Dampak Gaya Hidup Sedentari Terhadap Gizi Seimbang dan Risikonya
Kumpulan artikel yang membahas seputar gizi.
ยทwaktu baca 3 menit
Tulisan dari Info Gizi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Gaya hidup sedentari sering berpengaruh pada keseimbangan gizi seseorang, terutama ketika aktivitas fisik harian makin berkurang. Pola hidup ini kerap ditemui di perkotaan dan dapat berdampak pada kesehatan, baik secara jangka pendek maupun panjang.
Artikel ini mengulas keterkaitan antara gaya hidup kurang gerak dengan masalah gizi, serta beberapa cara yang bisa diterapkan untuk menjaga keseimbangan nutrisi.
Apa Itu Gaya Hidup Sedentari dan Gizi Seimbang?
Gaya hidup sedentari merupakan kebiasaan melakukan aktivitas duduk atau berbaring dalam waktu lama tanpa banyak bergerak.
Menurut Pundra Dara Avindharin dalam Pengaruh Sedentary Lifestyle terhadap Kesadaran Gizi pada Wanita Usia Produktif, pola ini rentan menyebabkan berbagai masalah kesehatan karena tubuh jarang mendapatkan stimulus pergerakan yang cukup.
Gizi seimbang adalah pola asupan nutrisi yang menyesuaikan kebutuhan tubuh, termasuk asupan karbohidrat, protein, lemak, vitamin, dan mineral yang seimbang. Menu yang beragam dan proporsional membantu menjaga fungsi tubuh tetap optimal.
Aktivitas seperti menonton televisi berjam-jam, bekerja di depan layar komputer, atau bermain gadget tanpa jeda merupakan contoh kegiatan sedentari yang sangat umum hari ini.
Hubungan Gaya Hidup Sedentari dengan Status Gizi
Gaya hidup dengan aktivitas fisik rendah dapat menurunkan efektivitas metabolisme, membuat tubuh kurang efisien dalam memakai dan menyimpan nutrisi dari makanan.
Dalam penelitian Silvi Saffanatul Hasanah dalam Hubungan Eating Behavior dan Sedentary Lifestyle dengan Status Gizi Lebih pada Remaja Fase Awal, aktivitas sedentary dalam jangka waktu yang lama dapat mengakibatkan ketidakseimbangan energi akibat energy intake yang jauh lebih besar dibandingkan dengan energy expenditure sehingga dapat menyebabkan gizi lebih.Pola hidup sedentary menyebabkan energi yang dikeluarkan oleh tubuh menjadi lebih sedikit sehingga sisa energi yang tidak digunakan akan diubah menjadi lemak.
Risiko Gizi Tidak Seimbang Akibat Gaya Hidup Sedentari
Kurangnya pergerakan membuat risiko kelebihan berat badan, obesitas, bahkan penyakit jangka panjang seperti diabetes menjadi lebih tinggi. Anak muda dan wanita usia produktif merupakan kelompok rentan terkena dampak buruk gaya hidup ini.
Strategi Mencegah Dampak Negatif Gaya Hidup Sedentari
Beberapa strategi yang bisa diterapkan untuk meminimalisir dampak gaya hidup sedentari terhadap gizi seimbang:
Luangkan waktu rutin untuk berjalan kaki atau olahraga ringan setiap hari.
Atur jadwal makan dengan menu yang seimbang, misalnya: Sarapan dengan roti gandum dan telur rebus. Makan siang dengan nasi, sayuran, dan lauk rendah lemak, Makan malam dengan sup dengan sayur dan protein tanpa lemak
Tingkatkan edukasi dan kesadaran diri dengan mencari informasi mengenai pentingnya gizi seimbang, seperti yang disarankan Avindharin
Kesimpulan
Dampak gaya hidup sedentari terhadap gizi seimbang terbukti signifikan terhadap kesehatan, mulai dari risiko berat badan berlebih hingga penurunan kualitas hidup. Untuk menjaga kondisi tetap optimal, penting menerapkan aktivitas fisik harian serta pola makan bergizi. Edukasi yang berkelanjutan turut membantu masyarakat memahami pentingnya keseimbangan gaya hidup dan asupan nutrisi.
(Reviewed by Sari Khairinisa S.Gz)
Baca juga: Risiko Obesitas Remaja Akibat Gaya Hidup Sedentari