Nilai Gizi Susu Evaporasi dan Susu Kental Manis: Mana yang Tepat untuk Anda?
Kumpulan artikel yang membahas seputar gizi.
·waktu baca 6 menit
Tulisan dari Info Gizi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Susu evaporasi dan susu kental manis sering digunakan untuk berbagai jenis masakan. Meski demikian, tak sedikit orang yang belum mengetahui perbedaan nilai gizi keduanya.
Informasi ini penting bagi Anda yang rutin mengonsumsi susu sehari-hari. Dengan demikian, Anda dapat memilih jenis susu yang tepat dan sesuai dengan kebutuhan tubuh. Berikut perbandingan nilai gizi susu evaporasi dan susu kental yang dapat disimak.
Sekilas tentang Susu Evaporasi dan Susu Kental Manis
Menurut penelitian Pengaruh Suhu Evaporasi terhadap Kualitas dan Nilai Organoleptik Susu Kental Manis karya Botani Fauzi, proses evaporasi pada susu mengubah karakteristik fisik seperti kandungan air serta nilai gizinya. Di sisi lain, proses ini juga meningkatkan nilai organoleptik, baik dari segi rasa, suhu maupun aroma.
Definisi dan Proses Pembuatan Susu Evaporasi
Susu evaporasi adalah produk susu cair yang telah diuapkan sebagian besar airnya hingga sekitar 60 persen. Proses ini dilakukan secara hati-hati pada suhu tertentu untuk menjaga kandungan zat gizi tetap utuh.
Biasanya, susu evaporasi tidak mengandung tambahan pemanis, sehingga rasa aslinya tetap terasa. Karena itu, susu ini kerap digunakan sebagai campuran masakan dan minuman.
Definisi dan Proses Pembuatan Susu Kental Manis
Susu kental manis juga melalui tahap penguapan air. Namun, pada proses akhirnya, produk ini mendapat tambahan gula dalam jumlah banyak sehingga teksturnya menjadi kental dan cita rasanya lebih manis.
Susu kental manis kerap dipakai untuk topping roti, campuran minuman, atau olahan kue. Namun, komposisinya berbeda dengan susu segar atau susu evaporasi karena kandungan gulanya yang sangat tinggi.
Baca juga: Bedah Nilai Gizi: Oatmeal Instan vs. Oats Utuh dan Olahannya
Komposisi dan Nilai Gizi Susu Evaporasi
Susu evaporasi umumnya dipilih karena nilai gizinya yang terjaga selama proses pengolahan. Komposisi susu evaporasi biasanya terdiri dari susu segar, padatan susu, dan laktosa tanpa penambahan gula, sehingga rasanya tetap alami. Proses evaporasi membuat susu ini menjadi lebih kental.
Kandungan Protein, Lemak, dan Karbohidrat
Menurut data USDA (United States Department of Agriculture), dalam susu evaporasi, kandungan protein dalam susu evaporasi umumnya berkisar antara 6,5 hingga 7 persen, sedangkan lemaknya bisa mencapai 7,5 persen.
Karbohidrat pada produk ini relatif sedikit, karena tidak ada tambahan gula. Selain itu, beberapa susu evaporasi juga mengandung kalsium dan sejumlah vitamin seperti vitamin A dan D karena tambahan fortifikasi.
Pengaruh Proses Evaporasi Terhadap Kualitas Zat Gizi
Proses pemanasan saat evaporasi memang menyebabkan sedikit penurunan kadar protein dan vitamin, khususnya yang sensitif terhadap suhu. Namun, menurut penelitian Pengaruh Suhu dan Lama Proses Evaporasi di dalam Evaporator Vakum Water Jet terhadap Mutu Protein Susu Kental Manis oleh Ahmad Fauzi, sebagian besar protein masih tetap ada.
Manfaat Susu Evaporasi untuk Tubuh
Susu evaporasi kaya akan mineral seperti kalsium dan fosfor, sehingga bisa mendukung pemenuhan gizi saat digunakan sebagai campuran masakan. Karena kandungannya lebih pekat, susu ini sering dipilih untuk memberi kekentalan dan rasa creamy pada sup, kopi, atau dessert, terutama varian tanpa pemanis tambahan yang dapat memperkaya tekstur tanpa menambah gula secara berlebihan.
Komposisi dan Nilai Gizi Susu Kental Manis
Susu kental manis lebih dikenal karena kandungan gulanya yang sangat tinggi. Sementara itu, kandungan protein dan lemaknya relatif lebih rendah jika dibandingkan dengan susu evaporasi.
