Konten dari Pengguna

Peter Shilton, Kiper Inggris Korban Gol 'Tangan Tuhan' Diego Maradona

Info Bola

Info Bola

Info Bola adalah story berita bola hari ini, jadwal terkini, tentang pemain, sepak bola Liga indonesia, Eropa, dan dunia.

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Info Bola tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Gol 'Tangan Tuhan' dari Diego Maradona yang legendaris kala melawan Inggris di Piala Dunia 1986, Meksiko. Foto: Bob Thomas Sport Photography/Getty Images
zoom-in-whitePerbesar
Gol 'Tangan Tuhan' dari Diego Maradona yang legendaris kala melawan Inggris di Piala Dunia 1986, Meksiko. Foto: Bob Thomas Sport Photography/Getty Images

Mantan kiper Timnas Inggris, Peter Shilton, masih kesal karena Diego Maradona tidak pernah minta maaf soal gol 'Tangan Tuhan' kala bertanding di Piala Dunia 1986.

Gol itu amat terkenal, di mana Maradona menyundul bola dengan kepalan tangannya melewati Shilton dan berhasil menghentikan langkah The Three Lions di perempat-final.

Shilton menegaskan bahwa legenda Argentina itu tidak menunjukkan sportivitas, dan kejadian tersebut telah mengganggunya selama bertahun-tahun.

Peter Shilton dan Diego Maradona mewakili timnas mereka. Foto: Getty Images

“Hidup saya telah lama dikaitkan dengan Diego Maradona, dan itu bukan hal yang saya inginkan,” tulis Shilton dalam artikelnya dilansir dari MailOnline.

Jadi, bagaimana kiprah Peter Shilton sebagai penjaga gawang hingga berhadapan dengan 'Tangan Tuhan'-nya Maradona?

Peter Shilton memulai karier jaga mistar sebagai murid di akademi Leicester City pada usianya 15 tahun, setahun setelahnya, dia melakukan debut dan menjadi pemain termuda yang pernah bermain untuk klub.

Peter Shilton kecil. Foto: officialpetershilton.com

Ketika usianya beranjak 17 tahun, Shilton mulai tampil reguler setelah The Foxes menjual Gordon Banks. Kiper kelahiran 18 september 1949 ini berseragam Leicester hingga 1974.

Shilton bahkan sudah menjaga gawang Timnas Inggris di semua level umur ketika umurnya baru menginjak 18 tahun.

Stoke City kemudian membajaknya dengan biaya yang memecahkan rekor dunia untuk seorang penjaga gawang saat itu, 350 ribu pounds, atau setara dengan Rp 6.6 miliar.

Peter Shilton. Foto: officialpetershilton.com

Selanjutnya kiper dengan tinggi 183cm ini berlabuh ke Nottingham Forest pada 1997, dan menjalani masa terbaik di mana Forest berhasil menjuarai Liga Inggris musim 1997/98 tanpa kekalahan serta dua kali berturut menangi Liga Champions.

Southampton menjadi tempat persinggahan selanjutnya. Shilton bergabung dengan The Saints sejak 1982 dan telah memenangkan dua piala FA dan satu Piala Liga selama enam tahun masa baktinya.

Pria berambut ikal ini telah bermain untuk Timnas Inggris selama 20 tahun, dari 1970 hingga 1990.

Peter Shilton menangkan Liga Champions bersama Nottingham Forest dua kali berturut pada musim 1978/79 dan 1979/80. Foto: officialpetershilton.com

Selama membela The Three Lions, pemain kelahiran Shilton telah mengikuti tiga ajang Piala Dunia, yaitu Spanyol 1982, Italia 1990 di mana Inggris melaju sampai semifinal, dan yang paling terkenal adalah Piala Dunia 1986.

Langkah Inggris di Meksiko harus berhenti oleh dua gol sang legenda, Diego Maradona, pada babak perempat final. Di pertandingan itu lah gol 'tangan tuhan' yang sangat terkenal terjadi.

PAda 1987, pemain kelahiran Leicester ini bergabung dengan Derby County dan memainkan 175 laga sampai akhir musim 1992.

Peter Shilton masih membela Timnas Inggris sampai 1990. Foto: officialpettershilton.com

Usai meninggalkan Derby, kariernya bisa dibilang merosot. Akan tetapi, Shilton mampu menambahkan 34 penampilan dalam tiga musim bersama Plymouth Argyle.

Dan dari 1994 hingga 1997, dia tercatat loncat ke Wimbledon, Bolton Wanderers, Coventry City, West Ham dan Leyton Orient.

Di Leyton, Shilton yang berumur 46 tahun, mencatatkan partai terakhir ketika berhadapan dengan Wigan Athletic di Divisi Tiga.

Peter Shilton saat berseragam Derby County. Foto: officialpetershilton.com

Selama 30 tahun karirnya berjaga di bawah mistar, Shilton memegang rekor sepanjang masa untuk pertandingan kompetitif terbanyak di dunia, yaitu 1.387 laga.

Pria 71 tahun ini juga memegang rekor sebagai pemain yang paling banyak tampil di tim nasional Inggris dengan koleksi 125 pertandingan.