Konten dari Pengguna

Mengapa MPASI Harus Kaya Zat Besi dan Protein untuk Mencegah Stunting

I

Info Gizi

Kumpulan artikel yang membahas seputar gizi.

·waktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Info Gizi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Bayi dalam periode MPASI. Foto: Pexels.
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Bayi dalam periode MPASI. Foto: Pexels.

MPASI yang kaya zat besi dan protein dapat mendukung pertumbuhan sehat pada anak. Nutrisi yang cukup pada masa awal MPASI terbukti mencegah terjadinya stunting, yaitu kondisi gagal tumbuh pada anak akibat kekurangan gizi sejak dini. Pemahaman tentang peran zat besi dan protein dalam menu harian anak akan membantu orang tua menyusun strategi MPASI yang optimal.

Pengertian dan Pentingnya MPASI Kaya Zat Besi dan Protein

Setelah melewati usia enam bulan, bayi mulai memerlukan Makanan Pendamping ASI (MPASI) untuk memenuhi kebutuhan nutrisi yang semakin meningkat. Menurut Halimatus Sa’diyah dkk dalam jurnal Stunting prevention: balanced nutrition education, fill my plate, and complementary food variations for breast milk, di usia ini anak membutuhkan asupan zat besi dan protein lebih banyak karena cadangan dari tubuh mulai menurun. Kekurangan dua nutrisi penting ini dapat berpengaruh besar pada tumbuh kembang.

Zat besi dan protein memiliki peran vital dalam pembentukan jaringan tubuh dan perkembangan otak. Oleh sebab itu, saat masa MPASI, sangat dianjurkan untuk memberikan makanan yang kaya akan kedua zat ini. Ini bukan hanya untuk pencegahan stunting, tapi juga untuk mendukung imunitas dan kecerdasan anak.

Baca juga: ASI Sebagai Perlindungan terhadap Alergi pada Bayi

Zat Besi dan Protein: Peran Vital dalam Pertumbuhan Anak

Dampak Kekurangan Zat Besi dan Protein pada Anak

Anak yang tidak mendapat cukup zat gizi lebih berisiko terkena anemia. Kondisi ini membuat tubuh kekurangan oksigen yang dibutuhkan untuk aktivitas dan pertumbuhan. Di sisi lain, kekurangan protein bisa berdampak pada gangguan tumbuh kembang fisik maupun kecerdasan.

Kebutuhan Zat Besi dan Protein pada Usia MPASI

Sejak usia enam bulan, kebutuhan zat besi bayi melonjak karena cadangan dari tubuh hampir habis. Sumber protein juga harus ditingkatkan agar pertumbuhan jaringan tubuh berjalan optimal. Seperti disebutkan dalam jurnal Halimatus Sa’diyah dkk, mulai usia ini asupan zat besi dan protein yang cukup sangat penting diberikan lewat MPASI.

Hubungan antara MPASI, Zat Besi, Protein, dan Pencegahan Stunting

Stunting di Indonesia dan Kaitannya dengan Nutrisi

Prevalensi stunting di Indonesia masih cukup tinggi dan erat kaitannya dengan kecukupan asupan zat besi dan protein dalam makanan anak. Berdasarkan data yang diulas dalam jurnal Halimatus Sa’diyah dkk, stunting berkaitan dengan kurangnya asupan gizi yang memadai, terutama pada 1.000 hari pertama kehidupan, sehingga pemberian MPASI yang cukup dan beragam menjadi faktor penting dalam pencegahannya.

Edukasi Gizi Seimbang dan Variasi MPASI

Edukasi kepada keluarga soal gizi seimbang menjadi langkah preventif yang tidak bisa diabaikan. Menu MPASI yang bervariasi, baik dari segi jenis makanan maupun cara mengolahnya, akan membantu anak mendapatkan nutrisi lengkap. Keluarga bisa mengurangi risiko stunting dengan memperbaiki pola makan harian anak.

Sumber Zat Besi dan Protein pada MPASI

Contoh Makanan MPASI Kaya Zat Besi

Agar anak mendapat cukup zat besi, MPASI bisa diisi dengan bahan seperti daging merah, hati ayam, kuning telur, dan aneka kacang-kacangan. Jenis makanan ini mudah diolah dan cocok dimasukkan ke dalam menu harian.

Contoh Makanan MPASI Kaya Protein

Sumber protein hewani seperti ikan dan ayam dapat dipadukan dengan protein nabati, misalnya tempe, tahu, atau olahan kedelai lainnya. Susu juga bisa menjadi pelengkap yang membantu memenuhi kebutuhan protein anak.

Tips Menyusun MPASI yang Kaya Zat Besi dan Protein

Strategi Variasi Menu MPASI

Agar kebutuhan zat besi dan protein terpenuhi, orang tua dianjurkan mengganti bahan makanan secara berkala. Gabungkan sumber hewani dan nabati dalam satu porsi makan supaya variasi dan kecukupan gizi tetap terjaga.

Prinsip “Isi Piringku” untuk MPASI

Menerapkan prinsip “Isi Piringku” sangat membantu dalam menyusun MPASI. Dalam jurnal Halimatus Sa’diyah dkk disebutkan bahwa porsi seimbang dari karbohidrat, protein, sayur, dan buah bisa mendorong kecukupan asupan zat besi serta protein sesuai kebutuhan anak.

Kesimpulan

MPASI yang kaya zat besi dan protein sangat berperan dalam mencegah stunting pada anak. Penyusunan menu dengan memperhatikan kandungan nutrisi, variasi makanan, serta prinsip gizi seimbang akan mendukung tumbuh kembang si kecil berjalan optimal.

(Reviewed by Sari Khairinisa S.Gz)