Reece James dan Adik Perempuannya Mengukir Sejarah untuk Timnas Inggris

Info Bola adalah story berita bola hari ini, jadwal terkini, tentang pemain, sepak bola Liga indonesia, Eropa, dan dunia.
Tulisan dari Info Bola tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Bek kanan muda Chelsea, Reece James kembali membuktikan permainannya yang apik saat Inggris mengalahkan San Marino 5-0, Jumat (26/3) dini hari WIB. Reece James berhasil menyumbangkan satu assist yang disambut oleh Calvert-Lewins lewat sundulan.
Ternyata, pemain 22 tahun tersebut bukan satu-satunya dari anggota keluarga yang berhasil mengenakan seragam ‘Three Lions’.
Akhir 2020 lalu, Reece dan adik perempuannya, Lauren James mengukir sejarah sebagai saudara laki-laki dan perempuan pertama yang bermain untuk Timnas Inggris.
Kesuksesan keduanya di atas lapangan ternyata tidak terlepas dari peran luar biasa sang ayah, Nigel. Dikabarkan, sang ayah merupakan mantan pemain sepak bola yang terpaksa gantung sepatu akibat kecelakaan sepeda motor.
Sempat bermain Luton Town dan Southampton, Nigel beralih profesi sebagai pembinaan pemain muda dengan mendirikan program Pelatihan Nigel James Elite.
Selain Reece dan Lauren, anak pertama Nigel Joshua ternyata pernah bermain untuk Fulham dan Reading.
Ketiga anaknya telah dikenalkan dengan dunia sepak bola sejak kecil dengan diberikan porsi latihan setiap harinya.
“Kami tumbuh sebagai tiga, Josh belajar dari ayah saya dan kemudian turun begitu saja. Saya mulai bermain karena saudara laki-laki saya bermain, dan saudara perempuan saya bermain karena saya bermain,” kata Reece di situs resmi ‘The Blues’.
Berbeda dari sang kakak yang masuk akademi Chelsea, Lauren memulai karier sepakbolanya bersama tim wanita Arsenal saat umurnya 13 tahun. Dua tahun kemudian, penyerang produktif itu melakukan debut tim pertamanya untuk tim wanita ‘The Gunners’.
Penampilan bagus bersama Arsenal membuat Manchester United melirik pemain muda tersebut. Pada 2017, ia pindah ke tim wanita ‘Setan Merah’ yang baru direformasi untuk menghadapi tantangan baru di kota yang berbeda.
Lauren tampil sangat menawan dengan perolehan 14 golnya dalam 18 pertandingan saat ‘Setan Merah’ promosi dari Championship pertama kali ke Liga Super Wanita.
Meski karier yang sama-sama bersinar, Reece James tidak menjadikan Lauren sebagai lawan kompetitifnya. Sebaliknya, keduanya saling menghormati dan mendukung karier masing-masing.
“Kami biasanya tidak kompetitif. Ketika dia (Reece) dipanggil Timnas Inggris itu membuat saya juga harus mendapatkan panggilan yang sama,” ujar Lauren James, dikutip dari The Sun.
Reece James juga senang dengan prestasi yang diukir oleh adiknya itu, Kendati demikian, dirinya ogah dibanding-bandingkan dengan sang adik.
“Saya tidak akan mengatakan ada persaingan, dia adalah saudara perempuanku. Permainan kita sama, profesi kita sama, tapi tetap saja berbeda. Aku bermain sepak bola pria saat dia bermain sepak bola wanita, kamu tidak bisa membandingkannya,” ujar Reece James.
