7 Fakta Kronologi Tewasnya Suporter Persija

Info Bola adalah story berita bola hari ini, jadwal terkini, tentang pemain, sepak bola Liga indonesia, Eropa, dan dunia.
Tulisan dari Info Bola tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Haringga Sirla. (Foto: Twitter/@alvinReparo)
Persepakbolaan Indonesia berduka. Suporter Persija yang bernama Haringga Sirla tewas dikeroyok segerombolan oknum beratribut Persib sebelum memasuki Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) pada Minggu (23/9/2018).
Dari data litbang Save Our Soccer (SOS), Haringga merupakan korban suporter tewas ke-70 sejak tahun 1995. Dari 70 korban, pengeroyokan suporter menjadi yang terbanyak memakan korban tewas, sebanyak 21. Sangat disayangkan saat kejadian Haringga, penyelenggara kurang memperhatikan pengamanan sehingga kejadian buruk tersebut tidak mampu terantisipasi.
Mengenai tragedi yang sangat disayangkan tersebut, berikut tujuh fakta kronologi tewasnya Haringga Sirla sampai tertangkapnya para pelaku.
1. Haringga berangkat dari Jakarta sendirian
Berangkat sendiri dari rumahnya di Cengkareng, Jakarta Barat, Haringga memulai perjalanannya dengan berpamitan kepada orang tuanya lewat telepon. Diikuti dari postingan Twitternya, dari stasiun Gambir, ia naik Kereta Api Argo Parahyangan tujuan Stasiun Bandung.
2. Haringga digeledah oknum Bobotoh

Haringga Sirla, korban tewas pada laga Persija vs Persib (Foto: Twitter @FOS_PERSIJA)
Sesuai laporan, saat Bobotoh melakukan penggeledahan terhadap Haringga ditemukan KTP tercatat sebagai warga Jakarta. Kejadian tersebut berlangsung di area parkir gerbang biru. Melihat KTP Haringga, oknum Bobotoh pun langsung meneriakinya sebagai Jakmania (suporter Persija Jakarta). Padahal, kala itu Haringga diketahui tidak membawa atribut Persija sama sekali.
3. Pukul 13.00 WIB Haringga dikeroyok karena ketahuan anggota Jakmania

Kartu anggota Jakmania milik Haringga Sirla. (Foto: Istimewa)
Melihat KTP Jakarta Haringga, para oknum Bobotoh tersebut sontak mengeroyok tanpa ampun. Haringga yang sempat minta tolong kepada tukang bakso itu langsung dihajar menggunakan helm, balok kayu, kaca, piring, dan sebagainya. Tubuhnya yang berlumuran darah dan tak sadarkan diri itu juga sempat diseret. Haringga pun akhirnya menghembuskan napas terakhir di tempat kejadian.
4. Dari video bukti, tujuh orang diamankan polisi

Polisi menetapkan 8 tersangka dalam kasus pengeroyokan Haringga Sirilla. (Ananda Gabriel)
Lewat video yang direkam salah satu suporter, polisi mencoba mengidentifikasikan pelaku. Tujuh orang pun ditangkap, enam di antaranya diduga sebagai tersangka dan satu akan diperiksa sebagai saksi. Sangat disayangkan, video pengeroyokan tersebut beredar cepat di internet. Menurut Kabid Humas Polda Jawa Barat Kombes Trunoyudo Wisnu Andiko, bagi yang sengaja menyebar video tersebut akan ditangkap dan dijerat dengan Undang-Undang ITE.
5. Jenazah Haringga dikebumikan di Indramayu

Sejumlah pendukung klub sepak bola Persija melakukan ziarah ke makam Haringga Sirla di Indramayu, Jawa Barat. foto oleh: (ANTARA FOTO/Dedhez Anggara)
Kedatangan jenazah Haringga disambut isak tangis keluarganya di tempat pemakaman umum (TPU) daerah Kebumen, Jawa Tengah, Senin (24/9/2018). Terpukul, Ibu Haringga, Mirah meminta pelaku pengeroyokan anaknya diberi hukuman seberat-beratnya. Sedangkan Ayah Haringga, Siloam Tumangkeng berharap agar tidak ada lagi suporter yang bernasib seperti anaknya.
6. Delapan orang tersangka ditetapkan dan masih akan melakukan pencarian

Pelaku pengeroyokan suporter Persija di GBLA. (Foto: Iqbal Tawakal/kumparan)
Tersangka pengeroyokan pun ditetapkan. Sebanyak delapan orang terdiri dari remaja 16 tahun sampai pria dewasa berusia sekitar 40 tahun resmi ditetapkan sebagai tersangka.
Kedelapan orang itu diidentifikasi sebagai Budiman (41), Goni Abdulrahman (20), Cepy Gunawan (20), Aditya Aggara (19), Dadang Supriatna (19), Joko Susilo (31), serta dua orang di bawah umur SM (17) dan DF (16).
AKBP M Yoris mengatakan kemungkinan jumlah tersangka masih akan bertambah. Rencananya, polisi masih terus melakukan pengejaran terhadap pelaku yang belum tertangkap.
7. Edy tolak PSSI disalahkan atas kasus tewasnya Haringga

Ketua PSSI Edi Rahmayadi saat ditanyai wartawan terkait salah satu suporter Persija yang tewas. (Foto: Ade Nurhaliza/kumparan)
Menuai sorotan usai kasus kematian Haringga Sirla, Ketua Persatuan Sepak Bola Indonesia (PSSI) Edy Rahmayadi menolak lembaga yang dipimpinnya disalahkan. Menurutnya, PSSI sudah berupaya maksimal melakukan pencegahan.
Sebelumnya, menurut koordinator SOS, Akmal Marhali, kecurigaan justru terbentuk lantaran suasana yang dibuat mencekam oleh petinggi PSSI. Seolah, kata dia, permusuhan itu dilanggengkan dengan menghadirkan aparat lengkap dengan senjata di setiap pertandingan.
