Pepe yang memanfaatkan kesalahan yang dilakukan Jordan Henderson. Winger asal Pantai Gading tersebut sukses mengelabui Robertson sebelum akhirnya berhadapan satu lawan satu dengan kiper. Sayang, tembakkan Pepe masih bisa ditahan Adrian. Bila Arsenal memanfaatkan peluang dengan baik, tentu hasil akhir akan berbeda.
Salah kembali membuktikan kualitasnya
Menghadapi Arsenal, Mohamed Salah memang kesulitan menembus pertahanan di babak pertama. Meski begitu, Salah tetap tak kehilangan konsentrasi dan terus memberi gempuran kepada tembok pertahanan ‘The Gunners’. Hasilnya, di babak kedua, Salah membuat Luiz melanggarnya di kotak penalti, yang kemudian sukses dieksekusinya dengan baik..
Mencetak gol lewat titik putih saja tak cukup. Kurang dari sepuluh menit dari gol penaltinya tersebut, Salah dengan kecepatan serta kontrol bolanya sukses melewati penjagaan Luiz. Berhadapan satu lawan satu dengan Bernd Leno, dengan tenang Salah melepaskan bola ke pojok kiri gawang dengan kaki kirinya.
Liverpool punya peluang besar menang Liga Inggris
Setelah musim lalu gagal menjuarai Liga Inggris, kalah dari Manchester City dengan hanya selisih satu poin, Liverpool dinilai tak akan mendapat kesempatan yang sama untuk mengangkat trofi Liga Inggris. Namun, tiga pekan perdana membuktikan Liverpool masih jadi salah satu kandidat pengangkat trofi kompetisi kasta tertinggi di Inggris tersebut.
Meski belakangan mulai punya celah pertahanan, Liverpool masih terlihat tak berada dalam bahaya. Terutama kala bermain di Anfield, Jordan Henderson dan kolega bisa tampil dengan solid. Meski tetap saja bukan hal mudah mengalahkan Manchester City, Liverpool kali ini punya kesempatan besar untuk memutus puasa Liga Inggris selama 30 tahun. (bob)
Baca lebih banyak informasi mengenai berita artis/berita heboh/info bola/dan lifehack lebih nyaman di aplikasi kumparan.
Download aplikasi Android di sini.
Download aplikasi iOS di sini.