Kandungan Gula, Protein, dan Lemak
Kandungan gula dalam susu kental manis umumnya mencapai 40 hingga 50 persen dari berat total. Alhasil, rasanya memang akan sangat manis. Namun, kadar proteinnya jadi cenderung rendah, yakni di bawah 3 persen dan lemaknya sekitar 8 persen. Karena itu, asupan susu kental manis perlu diperhatikan, terutama untuk individu yang mengatur konsumsi gula.
Pengaruh Proses Evaporasi dan Penambahan Gula
Penambahan gula dalam jumlah besar memang dapat mengubah kandungan gizi utama, menurunkan kadar protein secara relatif, dan membuat susu kental manis lebih tahan lama. Rasa manis yang dihasilkan pun membuat produk ini sangat digemari masyarakat Indonesia.
Kelebihan dan Kekurangan Susu Kental Manis
Dari satu sisi, susu kental manis memang unggul karena kepraktisan dan fleksibilitas penggunaannya. Namun, kadar gulanya yang tinggi membuat susu ini kurang ideal untuk dikonsumsi rutin, terutama bagi anak-anak, penderita diabetes, atau mereka yang ingin menjaga berat badan. Sementara itu, nilai gizinya, terutama protein dan kalsium, jauh lebih sedikit bila dibandingkan dengan susu evaporasi.
Perbandingan Nilai Gizi Susu Evaporasi vs Susu Kental Manis
Melihat perbedaan komposisinya, nilai gizi susu evaporasi dan susu kental manis sebaiknya tidak dibandingkan. Faktor kandungan gula, protein, dan lemak membuat keduanya memiliki manfaatnya masing-masing.
Perbandingan Kandungan Gizi Utama
Susu evaporasi unggul dalam kandungan protein dan lemak tanpa tambahan gula. Sementara itu, susu kental manis memiliki gula yang mendominasi komposisi, sehingga sumber proteinnya lebih minim. Hal ini menjadikan susu evaporasi lebih cocok bila dijadikan pelengkap gizi makanan.
Implikasi Pemilihan Berdasarkan Kebutuhan Gizi
Jika kebutuhan gizi harian memerlukan asupan protein, vitamin, dan mineral lebih, susu evaporasi jauh lebih direkomendasikan. Sedangkan, susu kental manis lebih cocok sebagai pemanis tambahan saja, bukan sebagai sumber gizi utama sehari-hari. Perlu dipertimbangkan juga kebutuhan kalori dan pengendalian asupan gula.
Inovasi dan Pemanfaatan Susu Evaporasi sebagai Alternatif
Tidak hanya digunakan sebagai campuran kopi atau dessert, kini susu evaporasi semakin banyak dipilih sebagai alternatif bahan lain seperti santan.
Penggunaan Susu Evaporasi Sebagai Pengganti Santan
Menurut jurnal penelitian Inovasi Pemanfaatan Susu Evaporasi sebagai Pengganti Santan terhadap Hidangan Penutup Khas Makassar oleh Wahyuni Sara dkk., penggunaan susu evaporasi sebagai pengganti santan menghasilkan tekstur creamy, rasa gurih sekaligus memperkaya kandungan protein pada hidangan.
Pilihan ini dapat membantu bagi mereka yang ingin mengurangi asupan lemak jenuh atau alergi santan kelapa dalam masakan tradisional.
Rekomendasi Penggunaan dalam Makanan dan Minuman
Susu evaporasi bisa diterapkan sebagai bahan dasar sup, saus, atau puding. Di sisi lain, susu kental manis sebaiknya hanya diberikan sebagai topping atau pemanis tambahan pada makanan dan minuman, sehingga konsumsi gula harian tetap terkendali. Pilihan ini tentu bergantung pada kebutuhan dan preferensi masing-masing orang.
Kesimpulan
Ringkasan Perbedaan Nilai Gizi dan Manfaat
Jika dibandingkan dengan susu kental manis yang tinggi gula dan rendah protein, susu evaporasi jelas lebih unggul. Meski begitu, etiap jenis susu tentu punya manfaatnya masing-masing sehingga perlu dikembalikan lagi kepada konsumen bagaimana ingin menggunakannya dalam pola makan sehari-hari.
Saran Pemilihan Susu Evaporasi atau Susu Kental Manis Berdasarkan Tujuan Konsumsi
Jika ingin meningkatkan asupan protein dan mengolah hidangan lebih sehat, pilih susu evaporasi. Namun, jika hanya memerlukan pemanis praktis, susu kental manis tetap bisa dipakai dengan catatan penggunaannya tidak berlebihan.
Saat memilih di antara kedua produk ini, selalu sesuaikan dengan kebutuhan gizi pribadi dan perhatikan konsumsi gula harian agar tetap seimbang.